JAKARTA, Bisnistoday – Setelah dalam beberapa hari perdagangan menguat, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Kamis (01/02) ditutup terkoreksi. Pelemahan dipimpin oleh turunnya harga saham sektor transportasi dan logistik.
Pada perdagangan hari ini, IHSG ditutup melemah 6,24 poin ke posisi 7.201,70. Sementara indeks LQ45 naik 3,05 poin ke posisi 977,27.
Pada awal perdagangan, IHSG dibuka menguat, dan terus berlanjut hingga akhir penutupan sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua, IHSG bergerak ke zona merah hingga penutupan perdagangan saham.
Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, tiga sektor meningkat yaitu dipimpin sektor kesehatan sebesar 1,56 persen, diikuti sektor infrastruktur dan sektor barang konsumen primer yang masing-masing naik sebesar 0,18 persen dan 0,03 persen.
Sedangkan, delapan sektor terkoreksi yaitu dipimpin sektor transportasi & logistik turun paling dalam minus 1,56 persen, diikuti sektor keuangan dan sektor energi yang masing-masing minus 0,88 persen dan 0,83 persen.
Saham-saham yang mengalami penguatan terbesar yaitu INPS, MSKY, WIDI, EMTK dan SRAJ. Sedangkan saham-saham yang mengalami pelemahan terbesar, yakni MPXL, SMGA, BIPI, MDKA dan JTPE.
Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 1.184.855 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 18,02 miliar lembar saham senilai Rp8,98 triliun. Sebanyak 210 saham naik, 303 saham menurun, dan 240 tidak bergerak nilainya.
Bursa Asia
Sementara itu, bursa Asia bergerak mixed setelah pengumuman kebijakan tingkat suku bunga The Fed yang tetap stabil di level 5,25 hingga 5,5 persen.
Tim Riset Pilarmas Investindo Sekuritas dalam kajiannya menyebutkan, Ketua The Fed Jerome Powell mengatakan bahwa The Fed tidak memiliki cukup keyakinan terhadap laju inflasi yang masih di atas 2 persen, sehingga masih adanya kemungkinan bahwa penurunan tingkat suku bunga pada Maret 2024 tidak akan terjadi.
Baca juga: Pasar Cermati Kondisi Politik Dalam Negeri, IHSG Kembali Terkoreksi
Di China, Caixin merilis PMI Manufacturing China yang berada di level 50,8 atau tidak berubah dibandingkan bulan sebelumnya, dimana menunjukkan industri manufaktur China sedang berada di zona ekspansi.
Namun, hal itu justru menghadirkan kebingungan bagi pelaku pasar mengingat sebelumnya Badan Statistik China merilis PMI Manufacturing Januari 2024 sebesar 49,2, yang artinya masih berada di zona kontraksi karena berada di bawah 50.
Bursa saham regional Asia sore ini antara lain, indeks Nikkei melemah 275,19 poin atau 0,76 persen ke 36.011,50, indeks Hang Seng menguat 81,14 poin atau 0,52 persen ke 15.566,21, indeks Shanghai melemah 17,81 poin atau 0,64 persen ke 2.770,74, dan indeks Strait Times menguat 12,75 poin atau 0,40 persen ke 3.140,26./









































