www.bisnistoday.co.id
Sabtu , 13 Juni 2026
Home HEADLINE NEWS Wamendag Roro Akui Biaya Logistik di Indonesia Belum Efisien
HEADLINE NEWS

Wamendag Roro Akui Biaya Logistik di Indonesia Belum Efisien

Aktifitas Bongkar Muat di Pelabuhan Belawan.
AKTIFITAS Bongkar Muat./
Social Media

JAKARTA, Bisnistoday – Kemendag mengakui bahwa biaya logistik di Indonesia masih tinggi.Apabila disandingkan dengan Produk Domestik Bruto (PDB) biaya logistik porsi 14,29%, dan sesuai target tahun 2045 biaya logistik ditekan hingga 8%. Wamendag Dyah Roro Esti Widya Putri. Roro saat menjadi pembicara kunci dalam Round Table Discussion Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI), kemarin di Menara Kadin, Jakarta

Lebih lanjut Roro mengatakan, salah satu indikator efisiensi layanan pelabuhan adalah durasi port stay, yaitu waktu yang diperlukan kapal untuk bersandar. Semakin cepat proses bongkar muat barang di pelabuhan, semakin singkat durasi port stay, yang akan meningkatkan waktu berlayar kapal.

“Hal ini memberikan keuntungan bagi perusahaan pelayaran karena mereka dapat menghemat biaya operasional,” papar Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti Widya Putri.

Guna menyukseskan terwujudnya sistem logistik nasional yang lebih adaptif, Wamendag mengajak seluruh anggota ALFI untuk menjadikan tantangan global saat ini sebagai titik balik, bukan hanya untuk bertahan, tetapi untuk tumbuh menjadi kekuatan logistik dan ekspor yang lebih mandiri, tangguh, dan terhubung secara global.

“Kemendag senantiasa terbuka merangkul berbagai pihak, dan asosiasi salah satu menjadi mitra strategis kami dalam menghadapi ragam tantangan global. Penerapan asas gotong royong adalah kunci mengubah tekanan menjadi momentum pembaruan,” tutur Wamendag Roro.

Membangun Logistik Efisien

Terkait hal tersebut, Ketum DPP ALFI Akbar Djohan menyambut baik undangan Wamendag Roro untuk berdiskusi lebih lanjut dan menyatakan siap untuk berkolaborasi dalam menciptakan sistem logistik yang tangguh di tengah tantangan global. Senada dengan hal itu, Anindya N Bakrie membagikan optimismenya bahwa tarif resiprokal AS pasti dapat dihadapi oleh Indonesia dengan baik.

Terkait hal tersebut, Akbar Djohan menyatakan siap berdiskusi lebih lanjut dan berkolaborasi dengan pemerintah beserta pihak terkait lainnya untuk menciptakan sistem logistik yang semakin tangguh di tengah tekanan global.

Hal senada juga diungkapkan Ketum KADIN Indonesia Anindya N Bakrie yang menyambut baik adanya diskusi lebih lanjut mengenai upaya penguatan sistem logistik. Dirinya juga optimistis Indonesia akan mampu bertahan menghadapi kebijakan tarif resiprokal AS dengan berkolaborasi dengan banyak pihak dan menemukan solusi bersama melalui jalur negosiasi. //

Arsip

Beritasatu Network

BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

Kemenperin
HEADLINE NEWS

Indonesia Jajaki Industri Xiamen Untuk Dukung Transformasi Manufaktur

JAKARTA, Bisnistoday - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menjajaki peluang kolaborasi yang lebih erat...

Mendag Busan
Ekonomi & BisnisHEADLINE NEWS

Mendag Busan Dorong CEO Perusahaan Manufaktur Optimalkan Ajang Bisnis Trade Expo Indonesia

JAKARTA, Bisnistoday - Menteri Perdagangan Budi Santoso mengajak perusahaan manufaktur nasional untuk...

Menperin
Ekonomi & BisnisHEADLINE NEWS

Realisasikan Program Prioritas, Kemenperin Minta Tambah Anggaran Rp1,59 Triliun

JAKARTA, Bisistoday - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mengusulkan tambahan anggaran sebesar Rp1,59 triliun...

Aktifitas Bongkar Muat di Pelabuhan Belawan.
Ekonomi & BisnisHEADLINE NEWS

Kemendag Terbitkan Tiga Aturan Tata Kelola Ekspor SDA Strategis

JAKARTA, Bisnistoday-  Kementerian Perdagangan menerbitkan tiga Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) yang masing-masing...