www.bisnistoday.co.id
Rabu , 6 Mei 2026
Home EKONOMI Kerja Sama Proyek Rintisan Imbal Dagang RI-Jepang
EKONOMIEkonomi & Bisnis

Kerja Sama Proyek Rintisan Imbal Dagang RI-Jepang

MENTERI Perdagangan RI Zulkifli Hasan saat MoU di Jakarta.
Social Media

JAKARTA, Bisnistoday – Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan menyatakan, Indonesia sedang membangun proyek rintisan (pilot project) kerja sama imbal dagang dengan Jepang. Hal ini sebagai langkah terobosan untuk meningkatkan ekspor nasional.

Seremoni penandatanganan nota kesepahaman (MoU) kerja sama skema imbal dagang business-to-business (b-to-b) dengan Jepang dilaksanakan di Jakarta, hari ini, Selasa (31/1). Skema imbal dagang perlu didorong sebagai alternatif dalam meningkatkan perdagangan antara dua negara sekaligus menghemat devisa negara.

“Upaya menjalin imbal dagang dapat dilakukan termasuk dengan Jepang yang merupakan pasar ekspor tradisional bagi Indonesia. Semoga penandatanganan MoU imbal dagang ini dapat menggenjot ekspor Indonesia ke Jepang dan realisasinya dapat segera diimplementasikan tahun ini,” kata Mendag Zulkifli Hasan saat menyaksikan secara langsung penandatanganan kerja sama ini.

Sebagai proyek rintisan kerja sama imbal dagang dengan Jepang, Indonesia akan mengekspor pupuk NPK, cangkang sawit, ban, kobalt, tembaga, dan nikel. Sedangkan, Jepang menawarkan alat berat dan mesin-mesin, bus/truk elektrik, besi baja, dan beras Jepang. Potensi transaksi imbal dagang b-to-b Indonesia dengan Jepang ini diperkirakan senilai USD 50 juta.

Penandatanganan MoU ini merupakan tindak lanjut dari penjajakan kerja sama imbal dagang yang telah dilakukan sejak tahun lalu. MoU ini merupakan batu loncatan sekaligus tonggak kerja sama yang lebih baik di masa mendatang antara Indonesia dan Jepang.

Tidak hanya meningkatkan hubungan dan kerja sama perdagangan bilateral kedua negara ke langkah selanjutnya, hal ini juga dapat berkontribusi untuk mendorong perdagangan dalam rantai nilai global dan membantu memulihkan ekonomi dunia akibat pandemi Covid-19.

Tandatangani Kesepakatan

Penandatanganan MoU dilakukan oleh Badan Pelaksana (BP) di kedua negara. BP Indonesia diwakili Direktur Utama PT. Trade Barter Indonesia (PT TBI) Hendra Hartono dan BP Jepang diwakili Wakil Konsul Kehormatan RI di Jepang Hideki Takizawa. Hideki Takizawa mewakili Direktur Utama Kanzai Corporation Toshiyuki Horiuchi. Seremoni penandatanganan MoU difasilitasi Kementerian Perdagangan bekerja sama dengan Kedutaan Besar RI di Jepang.

Berdasarkan data statistik, Jepang merupakan negara tujuan ekspor dan impor ke-3 bagi Indonesia. Pada periode Januari–November 2022, total perdagangan Indonesia–Jepang mencapai USD 38,22 miliar atau meningkat 30,36 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang sebesar USD 29,32 miliar.

Pada periode Januari–November 2022 tersebut, ekspor Indonesia ke Jepang senilai USD 22,55 miliar, impor USD 15,67 miliar, dan surplus USD 6,88 miliar bagi Indonesia./

Arsip

Beritasatu Network

BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

TRADE EXPO INDONESIA 2026

<?php echo adrotate_ad(13); ?>

Related Articles

PELABUHAN PRIOK
Ekonomi & BisnisHEADLINE NEWS

Ekonomi Indonesia Melaju 5,61 Persen, Tertinggi dalam Lima Tahun Terakhir

JAKARTA, Bisnistoday - Kinerja ekonomi Indonesia pada awal tahun 2026 menunjukkan tren...

Mendag
Ekonomi & Bisnis

Mendag Menerima Kunjungan Duta Besar RI Brussel

JAKARTA, Bisnistoday- Menteri Perdagangan, Budi Santoso menerima kunjungan Duta Besar RI Brussel,...

Dirjen di PU
Ekonomi & Bisnis

Kolaborasi Pentahelix Dorong Infrastruktur Berkelanjutan

BANDUNG, Bisnistoday - Kolaborasi lintas sektor dinilai menjadi kunci dalam mendorong pembangunan...

Daftar Harga Bensin di sebuah SPBU (dok:unsplash/vladislav klapin)
EKONOMIEnergi

Janji Trump ‘Amankan’ Selat Hormuz gagal Tenangkan Pasar

JAKARTA, Bisnistoday - Harga minyak gagal turun meskipun Presiden Amerika Serikat Donald...