www.bisnistoday.co.id
Selasa , 19 Mei 2026
Home BURSA & KORPORASI Bursa Rupiah Melemah Dipicu Sinyal The Fed Akan Naikkan Suku Bunga Lagi
BursaBURSA & KORPORASI

Rupiah Melemah Dipicu Sinyal The Fed Akan Naikkan Suku Bunga Lagi

rupiah melemah
RUPIAH MELEMAH: Nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarabank di Jakarta pada Kamis (15/12) kembali ditutup melemah
Social Media

JAKARTA, Bisnistoday- Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Kamis (15/12) melemah 26 poin ke posisi Rp15.619 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan hari sebelumnya di Rp15.593 per dolar AS. Pelemahan dipengaruhi oleh penguatan dolar AS seusai bank sentral Amerika Serikat (AS), The Fed menaikkan suku bunga acuan.

Direktur PT Laba Forexindo Berjangka, Ibrahim Assuaibi dalam kajiannya di Jakarta, Kamis (15/12) menyebutkan, dolar AS naik secara luas pada setelah The Fed  menaikkan suku bunga sebesar setengah persentase poin yang diharapkan secara luas dalam semalam.

“Pembuat kebijakan memperkirakan akan membuat kenaikan lebih lanjut dan mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama dari yang diharapkan sebelumnya,” kata Ibrahim.

Baca juga: Rupiah Melemah Dipicu Sentimen Negatif dari Internal

Ketua Fed Jerome Powell mengatakan suku bunga diperkirakan mencapai puncak di atas 5 persen, menetapkan tekad Komite Pasar Terbuka Federal untuk menjinakkan inflasi meskipun ada risiko resesi.

Di Asia, data yang dirilis menunjukkan ekonomi China kehilangan lebih banyak tenaga pada bulan November karena output pabrik melambat dan penjualan ritel memperpanjang penurunan.

Keduanya meleset dari perkiraan dan mencatat pembacaan terburuk dalam enam bulan, dengan ekonomi tertatih-tatih oleh lonjakan kasus Covid-19 dan meluasnya pembatasan virus yang baru dilonggarkan minggu lalu.

Menurut Ibrahim, pasar sekarang mengalihkan perhatian ke keputusan suku bunga Bank Sentral Inggris (Bank of England/BoE) dan Bank Sentral Eropa (European Central Bank/ECB) yang dijadwalkan pada hari ini, dengan kedua bank sentral tersebut juga diperkirakan akan memberikan kenaikan suku bunga 50 basis poin. “Untuk perdagangan besok, mata uang rupiah kemungkinan dibuka berfluktuatif namun ditutup melemah direntang Rp15.600 per dolar AS hingga Rp15.650 per dolar AS,” ungkapnya.

Rupiah pada pagi hari dibuka melemah 17 poin atau 0,1 persen ke posisi Rp15.610 per dolar AS. Sepanjang hari rupiah bergerak di kisaran Rp15.610 per dolar AS hingga Rp15.638 per dolar AS.

Sementara itu kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada Kamis melemah ke posisi Rp15.630 per dolar AS dibandingkan posisi hari sebelumnya Rp15.619 per dolar AS./

Arsip

Beritasatu Network

BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

GEDUNG BEI
BursaHEADLINE NEWS

PDB Lampaui Ekspektasi, Mirae Asset Prediksi Rupiah Jadi Kunci Arah IHSG

JAKARTA, Bisnistoday – PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia menilai pasar keuangan domestik...

eBay (dok: usplash/appshunter-io)
BURSA & KORPORASIEkonomi & BisnisKorporasiOtomotif & Tekno

GameStop Akuisisi eBay Senilai Rp975 Triliun

JAKARTA, Bisnistoday -GameStop, salah satu perusahaan ritel pengecer video game asal Amerika...

GEDUNG BEI
Bursa

Pasar Masih Dinamis, Tunggu Kebijakan Moneter Yang Meyakinkan

JAKARTA, Bisnistoday – Aset berisiko Indonesia kembali berada dibawah tekanan. IHSG pada...

Gedung BEI
BursaHEADLINE NEWS

Mirae Asset Sekuritas: Reformasi Pasar Modal Jadi Penentu di Tengah Tekanan MSCI

JAKARTA, Bisnistoday - Pasar modal Indonesia kembali menghadapi tekanan setelah Morgan Stanley...