www.bisnistoday.co.id
Senin , 11 Mei 2026
Home EKONOMI Ekonomi Rakyat Yofi Adha Rianto Lestarikan Batik Tanah Liek
Ekonomi Rakyat

Yofi Adha Rianto Lestarikan Batik Tanah Liek

Social Media

JAKARTA, Bisnistoday – Batik tanah liek, begitu Yofi Adha Rianto memperkenalkan dan memasarkan produk kerajinan batik yang diproduksinya. Berkat upaya pelestarian kerajinan khas Minangkabau ini, maka Rangkayo Minang Indonesia menobatkan Yofi sebagai Anak Muda Inspiratif dalam acara Rangkayo Minang Awards 2025, di Hotel Borobudur, 19 Juli lalu.

Saat ini banyak sekali anak muda Minang yang sudah lupa dengan warisan leluhur ini.

Budaya merantau dan transformasi industri telah menyebabkan terjadinya pergeseran minat pekerjaan anak muda. Ini menjadi salah satu faktor yang membuat kelestarian batik khas Minangkabau bisa terancam punah.

Tapi, bagi Yofi Adha Rianto, batik tanah liek ini justru menjadi tantangan untuk dipelajari, diangkat kembali ke permukaan, diperkenalkan kepada publik dalam dan luar negeri. Itulah tekad yang ada dalam diri Yofi.

“Batik tanah liek ini sebenarnya sudah ada dari zaman dahulu, dipakai untuk kalangan raja-raja dan petinggi adat, contohnya para datuk dan bundo kanduang. Biasanya dikenakan saat acara rapat keluarga atau rapat adat,” jelas perajin batik tanah liek Yofi Adha Rianto.

Ide Yofi membuat batik tanah liek ini bermula ketika ada upacara adat di Kampung Nagari Sumaniak, Tanah Datar. Saat itu, kain-kain yang dipakai petinggi adat sudah lapuk dan rusak.

Keluarga Yofi kemudian menyadari bahwa kain-kain itu sudah tidak diproduksi lagi. Dari sanalah timbul keinginan untuk mencoba membuatnya kembali batik tanah liek yang merupakan kain dengan motif kuno khas Minang yang dibuat dengan pewarna alam.

Sesuai namanya, batik tanah liek diwarnai dengan tanah liat. Namun, ada juga beberapa bahan pewarna alami lainnya yang biasa digunakan untuk memproduksi batik tanah liek, seperti kulit jengkol, kulit rambutan, dan mahoni.

Motif yang tertuang pada setiap lembar kain batik tanah liek memiliki cerita sendiri . Seperti motif pagar pakis atau daun paku. Filosofinya, pakis tumbuhnya ke dalam, baru ke luar.

“Artinya kita mendoakan orang yang memakainya untuk introspeksi diri dulu ke dalam baru keluar,” jelas Yofi.

Tak mudah membangun usaha batik tanah liek ini. Yofi dan keluarganya membutuhkan waktu sekitar 5 tahun untuk melakukan riset pewarnaan batik sehingga sesuai dengan batik yang ada sebelumnya.

Berkat petunjuk dari ninik mamak di kampung, akhirnya dicobalah memakai tanah liat sebagai pewarnanya. Yofi harus bekerja keras meriset kadar keseimbangan PH dari setaip jenis kain.

Dengan memodifikasi sesuai dengan perkembangan batik kontemporer, kini usaha batik tanah liat Yofi setelah berkembang dan dikenal oleh penggemar batik dalam negeri dan luar negeri.

Produk batik tanah liek milik Yofi dijual mulai dari Rp 300 ribu hingga Rp 20 juta. Kini, batik tanah liek yang diproduksi Yofi sukses pula dipasarkan ke penjuru dunia. Mulai dari Brunei, Malaysia, Tiongkok, Hong Kong, Filipina, Amerika Serikat, bahkan Eropa.

Arsip

Beritasatu Network

BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

Salman
Ekonomi Rakyat

Wakaf Salman Kembangkan Wakaf Produktif Berbasis Budidaya Kelengkeng

BANDUNG, Bisnistoday -Wakaf Salman menghadirkan program wakaf produktif berbasis budidaya kelengkeng di...

Ketua Koperasi Kana, Jonathan Danang Wardhana bersama pengurus merayakan HUT Kana
Ekonomi Rakyat

Koperasi Kana Perkuat Loyalitas dan Legacy Anggota di Usia ke-3

SURABAYA, Bisnistoday — Koperasi Kana menggelar perayaan ulang tahun ke-3 dengan tema...

Lomba Burung
Ekonomi RakyatHEADLINE NEWS

Perputaran Ekonomi Lomba Burung Berkicau Capai Hingga  Rp2 Triliun

JAKARTA, Bisnistoday  - Kementerian Perdagangan mencatat perputaran ekonomi dari ekosistem burung kicau...

Kota Jakarta
Ekonomi RakyatHEADLINE NEWS

Kesenjangan Kekayaan Masyarakat di Kota Jakarta Bagai Bumi dan Langit

JAKARTA, Bisnistoday – Kesenjangan pendapatan masyarakat di Kota Jakarta seharusnya dilihat tidak...