www.bisnistoday.co.id
Selasa , 21 April 2026
Home EKONOMI Ekonomi & Bisnis Pidato Perdamaian di PBB, Presiden Prabowo Tuai Apresiasi: Infrastruktur Jadi Perisai Ketahanan Bangsa
Ekonomi & Bisnis

Pidato Perdamaian di PBB, Presiden Prabowo Tuai Apresiasi: Infrastruktur Jadi Perisai Ketahanan Bangsa

Penyediaan Bendungan
BENDUNGAN salah satu infrastruktur wujudkan ketahanan pangan./
Social Media

JAKARTA, Bisnistoday – Pidato Presiden RI Prabowo Subianto dalam Konferensi Tingkat Tinggi Perserikatan Bangsa-Bangsa (KTT PBB) di New York, Amerika Serikat, Selasa (23/9), menuai apresiasi luas di tanah air. Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo menyebut pidato tersebut sebagai langkah visioner yang menegaskan posisi Indonesia dalam menghadapi tantangan global, khususnya di sektor pangan, energi, dan air.

Dalam pidatonya, Presiden Prabowo menegaskan komitmen Indonesia menjaga ketahanan pangan demi generasi mendatang. Indonesia menargetkan menjadi lumbung pangan dunia dengan memperkuat rantai pasok, meningkatkan produktivitas petani, hingga berinvestasi dalam teknologi pertanian cerdas iklim.

“Pidato Presiden Prabowo di hadapan para pemimpin dunia adalah pidato yang luar biasa, penuh visi, dan memberi kebanggaan bagi kita semua sebagai bangsa Indonesia,” ujar Menteri Dody.

Ia menambahkan, gagasan perdamaian yang diusung Presiden sejalan dengan pembangunan infrastruktur yang tidak hanya bersifat fisik, tetapi juga menjadi perisai ketahanan bangsa. Menurutnya, bendungan, irigasi, sistem air minum, pengendalian banjir, hingga energi terbarukan adalah bukti nyata bahwa infrastruktur merupakan bentuk pertahanan sipil atau non-military defense.

Baca Juga : Indonesia Tegaskan Dukungan Solusi Dua Negara di Sidang Umum PBB

“Infrastruktur adalah perisai bangsa. Bendungan mendukung ketahanan pangan, SPAM dan sistem pengendalian banjir memastikan kebutuhan dasar masyarakat, jalan dan jembatan menopang distribusi logistik. Semua itu adalah fondasi ketahanan nasional,” tegasnya.

Menteri Dody juga menyoroti pentingnya resiliensi menghadapi perubahan iklim dan ketegangan geopolitik. Ia menggambarkan resiliensi sebagai kemampuan bangsa untuk bertahan sekaligus tumbuh, baik saat menghadapi musim kemarau maupun bencana banjir.

Kementerian PU menargetkan pada 2025 pembangunan 16 bendungan baru, 20,52 km jalan tol, 45.000 hektare jaringan irigasi, serta rehabilitasi 10.000 hektare jaringan irigasi. Selain itu, melalui program strategis PU608, pemerintah mendorong efisiensi investasi, pengentasan kemiskinan, serta target pertumbuhan ekonomi 8 persen pada 2029.

“Kementerian PU siap mendukung penuh arahan Presiden Prabowo. Semangat perdamaian yang beliau gaungkan di forum internasional menjadi energi bagi kami untuk membangun resiliency nasional,” tutur Menteri Dody./

Arsip

BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

PERTAMINA IS THE ENERGY

Beritasatu Network

TRADE EXPO INDONESIA 2025

SOROTAN BISNISTODAY

Related Articles

Utang Negara
Ekonomi & BisnisHEADLINE NEWS

Bayang-Bayang “Debt Wall” 2026: Ujian Berat Fiskal Indonesia Saat Gejolak Global

JAKARTA, Bisnistoday - Indonesia menghadapi tantangan fiskal yang tidak ringan menjelang tahun...

Jalan Nasional
Ekonomi & Bisnis

Menteri Dody Ungkapkan Peran Penting Penilik Jalan Berlubang di Pantura Jawa

JAKARTA, Bisnistoday -  Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo menegaskan peran penilik...

EKONOMIEkonomi & Bisnis

Kemenkop dan Green X Buat MoU Terkait Pembangunan PLTS Untuk KDKMP di Wilayah 3T

JAKARTA, Bisnistoday - Kementerian Koperasi (Kemenkop) menjalin kerja sama dengan PT Energy...

PALMEX 2026
Ekonomi & Bisnis

Pelaku Industri Kelapa Sawit Global Bakal Semarakkan PALMEX Jakarta 2026

JAKARTA, Bisnistoday– PT Fireworks Indonesia akan menggelar PALMEX Jakarta edisi ke-16. Pameran...