BANJARMASIN, Bisnistoday – Kementerian PUPR melalui BPPW Kalimantan Selatan berupaya mengurangi Kawasan kumuh di Kota Banjarmasin dan sekitarnya. Penataan melaui rehabilitasi Kawasan hingga pendirian Rumah Susun Teluk Kalayan.
“Pemerintah dalam mengurangi Kawasan kumuh, tidak lebih sebagai trigger saja, dan yang memiliki kepentingan sebenarnya pemerintah daerah masing-masing,” terang Kepala BPPW, Ditjen Cipta Karya, Kementerian PUPR, Teuku Davis Hamid, saat meninjau penataan Kawasan Teluk Kalayang, di Banjarmasing, Rabu (5/10).
Sementara, warga Baihaki (60 tahun) yang sebelumnya menghuni di Kawasan kumuh sekarang tinggal di Rumah Susun Teluk Kalayang merasa nyaman lingkungnya tertata rapih. Ia mengutarakan rasa terima kasih kepada pemerintah yang telah menyediakan Rumah Susun Layak huni di sekitar bekas tinggalnya.
“saya sudah tiga tahun menghuni rusun ini, di lantai 103. Rusun sangat membantu keluarga kami, karena fasiltiasnya bagus dan terjangkau,” ujar Baihaki.
Ia mengatakan, untuk sekarang ini kontrak hampir selesai dalam tiga tahun. Kemudian akan diperpanjang per tahun dan seterusnya. Dulunya, menurut Baihaki, Kawasan Kalayang ini seperti tanah tak bertuan, banyak preman, dan kehidupan malam. “Sekarang, rapih, bersih, tak ada orang berkerumun malam hari, dan harga sewa murah karena subsidi,” terangnya.
M Andre Setiawan, Pengelola UPT Rusun Kalayang mengatakan, rusunawa kalayang ini salah satu rusunawa Banjarmasin. Rusun ini, bertipe 36 dengan dua kamar tidur dan dilengkapi dapur serta pemeliharaan. “Prasana dan sarana serta petugas sudah ada semua.”
Dia menjealskan, Rusun Teluk Kalayan ini telah dihuni sejak tahun 2020 lalu dengan masa kontrak huni sepanjang tiga tahun. “Semua penghuni warga Kota Banjarmasin yang belum memiliki rumah dan sudah berkeluarga.”
Untuk harga sewanya, menurut Andre, sebesar Rp 450 ribu per bulan. Sedangkan listrik sistem token, dan pasokan air bersih. Masih ada di lantai 4 yang kosong, dan inipun karena ada perbaikan konstruksinya. “Keseluruhan berjumlah 58 unit rumah susun, dan pada September 2021 kemarin ada yang sudah lapuk rusak, dan sedang dalam perbaikan,” ujarnya. /


