KAB. SORONG, Bisnistoday – SKK Migas bersama Petrogas (Basin) Ltd. resmi memulai proyek Chemical Enhanced Oil Recovery (CEOR) di Lapangan Walio, Wilayah Kerja Kepala Burung, Papua Barat Daya. Program percontohan ini menyuntikkan bahan kimia khusus ke dalam reservoir untuk mendorong minyak sisa agar kembali mengalir dan bisa diproduksi.
Langkah tersebut menjadi bagian dari pemenuhan Komitmen Kerja Pasti (KKP) sekaligus menandai injeksi perdana yang diharapkan menjadi tonggak baru peningkatan produksi migas nasional.
Deputi Eksplorasi, Pengembangan, dan Manajemen Wilayah Kerja SKK Migas, Rikky Rahmat Firdaus, menegaskan bahwa keberhasilan proyek pilot ini akan membuka jalan bagi pengembangan skala komersial.
“Lebih dari sekadar pemenuhan KKP, hasil positif dari pilot project ini diharapkan memenuhi kriteria sukses CEOR sehingga bisa dilanjutkan dalam skala lebih luas,” ujarnya. Ia menambahkan, lokasi yang terpencil bukan hambatan selama perencanaan dan eksekusi dilakukan dengan komitmen dan disiplin tinggi.
Jika berjalan sesuai target, pengembangan CEOR dan temuan eksplorasi baru diharapkan menambah cadangan, meningkatkan produksi, sekaligus memperpanjang umur lapangan. Dampaknya bukan hanya bagi Petrogas sebagai operator, tetapi juga memberi pemasukan bagi negara serta menggerakkan industri pendukung di sektor hulu migas.
President RH Petrogas Companies in Indonesia, Ferry Hakim, menyebutkan proyek ini menjadi bukti komitmen perusahaan dalam memaksimalkan potensi Lapangan Walio. “Kesuksesan proyek ini akan membuka peluang besar dalam memperluas penerapan CEOR dan memperkuat rencana jangka panjang peningkatan produksi,” katanya.
Proyek CEOR Walio menggunakan pola injeksi lima titik, satu sumur injeksi dan empat sumur produksi, yang diarahkan ke zona reservoir Kais, lapisan karbonat yang telah berproduksi lebih dari empat dekade. Fasilitas penunjang, seperti unit injeksi surfaktan–polimer, sistem pengolahan air, dan jaringan flowline, disiapkan untuk mendukung operasi hingga 30–35 bulan ke depan.
Lapangan Walio sendiri dikenal sebagai salah satu penghasil minyak terbesar di Indonesia Timur, berlokasi sekitar tiga kilometer dari Kasim Marine Terminal, dan menjadi tulang punggung produksi di Wilayah Kerja Kepala Burung PSC./









































