www.bisnistoday.co.id
Jumat , 2 Oktober 2026
Home EKONOMI Serikat Buruh Dukung Tata Kelola Perkebunan Berkelanjutan
EKONOMI

Serikat Buruh Dukung Tata Kelola Perkebunan Berkelanjutan

Presiden Konfederasi Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (KSBSI), Edward Marpaung dalam acara Training of trainers social dialog Indonesia sektor perkebunan kelapa sawit di Balikpapan, kemarin.
Social Media

BALIKPAPAN, Bisnistoday – Konfederasi Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (KSBSI) mendukung penerapan tata kelola perkebunan berkelanjutan dalam industri kelapa sawit Indonesia. Hal tersebut juga dipandang sebagai tanggung jawab moral para pelaku industri kelapa sawit, termasuk para pekerja di industri strategis negara ini. 

“Kami sepakat bahwa peningkatan produktivitas dan daya saing sawit harus menjadi concern bersama. Untuk itu perlu dilakukan banyak kegiatan dan kerjasama antara pengusaha dan pekerja dalam mewujudkan hubungan industrial yang harmonis,”ungkap Presiden Konfederasi Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (KSBSI), Edward Marpaung dalam acara Training of trainers social dialog Indonesia sektor perkebunan kelapa sawit di Balikpapan, kemarin.

Baca juga : Industri Kelapa Sawit Mampu Menyerap 16,2 Juta Tenaga Kerja

Hal senada disampaikan Ketua GAPKI Kaltim, Muhammadsjah Djafar. Ia menegaskan kesamaan peran antara pengusaha dan pekerja dalam mewujudkan industri yang berdaya saing tinggi dan tentu saja dengan tata kelola yang baik. Menurut Djafar perusahaan sawit anggota GAPKI berkomitmen untuk terus mendorong menerapkan Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO).

“Kesamaan pandangan dan penempatan keseimbangan antara hak dan kewajiban antara pengusaha dan pekerja menjadinkunci dalam peningkatan kinerja dan bersama-sama meningkatkan daya saing kelapa sawit di pasar global,” tegas Djafar.

Baca juga : Gapki Akui Geliat Industri Kelapa Sawit Mulai Membaik

Kegiatan Training of trainers social dialog Indonesia merupakan kolaborasi antara Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Kalimantan Timur (GAPKI Kaltim) , KSBSI, Dutch Employers Cooperation Program (DECP), dan CNV International. Dalam acara ini ditekankan kesamaan pandangan dan penempatan keseimbangan antara hak dan kewajiban antara pengusaha dan pekerja menjadinkunci dalam peningkatan kinerja dan bersama-sama meningkatkan daya saing kelapa sawit di pasar global. 

Seperti diketahui, saat ini lebih dari 16 juta orang bekerja di sektor kelapa sawit maka selain memberikan sumbangan bagi neraca perdagangan , sektor ini menjadi tumpuan bagi stabilitas sosial dan ekonomi bangsa Indonesia.

Baca juga : Tudingan Deforestasi Industri Kelapa Sawit Dinilai Provokatif

Acara Training yang diselenggarakan selama 3 hari tersebut diprakarsai oleh Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) dan Konfederasi Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (KSBSI), Dutch Employers Cooperation Program (DECP), CNV Internationaal bekerjasama serta Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) Cabang Kalimantan Timur. 

Acara pelatihan ini bertujuan untuk membangun komunikasi dan dialog sosial menuju hubungan industrial yang harmonis antara pengusaha dan pekerja sesuai dengan karakter dan budaya bangsa. Sebanyak 20 peserta mengikuti pelatihan yang berasal dari perusahaan perkebunan anggota GAPKI Cabang Kaltim dan perwakilan Serikat Pekerja yang berafiliasi dalam KSBSI pada perusahaan tersebut./

Arsip

Beritasatu Network




BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

F1 Asia Indonesia
EKONOMI

Wujudkan Kolaborasi Industri Mamin, Food Ingredients Asia Indonesia 2026 Sukses Digelar di Indonesia

JAKARTA, Bisnistoday.co.id – Food Ingredients Asia Indonesia 2026 telah sukses diselenggarakan di...

EKONOMIEkonomi & Bisnis

KDKMP Akan Menjadi Agen dan Distributor Barang Bersubsidi

JAKARTA, Bisnistoday –Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) akan menjadi simpul distribusi barang...

EKONOMIEkonomi & Bisnis

KemenUMKM Andalkan Lembaga Inkubator Bangun Ekosistem Kewirausahaan

SURABAYA, Bisnistoday–Kementerian UMKM mengandalkan lembaga inkubator sebagai ujung tombak memperkuat ekosistem kewirausahaan...

EKONOMI

Kejar Kemandirian Fiskal, Pemkot Bandung Targetkan PAD Tembus 60 Persen Pendapatan Daerah

BANDUNG, Bisnistoday - Pemerintah Kota Bandung menargetkan peningkatan kemandirian fiskal melalui optimalisasi...