www.bisnistoday.co.id
Kamis , 9 Juli 2026
Home EKONOMI Sektor Industri Optimis Tumbuh Lebih Baik
EKONOMIEkonomi & Bisnis

Sektor Industri Optimis Tumbuh Lebih Baik

KABIRO HUMAS Kemenperin, Kris Sasono Ngudi Wibowo.
Social Media

JAKARTA, Bisnistoday – Pertumbuhan sektor industri pengolahan pada beberapa bulan terakhir di tahun 2022 menunjukkan sinyal positif. Sedangkan, pada awal tahun 2023, kinerja industri pengolahan menunjukkan ekspansi.“Jika kondisi seperti ini terus berlanjut, kami optimis industri pengolahan akan tumbuh pada kisaran 5,3% pada tahun ini,” kata juru bicara Kementerian Perindustrian, Febri Hendri Antoni Arif saat menyampaikan Rilis IKI Januari 2023 di Jakarta, Selasa (31/1).

“Meskipun pertumbuhan global pada 2023 diperkirakan melambat, namun pertumbuhan ekonomi yang positif di sejumlah negara mitra utama pada kuartal III/2022, seperti Tiongkok, Jepang, dan Amerika Serikat, juga menjadi sinyal yang mendukung optimisme para pelaku industri pengolahan untuk terus berekspansi pada 2023,” tuturnya.

Kondisi tersebut tercermin dari tren level ekspansi nilai Indeks Kepercayaan Industri (IKI) yang mengalami peningkatan sejak diluncurkan pada November 2022 lalu. Demikian pula, Purchasing Manager’s Index (PMI) Manufaktur S&P Global yang menunjukkan ekspansi sejak September tahun lalu.Ini juga sejalan dengan pertumbuhan PDB industri pengolahan yang mencapai 4,83% pada triwulan III tahun 2022.

Sementara, nilai IKI pada Januari 2023 menunjukkan angka 51,54, meningkat tajam dibandingkan IKI Desember tahun 2022 yang sebesar 50,9. Sebanyak 71,4% perusahaan menyatakan kondisi umum kegiatan usaha stabil dan membaik di bulan Januari 2023.

IKI merupakan indikator derajat keyakinan atau tingkat optimisme industri pengolahan terhadap kondisi perekonomian. IKI menggambarkan kondisi industri pengolahan dan prospek kondisi bisnis enam bulan ke depan di Indonesia. “Kami berharap IKI menggambarkan kondisi industri terkini sehingga membantu dalam penciptaan kebijakan yang berkualitas sesuai dengan fakta di lapangan,” kata Febri.

Menjadi Andalan Pertumbuhan

Berdasarkan data IKI pada Januari 2023, peningkatan IKI disumbang oleh 12 subsektor industri yang ekspansi, dengan kontribusi sebesar 80,1% terhadap pembentukan PDB industri manufaktur nasional di Triwulan III – 2022.

Industri Minuman dan industri Farmasi, Produk Obat Kimia dan Obat Tradisional yang sebelumnya mengalami kontraksi, pada Januari ini menunjukkan ekspansi. Sebaliknya, Jasa Reparasi dan Pemasangan Mesin dan Peralatan pada bulan ini menjadi terkontraksi.

Dari 23 subsektor industri pengolahan terdapat 17 subsektor yang memiliki tren positif atau mengalami peningkatan nilai IKI. Tiga subsektor yang mengalami kenaikan tertinggi yaitu industri alat angkutan lainnya, industri kendaraan bermotor, trailer dan semi trailer, dan industri pencetakan dan reproduksi media rekaman. Pesanan baru pada industri kendaraan bermotor, trailer dan semi trailer, lebih banyak mendapatkan kontribusi dari pesanan domestik sebesar 77%.

Peningkatan nilai IKI pada bulan Januari 2023 terjadi pada semua variabel pembentuk IKI. Kepercayaan industri pengolahan meningkat disebabkan oleh peningkatan pesanan baru (nilai indeks sebesar 51,14), peningkatan produksi (nilai indeks sebesar 50,35), dan penurunan volume persediaan produk (nilai indeks sebesar 54,34).

Perubahan Variable

Peningkatan nilai IKI bulan Januari 2023 yang cukup tinggi bersumber dari perubahan variabel IKI Pesanan Baru dengan kenaikan sebesar 1,07 dari 50,07 pada Desember 2022. Hal tersebut diduga banyak industri yang memperbaharui kontraknya, sehingga banyak industri yang mendapatkan pesanan baru. Nilai indeks yang meningkat terbesar kedua terjadi pada komponen Produksi, yaitu sebesar 0,32.

Dalam kesempatan tersebut, juru bicara Kementerian Perindustrian menyatakan, ekspektasi kondisi kegiatan usaha enam bulan kedepan masih optimis. Selain itu, tren perusahaan yang menjawab pesimis semakin menurun.

“Meskipun demikian, industri tekstil dan pakaian jadi masih berada pada level kontraksi meskipun nilai tren IKI-nya meningkat. Kemenperin mendorong belanja Pemerintah pada sektor tekstil disamping persiapan pemenuhan demand Lebaran. Selain itu, Kemenperin juga berupaya mencari pasar alternatif untuk mendorong ekspor industri tekstil dan pakaian jadi,” kata Febri./

Arsip

Beritasatu Network

BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

Kenaikan Harga MInyak (Ilustrasi/Radar.am)
EKONOMI

AS-Iran Kembali Saling Serang, Harga Minyak Melonjak

JAKARTA, Bisnistoday – Konflik Amerika Serikat dengan Iran kembali memanas, membuat saham...

EKONOMIEkonomi & Bisnis

Kementerian UMKM Perluas Pemanfaatan AI Bagi UMKM

JAKARTA, Bisnistoday - Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) menegaskan komitmennya...

Ekonomi & Bisnis

Ekspansi The Pizza Company Sasar Segmen Keluarga dan Gen Z lewat Menu Unik Kombinasi Cita Rasa Lokal Asia

BEKASI, Bisnistoday,- Ekspansi industri kuliner di wilayah penyangga ibu kota semakin menunjukkan...

EKONOMIEkonomi & Bisnis

BRI Life Perkuat Pemberdayaan UMKM Berbasis Singkong di Sleman

JAKARTA, Bisnistoday - PT Asuransi BRI Life (BRI Life) melalui Program Corporate...