JAKARTA, Bisnistoday – PT Asuransi BRI Life (BRI Life) melalui Program Corporate Social Responsibility (CSR) Pemberdayaan UMKM Tahap II melaksanakan pelatihan peningkatan kapasitas pelaku UMKM berbasis komoditas singkong.
Pelatihan yang diselenggarakan di Kalurahan Gayamharjo, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta untuk membantu pelaku UMKM mampu menghasilkan produk olahan bernilai tambah dan memiliki daya saing yang lebih tinggi.
BRI Life berkolaborasi dengan BRI Research Institute (BRIRINS Institute) sebagai mitra pelaksana, program pendampingan selama tiga bulan (Maret, April, Mei 2026).
Melalui pendekatan yang terintegrasi, BRI Life memberikan dukungan mencakup sarana produksi sekaligus memperkuat tata kelola usaha, inovasi produk, literasi keuangan, serta perluasan akses pasar. Program ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat yang inklusif dan berkelanjutan.
Ade Nasution, Head of Corporate Secretary Division BRI Life, mengatakan bahwa pemberdayaan masyarakat merupakan salah satu fokus BRI Life dalam menjalankan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) perusahaan.
“Bagi BRI Life, keberhasilan sebuah program CSR tidak hanya diukur dari bantuan yang diberikan, tetapi dari kemampuan masyarakat untuk terus berkembang setelah program selesai. Kami berharap program ini mampu melahirkan UMKM yang lebih mandiri, adaptif, dan memiliki daya saing sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan,” ujar Ade, dalam siaran pers, Rabu (8/7).
Selama pelaksanaan program, BRI Life bersama BRIRINS Institute mendampingi Kelompok UMKM Monalisa. Salah satu hasil nyata program adalah lahirnya Pie Susu Kambing Mocaf yang memanfaatkan tepung mocaf berbahan dasar singkong dan dipadukan dengan susu kambing lokal sehingga memiliki nilai tambah dan peluang pasar yang lebih luas.
BRI Life juga mendukung modernisasi proses produksi melalui penyediaan oven bertingkat, meja kerja stainless steel, serta perangkat digital untuk pencatatan usaha. Sebanyak 30 anggota UMKM Monalisa memperoleh perlindungan Asuransi Mikro Kecelakaan, Kesehatan, dan Meninggal Dunia (AMKKM) dari BRI Life yang dilengkapi edukasi literasi keuangan guna memperkuat ketahanan finansial mereka.
Untuk memastikan keberlanjutan usaha sejak hulu, program ini turut melibatkan pakar pertanian Universitas Gadjah Mada (UGM) yang memberikan pendampingan mengenai pengendalian hama dan penyakit tanaman sehingga kualitas bahan baku tetap terjaga.
Koordinator Rumah Produksi dan Pemasaran UMKM Monalisa, Mantik Bimo Nugroho, menyampaikan bahwa pendampingan tersebut telah meningkatkan kemampuan kelompok dalam mengelola usaha, memanfaatkan teknologi digital, serta memperluas pemasaran produk olahan mocaf.
Sekretaris Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Sleman, Aris Herbandang, turut mengapresiasi konsistensi BRI Life dalam mendampingi UMKM. Menurutnya, program ini sejalan dengan upaya pemerintah daerah dalam meningkatkan daya saing UMKM berbasis potensi lokal.









































