JAKARTA, Bisnistoday – Partai PDI Perjuangan (PDIP) buka suara terkait hasil hitung cepat dari sejumlah lembaga survei yang menyebut Paslon Prabowo-Gibran unggul 58 persen lebih.
Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDIP, Hasto Kristiyanto menyatakan hasil hitung cepat tidak bisa menjadi patokan kemenangan. Menurut dia hasil rekapitulasi resmi KPU lah yang semestinya menjadi dasar.
“Tidak memahami suatu tahapan-tahapan Pemilu, karena menang-tidaknya ditentukan proses rekapitulasi yang dari bawah, bukan dari hasil quick count, sehingga mulai hari ini kami menghimbau baik itu media TV untuk fokus dalam perhitungan rekapitulasi yang dilakukan KPU, ini seluruh konsentrasi kita di sana,” ungkap Hasto di Gedung TPN, Kebon Jeruk, Jakarta Pusat, Kamis (15/2/2024).
Terkait hasil hitung cepat yang dinilainya banyak kejanggalan, Tim Pemenangan Nasional (TPN) Ganjar-Mahfud membentuk tim audit forensik untuk merekap kecurangan-kecurangan yang terjadi dalam Pemilu.
Menurut Hasto, banyak temuan-temuan kecurangan baik yang disampaikan melalui para aktivis, relawan maupun pembela demokrasi. Hasto menyebut banyak terjadi rekayasa Pemilu yang dilakukan secara sistematis dari hulu ke hilir.
“Kemudian dipaparkan seluruh aspek-aspek secara komprehensif dari hulu ke hilir, baik diawali dari rekayasa hukum di MK, kemudian di tengahnya itu berbagai bentuk intimidasi, penggunaan aparatur negara, kemudian politik anggaran yang secara nyata itu dipraktekkan untuk mendukung pasangan 02,” papar Hasto.



