www.bisnistoday.co.id
Sabtu , 13 Juni 2026
Home BURSA & KORPORASI Bursa Investor Masih Selektif, Tren “Bearish” Masih Menyelimuti IHSG
BursaBURSA & KORPORASI

Investor Masih Selektif, Tren “Bearish” Masih Menyelimuti IHSG

GEDUNG BEI
Social Media

JAKARTA, Bisnistoday – Tekanan pasar saham diperkirakan masih berlanjut pasca rebalancing MSCI berlangsung. Investor diminta selektif dan berhati-hati menyikapi tren capital outflow. Pada perdagangan, Jumat (9/5) kemarin, IHSG ditutup melemah 2,81 poin atau 0,05 persen ke posisi 6.127,38.

Analis Senior PT Mirae Asset Indonesia, Rully Arya Wisnubroto mengatakan, ketahanan indeks terutama ditopang lonjakan tajam saham-saham grup PP, yakni BREN, BRPT, dan PTRO, yang masing-masing menguat sekitar 25%.

“Pergerakan tersebut menegaskan bahwa kinerja IHSG saat ini sangat terkonsentrasi pada segelintir nama dengan kapitalisasi besar namun free float terbatas, sehingga level indeks perlu dibaca hati-hati karena tidak sepenuhnya mencerminkan breadth pasar yang sesungguhnya,” urainya.

Menurutnya, menjelang efektifnya rebalancing MSCI pada akhir pekan lalu, pasar mencatat net outflow asing jumbo sekitar Rp 8,4 triliun, dengan tekanan terbesar terjadi di BBCA, TPIA, AMMN, BBRI, dan BMRI. Meski demikian, arus keluar sebesar ini hanya menekan IHSG tipis 0,05% ke 6.127, bahkan indeks sempat menguat intraday hingga 1,6% ke kisaran 6.230.

Sementara, Jessica Tasijawa, Analis PT Mirae Asset Sekuritas menambahkan, kondisi rupiah masih berada di bawah tekanan pada level Rp 17.881/US Dollar Jumat lalu. Ini mencatat rekor terlemah sepanjang sejarah dengan depresiasi sekitar 3,1% MTD (mount to date) meskipun DXY (Indeks Dollar AS) telah kembali turun ke bawah level 99.

“Ini, mencerminkan masih tingginya ketidakpastian eksternal serta permintaan valas musiman terkait repatriasi dividen dan kebutuhan Haji.”

Sebagai respons, lanjut Jessica, BI terus melakukan langkah stabilisasi melalui pasar SBN dengan yield 2 Y naik ke 6,70% sementara yield 10 Y tetap terjaga di 6,72%. Dengan begitu, kurva yield menjadi semakin datar.

“Ini, memperkuat pandangan kami bahwa BI kemungkinan akan mempertahankan suku bunga di level 5,25% hingga akhir 2026 guna menjaga daya tarik yield dan mendukung aliran modal masuk, meskipun prospek Rupiah yang lebih stabil berpotensi muncul pada semester depan, seiring meredanya tekanan musiman dan implementasi DHE SDA yang memperkuat likuiditas valas domestik.”//

Arsip

Beritasatu Network

BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

IHSG ditutup menguat
Bursa

Aksi Selektif Saham Murah, IHSG Kembali Menguat Signifikan

JAKARTA, Bisnistoday – Relatif rendahnya saham yang berfundamental meyakinkan, dengan harga yang...

Saham AS
BursaHEADLINE NEWS

Pasar Saham Masih Dibayangi Risiko Tinggi Walau Ada Upaya Dongkrak Carry Rupiah

JAKARTA, Bisnistoday – Pelaku pasar memperhatikan serius tawaran pemerintah dalam hal ini...

GEDUNG BEI
BursaHEADLINE NEWS

Tekanan Jual Asing Masih Kuat di Pasar Saham

JAKARTA, Bisnistoday – Tekanan jual (net sell) investor asing di pasar saham...

BURSA & KORPORASIKorporasi

BRI Life Perkuat Sinergi dengan Mitra Strategis

JAKARTA, Bisnistoday - PT Asuransi BRI Life (BRI Life) memberikan apresiasi kepada...