www.bisnistoday.co.id
Kamis , 9 Juli 2026
Home BURSA & KORPORASI Bursa Pasar Antisipasi Kebijakan Hawkish The Fed, Kurs Rupiah Menguat
BursaBURSA & KORPORASI

Pasar Antisipasi Kebijakan Hawkish The Fed, Kurs Rupiah Menguat

Kurs rupiah pada perdagangan Jumat (28/4) ditutup menguat
Social Media

JAKARTA, Bisnistoday- Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Selasa (28/2) menguat 9 poin ke posisi Rp15.261 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan hari sebelumnya yang berada di posisi Rp15.270 per dolar AS.

Penguatan seiring dengan pelaku pasar mengantisipasi kebijakan hawkish Bank Sentral Amerika Serikat atau The Fed untuk menaikkan suku bunga acuannya. Inflasi harga PCE yang kembali tinggi membuat kebijakan hawkish The Fed kembali berlanjut.

Analis pasar uang Bank Mandiri, Reny Eka Putri seperti dilansir Antara mengatakan, Indeks Harga Pengeluaran Konsumsi Pribadi AS tidak termasuk makanan dan energi atau Indeks PCE inti meningkat ke level 4,7 persen secara tahunan (year on year/yoy) pada Januari 2023 dari 4,6 persen (yoy) pada Desember 2022. Realisasi tersebut lebih tinggi dari ekspektasi pasar sebesar 4,3 persen.

Berdasarkan konsensus pasar (CME Group), pasar uang memperkirakan The Fed masih akan menaikkan suku bunga acuannya sebesar 25 basis poin (bps) pada pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) di bulan Maret 2023, lalu terus naik sampai menjadi 5,5 persen pada tahun 2023.

Reny menuturkan konsensus tersebut berbeda jika dibandingkan dengan proyeksi The Fed pada Desember 2022 yang akan menaikkan Fed Funds Rate sampai ke level 5,25 persen pada tahun 2023 sejalan dengan perkembangan inflasi yang diharapkan terus menurun mendekati target Bank Sentral AS yang berada di posisi dua persen.

Ekspektasi pasar bahwa The Fed harus menaikkan suku bunga lebih dari perkiraan semula, yang menguat menyusul serangkaian data ekonomi optimis dari Amerika Serikat, telah membuat greenback melemah dalam beberapa pekan terakhir.

Selain itu, pasar sedang menunggu data-data penting ekonomi AS seperti data inflasi Februari dan data tenaga kerja AS. Pasar juga menantikan data inflasi Indonesia bulan Februari.

Rupiah pada Selasa pagi dibuka menguat ke posisi Rp15.230 per dolar AS. Sepanjang hari rupiah bergerak di kisaran Rp15.223 per dolar AS hingga Rp15.265 per dolar AS.

Sementara itu, kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada Selasa meningkat ke posisi Rp15.240 per dolar AS dibandingkan posisi sebelumnya Rp15.274 per dolar AS./

 

 

Arsip

Beritasatu Network

BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

Rully Arya Wisnubroto
Bursa

Mirae Asset Sekuritas: Investor Tetap Perlu Cermati Tantangan Domestik

JAKARTA, Bisnistoday - PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia menilai pasar keuangan global...

Bursa

Intercontinental Exchange dan OKX Bentuk Joint Venture, Jembatani Pasar Aset Tradisional dan Digital

JAKARTA, Bisnistoday - Intercontinental Exchange (NYSE: ICE) dan OKX mengumumkan pembentukan joint...

BURSA & KORPORASIKorporasi

BRI Life Dukung Kegiatan Kementerian UMKM Dalam Penguatan Ekosistem UMKM

JAKARTA, Bisnistoday - PT Asuransi Jiwa BRI Life (BRI Life) menegaskan komitmennya...

Trading Saham
BursaHEADLINE NEWS

Investor Asing Mulai Berani Masuk Selektif ke Saham Perbankan

JAKARTA, Bisnistoday- Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Rabu (17/6) kemarin...