www.bisnistoday.co.id
Minggu , 7 Juni 2026
Home HEADLINE NEWS Permintaan Global Dorong Kenaikan Harga Patokan Ekspor Konsentrat Tembaga
HEADLINE NEWSSektor Riil

Permintaan Global Dorong Kenaikan Harga Patokan Ekspor Konsentrat Tembaga

Tambang Batubara
TRAKTOR Pertambangan batu bara beroperasi, baru-baru ini.
Social Media

JAKARTA, Bisnistoday – Kementerian Perdagangan menetapkan Harga Patokan Ekspor (HPE) konsentrat tembaga (Cu ≥ 15 persen) periode kedua September 2025 sebesar USD 4.745,52 per Wet Metric Ton (WMT). Angka ini naik 2,29 persen dibandingkan periode sebelumnya yang tercatat USD 4.639,10 per WMT.

Penetapan tersebut tertuang dalam Keputusan Menteri Perdagangan (Kepmendag) Nomor 1899 Tahun 2025 tentang Harga Patokan Ekspor atas Produk Pertambangan yang Dikenakan Bea Keluar, dan berlaku pada 15–30 September 2025.

Plt. Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan, Tommy Andana, menjelaskan bahwa kenaikan harga didorong tingginya permintaan global dari sektor energi terbarukan.

“Kenaikan HPE konsentrat tembaga sejalan dengan meningkatnya harga mineral tembaga sebesar 1,13 persen. Lonjakan ini dipicu kebutuhan industri panel surya, kendaraan listrik, dan perangkat elektronik yang terus meningkat,” ujar Tommy, Jumat (12/9).

Selain faktor permintaan, terbatasnya pasokan akibat gangguan produksi di sejumlah tambang besar dunia serta fluktuasi nilai tukar turut memperkuat harga komoditas logam. Bahkan logam ikutan seperti emas (Au) dan perak (Ag) juga mengalami kenaikan, masing-masing sebesar 3,12 persen dan 3,96 persen.

“Tingginya minat investor terhadap logam mulia sebagai aset lindung nilai di tengah ketidakpastian ekonomi global semakin menekan pasokan dan mengerek harga,” tambah Tommy.

Penetapan HPE dilakukan berdasarkan data Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) serta harga pasar internasional, yakni London Metal Exchange (LME) untuk tembaga dan London Bullion Market Association (LBMA) untuk emas dan perak.

Lebih lanjut, Tommy menekankan bahwa kebijakan ini melibatkan koordinasi lintas kementerian, mulai dari Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Kementerian ESDM, Kementerian Keuangan, hingga Kementerian Perindustrian.

“Sinergi tersebut diharapkan mendorong kebijakan HPE yang objektif, adaptif terhadap dinamika pasar global, sekaligus menjaga iklim usaha yang sehat dan berdaya saing,” kata Tommy./

Arsip

Beritasatu Network

BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

Menkeu Purbaya
HEADLINE NEWS

‎Kemenkeu dan BI Tingkatkan Sinergi Untuk Redam Gejolak Pasar

JAKARTA, Bisnistoday - Ditengah gempuran tekanan global dan domestic, Kementerian Keuangan dan...

Univ. Paramadina
HEADLINE NEWSHumaniora

LLDIKTI Wilayah III Usulkan Tata Ulang Waktu Penerimaan Mahasiswa

JAKARTA, Bisnistoday- Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah III terhadap Memperhatikan keberlangsungan...

Pasar Saham
BursaHEADLINE NEWS

Dibanding Pasar Emerging Market, Pasar Saham Indonesia Bergerak Anomali

JAKARTA, Bisnistoday - PT Samuel Sekuritas Indonesia menilai bahwa pasar saham Indonesia...

Aktifitas Bongkar Muat di Pelabuhan Belawan.
Ekonomi & BisnisHEADLINE NEWS

Neraca Perdagangan April 2026 Tetap Surplus, Ditopang Kenaikan Harga Ekspor Sejumlah Komoditas

JAKARTA, Bisnistoday - Kemendag menyatakan tren surplus neraca perdagangan untuk 72 bulan...