www.bisnistoday.co.id
Jumat , 17 April 2026
Home NASIONAL & POLITIK Humaniora Mendikdasmen Imbau Orang Tua Antar Anak di Hari Pertama Sekolah
Humaniora

Mendikdasmen Imbau Orang Tua Antar Anak di Hari Pertama Sekolah

Mendikdasmen
MENDIKDASMEN, Abdul Mu'ti./
Social Media

SUMBAWA, Bisnistoday – Mengawali Tahun Pendidikan 2025/2026, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, mengimbau para orang tua untuk turut hadir dan mengantar anak-anaknya ke sekolah pada hari pertama pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Satuan Pendidikan (MPLS) Ramah 2025.

“Kami mengucapkan selamat mengikuti MPLS Ramah Tahun 2025,  yaitu sebuah masa pengenalan yang dirancang untuk menumbuhkan semangat baru bagi seluruh murid di sekolah pilihan masing-masing. Mudah-mudahan ini menjadi awal yang baik untuk meraih sukses di masa mendatang. Kepada para orang tua dan para wali murid, jangan lupa untuk mengantarkan putra-putrinya belajar di hari pertama”,  ujar Menteri Mu’ti di Kab. Sumbawa, NTT, kemarin.

Imbauan ini juga disampaikan dalam kegiatan Pembukaan Tahun Pendidikan Baru 2025/2026 yang berlangsung di Pesantren Modern Internasional Dea Malela, Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat, Minggu (13/7). Dalam sambutannya, Menteri menegaskan bahwa kehadiran orang tua pada hari pertama sekolah merupakan bentuk dukungan moral dan emosional yang penting, terutama bagi anak-anak yang akan memulai jenjang pendidikan baru.

“Ini nantinya akan menjadi bagian dari arah baru MPLS 2025 dimana budaya yang ingin kita bangun di satuan pendidikan adalah budaya yang ramah. Karena itu, kita menamai MPLS 2025 sebagai MPLS yang ramah. Kita ingin menciptakan suasana kehidupan yang saling menghormati, saling menerima, dan penuh sukacita agar anak-anak dapat meraih cita-cita mulia dalam kehidupannya”,  tutur beliau.

Sebagai bentuk dukungan kebijakan, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah telah menerbitkan Surat Edaran tentang Pelaksanaan MPLS Ramah Tahun 2025, yang dilengkapi dengan Rujukan Kegiatan MPLS Ramah sebagai panduan bagi satuan pendidikan untuk menyelenggarakan kegiatan yang inklusif, aman, dan bermakna.

Sekolah Warga Kurang Mampu

Sekelumit cerita, yang disampaikan Arya (45 tahun) yang menyekolahkan anaknya di SD dan SMP di daerah Depok cukup jauh dari tempat tinggalnya. Walaupun, telah menerima kenyataan sekolah anaknya ini, ia mengaku sekolah SMP anaknya agak jauh dari rumahnya. Seperti diketahui, ongkos untuk menuju sekolah agak berat dirasakan keluarga dua anak ini. “Dapatnya jauh, yang dekat sudah tidak dapat masuk. Jadi setiap hari harus antar anak ke sekolah jauh-jauh.”

Warga kurang mampu ini, merasa perlu mendapat perhatian pemerintah terkait warga kurang mampu ini, yang dihadapkan kondisi rumah dan sekolah anak-anaknya berjauhan. Apabila tetap memiiki sekolah berdekatan dengan rumah harus berupaya keras yang ujungnya juga biaya non formal. “Sekolah yang SMP dan SD sekarang, tidak masalah. Cuma kenapa mesti dapatnya jauh-jauh. Semua kan biaya dan waktu,” ucapnya. /

Arsip

BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

PERTAMINA IS THE ENERGY

TRADE EXPO INDONESIA 2025

SOROTAN BISNISTODAY

Beritasatu Network

Related Articles

Rapat Koordinasi Tindak Lanjut Implementasi Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Pelindungan Anak
Humaniora

Kemenko Polkam Dorong Kolaborasi Lintas Sektor dalam Implementasi Perlindungan Anak 

JAKARTA , Bisnistoday - Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Kemenko Polkam)...

Bunga Sakura (dok:Unsplash/Yu Kato)
HumanioraLingkungan

Prof Yasuyuki Aono, Sakura, dan Jejak Perubahan Iklim

JAKARTA, Bisnistoday - Di Jepang ada seorang pria yang tekun meneliti tanaman....

Gedung Rektorat UI (dok:Bisnistoday/adi)
HukumHumaniora

ILUNI FIB UI Minta Pengusutan Kasus Dugaan Kekerasan Seksual di FHUI Adil dan Transparan

JAKARTA, Bisnistoday –  Ikatan Alumni Universitas Indonesia Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya (ILUNI...

Rakor DPR RI
Humaniora

Penerimaan Mahasiswa Baru PTN Secara “Brutal” Makin Disorot

JAKARTA, Bisnistoday – Pemerintah dinilai sudah waktunya untuk mengendalikan penerimaan mahasiswa baru...