www.bisnistoday.co.id
Kamis , 9 Juli 2026
Home EKONOMI Energi TKDN Hulu Migas Meningkat
Energi

TKDN Hulu Migas Meningkat

Social Media

JAKARTA, Bisnistoday – Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) di industri hulu migas terus meningkat sehingga menciptakan dampak berganda terhadap perekonomian nasional. Data Reforminer Institute mencatat bahwa sektor hulu migas nasional terkait dengan 129 industri lain, menyumbang 90% PDB nasional, dan menyerap 82% tenaga kerja di Indonesia. Setiap investasi sebesar Rp1 triliun di sektor hulu migas akan mampu menciptakan nilai tambah ekonomi hingga Rp5,43 triliun. Angka ini meningkat signifikan dibandingkan satu dekade lalu.

“Indeks multiplier effect industri hulu migas terus tumbuh, mencerminkan besarnya peran sektor ini dalam mendorong ekonomi nasional,” kata Direktur Eksekutif Reforminer Institute, Komaidi Notonegoro dalam Media Training IPA Convex 2025 di Jakarta, Selasa (27/02).

Selain kontribusi terhadap investasi dan penerimaan negara—rata-rata Rp192,32 triliun per tahun terhadap APBN—hulu migas juga mempercepat pertumbuhan industri pendukung dalam negeri. TKDN dalam pengadaan barang dan jasa hulu migas selama 12 tahun terakhir stabil di kisaran 54%-68%.

Baca juga:Mewujudkan TKDN Yang Optimal Sektor Hulu Migas

Sementara itu, Direktur Keuangan dan Komersial Tripatra, Benny Joesoep mengungkapkan, dampak berganda akan terasa semakin luas dengan peningkatan peran penggunaan produk dan keterlibatan perusahaan Engineering, Procurement dan Construction (EPC) dalam negeri sepanjang Project Life Cycle. “Dengan menguasai engineering, maka perusahaan EPC nasional akan menjadi lokomotif peningkatan penggunaan barang dan jasa dalam negeri,” katanya.

Target Ambisius

Pada kesempatan sama, Direktur Eksekutif Indonesian Petroleum Association, Marjolijn Wajong, menambahkan, target produksi migas yang lebih ambisius dan agenda transisi energi akan membuat keterlibatan industri dalam negeri semakin strategis bagi ketahanan energi nasional. “Kami berharap melalui Media Training ini, semakin banyak pihak memahami bahwa penguatan industri hulu migas adalah investasi jangka panjang bagi perekonomian Indonesia,” ujarnya.

Acara Media Training bertema “Dampak Berganda Industri Hulu Migas” ini merupakan bagian dari rangkaian acara menuju IPA Convex 2025 yang akan digelar pada 20-22 Mei 2025 di ICE BSD, Tangerang./

Arsip

Beritasatu Network

BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

SKK Migas
Energi

Beradu Inovasi Ai, SKK Migas Bidik Solusi Digital Untuk Dukung Target Produksi

JAKARTA, Bisnistoday - Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan...

Penggunaan B50
Energi

KAI Pastikan Seluruh Sarana Diesel Siap Terapkan Biodiesel B50

JAKARTA, Bisnistoday - PT Kereta Api Indonesia (Persero) memastikan seluruh sarana diesel...

Mini LNG
Energi

Pemerintah Resmikan Mini LNG Plant di Jawa Timur, Dukung Optimalisasi Sumber Energi Domestik

JAKARTA, Bisnistoday - Pemerintah terus mengoptimalkan pemanfaatan sumber energi dalam negeri untuk...

KIT Batang
EnergiHEADLINE NEWS

Terdampak Geopolitik Global, Sektor Industri Butuh Insentif Pajak Untuk Tingkatkan Daya Saing

JAKARTA, Bisnistoday – Perseteruan perang antara Amerika Serikat, Israel dan Iran telah...