BANDUNG, Bisnistoday – Kolaborasi lintas sektor dinilai menjadi kunci dalam mendorong pembangunan infrastruktur yang berdampak dan berkelanjutan di Indonesia.
Sinergi antara pemerintah, akademisi, dan sektor lainnya tidak hanya memperkuat aspek teknis, tetapi juga memastikan pembangunan lebih adaptif terhadap kebutuhan masyarakat.
Direktur Jenderal Pembiayaan Infrastruktur Pekerjaan Umum, Ir. Rachman Arief Dienaputra, M.Eng., menekankan pentingnya pendekatan pentahelix dalam pembangunan.
Menurutnya, keterlibatan perguruan tinggi menjadi bagian strategis dalam mendukung inovasi dan implementasi kebijakan.
“Kegiatan seperti Studium Generale ini menjadi bagian dari upaya kolaborasi antara Kementerian PU dengan perguruan tinggi. Kita ingin mendorong implementasi nyata kerja sama, tidak hanya sebatas wacana,” ujarnya, di Kampus Widyatama, Bandung, belum lama ini.
Baca Berita : Menteri PU Targetkan Pengerjaan Tol Kayuagung-Palembang-Betung Rampung Kuartal III 2026
Baca Berita: Menteri PU Lantik Pejabat Eselon I untuk Perkuat Kinerja dan Program Prioritas
Ia menyebut peluang kolaborasi sangat terbuka untuk para mahasiswa untuk bisa terlibat dalam mendukung infrastruktur berkelanjutan, mulai dari program pemagangan mahasiswa, pelatihan bersama, hingga penguatan komunikasi kelembagaan.
Langkah ini diharapkan dapat menjembatani kesenjangan antara dunia pendidikan dan dunia kerja melalui konsep link and match.
Selain itu, mahasiswa juga didorong untuk terlibat aktif dalam pengawasan pembangunan. Melalui kanal pengaduan partisipasi publik seperti “Halo Pak Dodi”, masyarakat dapat melaporkan temuan di lapangan. Laporan tersebut kemudian akan ditindaklanjuti sesuai kewenangan masing-masing instansi.
Sementara itu, Rektor Universitas Widyatama, Prof. Dr. H. Dadang Suganda, M.Hum, mengapresiasi keterbukaan pemerintah dalam melibatkan akademisi.
Ia menilai kolaborasi ini memberikan ruang bagi sivitas akademika untuk berkontribusi, baik melalui riset maupun pemantauan langsung di lapangan.
“Kolaborasi ini diharapkan mampu menghasilkan solusi konkret dalam menjawab berbagai tantangan pembangunan infrastruktur nasional,” ujar Dadang.
Kegiatan ini juga merupakan bagian dari rangkaian menuju Milad ke-25 Universitas Widyatama atau Silver Anniversary yang akan diperingati pada 2 Agustus mendatang.E2


