TANGERANG SELATAN, Bisnistoday – Mahasiswa Universitas Bina Sarana Informatika (BSI) Kampus BSD menggelar kegiatan Corporate Social Responsibility (CSR) bertajuk Hemora: Cegah Stunting dengan Penanganan Anemia pada Sabtu, (13/12/2025). Kegiatan berlangsung di Aula Kelurahan Pamulang Barat sejak pukul 09.00 hingga 13.00 WIB dan diikuti oleh kader posyandu, ibu hamil, serta calon pengantin dari berbagai wilayah.
Program ini menghadirkan dua narasumber dari UPTD Puskesmas Kelurahan Pamulang Barat, yakni Ahli Gizi Yustika Fahreina Laila Mazidah, S.Gz., serta dr. Fitria Oriza, M.K.M. Keduanya memberikan edukasi komprehensif mengenai pencegahan anemia dan stunting sebagai upaya meningkatkan kualitas kesehatan ibu dan anak.
Ketua Pelaksana Program Hemora, Shyva Fauziah Rahman, menjelaskan bahwa kegiatan ini berangkat dari kepedulian mahasiswa terhadap isu kesehatan masyarakat, khususnya anemia dan stunting.
“Hemora awalnya merupakan bagian dari proyek PR Award untuk UAS kami di BSI. Kelompok kami mendapatkan tema kesehatan, lalu memutuskan fokus pada isu anemia dan stunting dengan target audiens ibu hamil dan calon pengantin,” ujar Shyva saat diwawancarai.
Ia menambahkan, pemilihan Kelurahan Pamulang Barat didasarkan pada hasil riset yang telah dilakukan tim.
“Kami melihat data Tangerang Selatan secara umum, kemudian mengerucutkannya ke Pamulang Barat. Dari hasil riset, kasus anemia di wilayah ini tergolong cukup tinggi sehingga membutuhkan edukasi yang lebih masif,” katanya.
Selain edukasi kesehatan, peserta juga memperoleh berbagai manfaat berupa goodie bag yang berisi tablet tambah darah, jus jeruk, dan paket sembako sebagai bentuk dukungan pemenuhan gizi. Namun, Shyva mengakui bahwa distribusi tablet tambah darah menjadi tantangan tersendiri dalam pelaksanaan kegiatan.
“Tantangan terbesar kami adalah mencari sponsorship untuk tablet tambah darah, padahal ini menjadi bagian penting dari kegiatan Hemora,” ungkapnya.
Cakupan kegiatan Hemora terbilang luas dengan melibatkan sekitar 100 RT di wilayah Pamulang Barat. Hal ini dilakukan melalui koordinasi dengan para ketua kader yang kemudian menyosialisasikan kegiatan hingga tingkat RT.
“Jumlah kader di Pamulang Barat saja mencapai lebih dari 100 orang, sehingga kami mengundang ketua kader agar informasi bisa menjangkau lebih luas,” jelas Shyva.
Dalam sambutannya, Lurah Pamulang Barat Mulyadi, S.E. mengapresiasi inisiatif mahasiswa BSI yang turut berperan aktif dalam upaya pencegahan stunting.
“Kesehatan, pendidikan, dan ketahanan pangan adalah tiga komponen penting yang saling berkaitan. Pencegahan stunting dan penanganan anemia menjadi sangat krusial, terutama bagi ibu hamil dan calon ibu,” ujar Mulyadi.
Ia menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor antara pemerintah, kampus, tenaga kesehatan, dan masyarakat.
“Walaupun angka stunting mungkin masih ada, kita harus terus berupaya agar ke depannya tidak ada lagi anak-anak yang mengalami kekurangan gizi,” katanya.
Sementara itu, dr. Fitria Oriza, M.K.M. memaparkan data terkini terkait kondisi stunting dan anemia di Pamulang Barat.
“Berdasarkan temuan kami selama tahun 2025, tercatat sebanyak 46 balita mengalami stunting di Kelurahan Pamulang Barat. Sementara angka anemia pada ibu hamil berada di kisaran 10 persen,” jelasnya.
Menurut dr. Fitria, meskipun angka tersebut tergolong rendah dibandingkan nasional, upaya penurunan tetap harus dilakukan secara konsisten. Ia menyebut Puskesmas Pamulang Barat telah menjalankan berbagai program, mulai dari penyuluhan posyandu, pemberian tablet tambah darah sejak remaja, hingga inovasi Bina Duta Remaja Anti Anemia.
“Kami juga memiliki Pos Gizi, kelas ibu hamil, kelas ibu balita, serta poli gizi yang menangani kasus gizi kurang dan anemia secara langsung,” tambahnya.
Ia menilai kegiatan Hemora sangat membantu meningkatkan kesadaran masyarakat.
“Dengan kemasan kegiatan yang menarik dan adanya stimulus seperti goodie bag, ibu hamil menjadi lebih termotivasi untuk hadir. Keterlibatan mahasiswa dan dukungan CSR seperti ini sangat kami butuhkan,” ujarnya.
Selain kegiatan luring, Hemora juga dilengkapi dengan inovasi digital berupa website edukasi yang dapat diakses di www.hemora.web.id. Website tersebut menyediakan informasi seputar anemia dan stunting, serta dilengkapi chatbot berbasis kecerdasan buatan (AI) yang khusus menjawab pertanyaan terkait dua isu tersebut.
Ke depan, Program Hemora direncanakan akan berlanjut melalui kerja sama langsung dengan Puskesmas Pamulang Barat.
“Insyaallah, Hemora akan menjadi mitra kegiatan Puskesmas ke depannya,” pungkas Shyva.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa BSI berharap dapat berkontribusi nyata dalam upaya pencegahan stunting dan penanganan anemia, sekaligus mendorong kolaborasi berkelanjutan antara dunia pendidikan dan layanan kesehatan masyarakat.(khaylila)


