JAKARTA, Bisnistoday- Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta, Kamis (7/4) ditutup melemah 3 poin ke posisi Rp14.362 per dolar AS dibandingkan pada perdagangan hari sebelumnya yang berada di posisi Rp14.359 per dolar AS. Pelemahan seiring dengan agresivitas bank sentral Amerika Serikat, The Fed untuk mencegah tingginya inflasi di negara adi kuasa tersebut.
Tim Riset Monex Investindo Futures dalam kajiannya menyebutkan, dolar AS sempat tertekan akibat aksi ambil untung setelah nutula rapat menunjukkan bahwa The Fed bersiap untuk bergerak agresif untuk mencegah inflasi.
Notula rapat pertemuan Federal Reserve Maret menunjukkan banyak peserta bersiap untuk menaikkan suku bunga dengan kenaikan sebesar 50 basis poin pada pertemuan mendatang.
The Fed juga menunjukkan kesepakatan pemotongan 95 miliar dolar AS per bulan dari kepemilikan aset yang membengkak selama pandemi.
Hal itu dinilai sejalan dengan ekspektasi pasar, tetapi kesiapan pembuat kebijakan untuk memulai segera setelah Mei, kemungkinan akan membuat dolar tetap tinggi.
Rupiah pada pagi hari dibuka melemah ke posisi Rp14.364 per dolar AS. Sepanjang hari rupiah bergerak di kisaran Rp14.356 per dolar AS hingga Rp14.366 per dolar AS.
Sementara itu kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada Kamis menguat ke posisi Rp14.359 per dolar AS dibandingkan posisi hari sebelumnya Rp14.364 per dolar AS./







































