www.bisnistoday.co.id
Kamis , 25 Juni 2026
Home HEADLINE NEWS Proyek Abadi Masela Siap Masuki Tahap FEED, INPEX dan ITB Mantapkan Teknologi CCS
HEADLINE NEWS

Proyek Abadi Masela Siap Masuki Tahap FEED, INPEX dan ITB Mantapkan Teknologi CCS

Proyek Migas Masela
PROYEK Migas Masela./
Social Media

BANDUNG, Bisnistoday – Proyek Lapangan Gas Abadi di Blok Masela, salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN) andalan Indonesia, terus mencatat kemajuan penting menuju realisasi produksi gas yang ramah lingkungan dan berkelanjutan.
INPEX Masela Ltd bersama SKK Migas menggandeng Lembaga Afiliasi Penelitian dan Industri Institut Teknologi Bandung (LAPI ITB) untuk menyelesaikan studi teknis terkait Carbon Capture and Storage (CCS)—teknologi penangkapan dan penyimpanan karbon yang menjadi kunci menuju target Net Zero Emission nasional.

“Studi ini merupakan tahapan krusial untuk memastikan rancangan teknis proyek selaras dengan aspek lingkungan dan siap mendukung tahapan berikutnya,” ujar Deputi Eksploitasi SKK Migas, Taufan Marhaendrajana, saat pemaparan hasil studi di Fakultas Geologi ITB, Bandung.

Dengan selesainya studi ini, INPEX kini siap melangkah ke tahap Front End Engineering Design (FEED) langkah penting sebelum konstruksi penuh proyek dimulai.

Executive Project Director INPEX Masela Ltd, Jarrad Blinco, menegaskan pentingnya kolaborasi ini sebagai bukti nyata komitmen perusahaan terhadap transisi energi bersih.
“Proyek Abadi Masela akan menjadi proyek LNG pertama di Indonesia yang mengimplementasikan teknologi CCS. Ini bukan hanya tentang produksi energi, tetapi juga tentang kontribusi terhadap upaya dekarbonisasi nasional,” tegasnya.

Blinco juga menyampaikan apresiasi kepada SKK Migas dan LAPI ITB atas sinergi yang kuat selama proses penelitian berlangsung. “Kerja sama ini membuktikan bahwa sinergi industri dan akademisi mampu menghasilkan inovasi yang berdampak langsung bagi masa depan energi Indonesia,” ujarnya.

Sementara itu, Prof. Ir. Benyamin Sapiie, Ph.D, peneliti dari LAPI ITB, menyebutkan bahwa riset CCS yang dimulai sejak 2022 ini tidak hanya penting untuk kesiapan teknis, tetapi juga bagi evaluasi keekonomian wilayah operasi gas di masa depan.
“Melalui penelitian ini, kami dapat memprediksi kapasitas penyimpanan CO₂ dan memahami risiko geomekanika yang terkait, sehingga teknologi dapat diterapkan dengan aman dan efisien,” jelasnya.

Rangkaian studi lanjutan yang berlangsung hingga 2025 mencakup analisis laboratorium, pemodelan 3D geomekanika, serta simulasi 4D coupled flow-geomechanics untuk memastikan keandalan sistem penyimpanan karbon di bawah permukaan.

Proyek Abadi Masela sendiri ditargetkan mulai berproduksi pada tahun 2030, dengan kapasitas 9,5 juta ton LNG per tahun, setara lebih dari 10 persen impor LNG tahunan Jepang.
Selain memperkuat ketahanan energi nasional, proyek ini juga diharapkan menjadi tonggak penting transformasi sektor migas Indonesia menuju energi bersih dan berkelanjutan.//

Arsip

Beritasatu Network

BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

Diskusi Keuangan
HEADLINE NEWS

Pengamat Ekonomi Soroti UU P2SK Baru Berpotensi Ancam Sistem Keuangan

JAKARTA, Bisnistoday – Pengamat ekonomi berpandangan bahwa keberadaan Pasal 50A dalam Undang-Undang Pengembangan...

GEDUNG BEI
HEADLINE NEWS

IHSG Anjlok, Sentimen MSCI Downgrade Pasar Saham Masih Kuat

JAKARTA, Bisnistoday – Pengamat saham memperkirakan pasar saham di Indonesia masih tetap...

GT Banyudono
Ekonomi & BisnisHEADLINE NEWS

Kementerian PU Pastikan Sepuluh Ruas Tol Baru Beroperasi Fungsional Jelang Nataru

JAKARTA, Bisnistoday– Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menargetkan sedikitnya 10 ruas jalan tol...

Pelaku Usaha
HEADLINE NEWS

“Business Networking” Jembatani Pelaku Usaha dengan Negara Mitra

JAKARTA, Bisnistoday – Kementerian Perdagangan menggelar jejaring bisnis (business networking) yang mempertemukan...