JAKARTA, Bisnistoday – Melalui produk camilan sehat, Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) memproduksi abon ayam, dan peyek, hingga sukses menembus jaringan ritel modern sampai menembus toko oleh- oleh di area bandara, bersanding manis dengan merek-merek besar lainnya. Kegigihan tiga perempuan pelaku UMKM ini mampu menorehkan prestasi dibantu dengan dukungan Kementerian Perdagangan.
“Kemasan menjadi wajah produk, sehingga perlu branding. Kini, UMKM semakin berdaya saing. Produknya sudah sejajar dengan jenama besar, bahkan sudah masuk ritel modern. Harapannya, UMKM lain terinspirasi dan bisa segera mengikuti jejak ketiga UMKM ini,” ujar Mendag Budi Santoso di Jakarta, kemarin.
Sementara, ketiga srikandi pelaku UMKM inspiratif ini adalah Rusmini Sudjarwo, Santi Krisantina Hakim, dan Minin Casmiaty. Rusmini mengusung produk camilan sehat berbasis oat dan whey protein, MINIES Q; Santi Krisantina Hakim dengan produk abon ayam, WIZZ; dan Minin Casmiaty mempopulerkan peyek, Peyek Den Bagus.
Rusmini, pemilik MINIES Q, adalah mantan binaragawati yang kini banting setir menjadi pelaku UMKM. Ia terinspirasi membagikan semangat hidup sehatnya dalam bentuk produk camilan sehat. Ia mengakui, awalnya MINIES Q belum terkelola dan dikenal dengan baik. Setelah mengikuti program pelatihan brand book, ia menyadari pentingnya penjenamaan (branding) produk miliknya. Kini MINIES Q telah hadir di 20 toko ritel dan 90 lokasi kebugaran.
“Alhamdulillah sekarang banyak orang mengenal brand saya. Setelah mengikuti brand book, orang lebih mengenal logo dan lebih percaya dengan produk kami. Bahkan, omzet meningkat berlipat dari yang sebelumnya,” ujar Rusmini.
Santi juga merasakan dampak positif dari pelatihan Kemendag. WIZZ, produk abon ayam sehat dan halal miliknya, menargetkan ibu muda dan wanita karier urban. Santi mengaku, pelatihan yang diikutinya membantu memperkuat citra WIZZ sebagai penyedia solusi makanan praktis, sehat, menyenangkan, dan mudah dinikmati.
Baca Juga : Export Center Batam Dorong Batam Jadi Pusat Ekspor UMKM
Tak kalah inspiratif, Minin juga berhasil mengangkat olahan peyeknya menjadi produk sehat dan premium dengan cita rasa autentik. Pada awalnya, ia tidak menetapkan penjenamaan dan legalitas yang jelas. Namun, setelah mengikuti pelatihan, ia berhasil membuktikan bahwa jajanan tradisional bisa naik kelas lewat jenama Peyek Den Bagus. Saat ini, produknya dapat ditemui di berbagai tempat, mulai dari ritel modern, toko oleh-oleh daerah, hingga toko oleh-oleh di bandara.
Keberhasilan ketiga srikandi pelaku UMKM juga dikukuhkan dengan pemberian sertifikat apresiasi oleh Mendag Busan di momen peluncuran “Program Penguatan Branding dan Kemasan bagi UMKM Produk Pangan 2025” di Auditorium Kementerian Perdagangan, Jakarta, baru-baru ini. /



