JAKARTA, Bisnistoday – Konektifitas merupakan bagian penting dalam sistem pertahanan nasional, karena tidak hanya sebagai kebutuhan bisnis masyarakat, namun menjadi bagian dari pertahanan negara. Perkembangan sehebat apapun Artificial Intelligence (AI) tidak terlepas dari kebutuhan konektifitas. Hal ini diungkapkan oleh Direktur Wholesale & International Service Telkom Indonesia, Honesti Basyir, saat MoU antara PT Telkom Satelit Indonesia (Telkomsat) dengan PT Len Industri (Persero) di Jakarta, Kamis (11/9).
“Seperti diketahui, bahwa perkembangan digital termasuk AI (artificial intelligence) tak terbendung, dan sebesaar apapun pasti membutuhkan konektifitas. Apalagi Indonesia yang beragam sekitar 17.000 pulau sebagai kebutuhan dan bukan sekadar kepentingan bisnis tetapi bagian dari ketahanan nasional,” urai Honesti Basyir.
Menurutnya, kesepakatan kerja sama antara Telkomsat dengan PT Len Indonesia ini, merupakan langkah konkret membangun ekosistem pertanahan berbasai salit secara mandiri.”Kerja sama ini, akan menjadi bagian penting dalam mewujudkan kedaulatan digital serta memperkokoh sistem pertahanan nasional,” tuturnya.
Sementara, Komisaris PT Telkom, Rizal Mallarangen mengutarakan kerja sama antara BUMN ini sebagai langkah awal yang sangat strategis. Kerja sama ini sebagai landasan mempererat hubungan, dalam antara Telkomsat dan PT Len Industri (Persero) guna mendukung sektor pertahanan.
Rizal menambahkan, bahwa komunikasi merupakan bagian penting dalam sistem pertahanan negara. Karena itu, kerja sama ini sebagai langkah strategis memperkuat kedaulatan bangsa dan mendorong lahirnya inovasi pertahanan berbasis teknologi satelit.
Diketahui bahwa acara MoU ini dilaksanakan baru-baru ini, dikukuhkan melalui penandatangan Dirut PT Telkomsat, Lukman Hail Abd Rauf dan Dirut PT Len Indonesia (Persero) Prof. Joga Dharma Seiawan, PhD. Hadir dalam kegiatan ini adalah Sekjen Kemenhan RI sekaligus Komut PT Len Industri, Letjen TNI Tri Budi Utomo./










































