PENAJAM PASER UTARA, Bisnistoday – Otoritas Ibu Kota Negara Nusantara (OIKN) memastikan investasi swasta atau investor pelopor di wilayah IKN sudah menembus Rp51 Triliun dengan sebagian komitmen 28 perusahaan. Investasi swasta rencana bakal terus bertambah seiring kepastian investasi dan peluang pertumbuhan aset.
“ Groundbreaking sudah 1-6 proyek dari sekitar 28 proyek yang sudah berkomitmen. Nilai investasi swasta ini sudah mencapai Rp.51 triliun dan sebagian sudah terwujud di IKN Nusantara,” ungkap Agung Wicaksono, Deputi Bidang Pendanaan dan investasi, OIKN di Penajam Paser Utara, Kaltim, Jumat (9/8).
Agug menuturkan, para investor yang sudah terikat dengan perjanjian kerja sama ini, dicapai dengan tahapan prosedur. Saat ini, sudah 28 perusahaan dan sebagian groundbreaking dan nantinya terus bertambah hingga sekarang ini 60 perusahaan dari 64 perusahaan yang berkomitmen lainnya.
“Investor awal ini disebut sebagai investor pelopor, atau setengah merah putih, karena adanya kepastian hukum yakni UU, bahkan sudah ditindaklanjuti dengan Perpres No75/2024.”
Dalam tiga minggu terakhir perjanjian pengusahaan pemanfaatan lahan, semua lahan sudah sepakat (deal) dan memiliki kepastian hukum (secure) bagaiman muncul HGB dan sesuai hak dan kewajiban investor. “Investasi ini sudah terlihat sekarang,”tegasnya.
Beberapa contoh yang telah tuntas pembangunan, seperti Hotel Nusantara. Setelah berkunjung di IKN, investor dengan konsorsium yang dikoordinasikan dengan Sogianto Surya (Aguan) sebulan selanjutnya langsung groundbreaking. Setelah setahun lalu, pembangunan sekarang Hotel Nusantara sudah berdiri dan beroperasi di IKN pada Agustus 2024 ini.“Dengan ini merupakan wujud nyata invetasi para investor di IKN.”
Investor selanjutnya, adalah RS Hermina sebagai salah satu investasi dari tiga Rumah Sakit. Investor rumah sakit Hermina ini, sudah berkomitmen jauh hari yakni tahun 2022 saat launching IKN awalnya.
“Groundbreaking sudah dilakukan dan sekarang terlihat proyek berjalan pada Agustus 2024 ini. Ini bukti janji para investor direalisasikan.”
Menurut Agung, investor diberikan hal guna hingga 80 tahun dengan beberapa tahapan evaluasi. Hal ini sesuai dengan aturan yang tertuang dalam UU, Perpres dan bahkan PP yang saat tengah disempurnakan. Selain itu, lanjut Agung Wicaksono, sudah berjalan pembangunan RS Mayapada di area 1B. Investor sudah sepakat dengan dituangkan melalui Perjanjian Kerja Sama (PKS).
Agung Wicaksono menuturkan, di sektor transportasi sudah ada Blubird yang berkomitmen investasi terhadap transportasia umum seperti bus dan taxi di wilayah IKN Nusantara. Untuk sementara, tersedia sebanyak 5 bus listrik yang beroperasi.Sedangkan untuk Taxi listrik sudah beroperasi di IKN dan Balikpapan. “Investor ini juga berkomitmen terhadap lingkungan dengan mengusung go green dan langit biru.”
Agung menambahkan, di IKn juga telah disiapkan Pembangkit Listrik Bertenaga Surya (PLTS). Hal ini direalisasikan melalui penugasan PT PLN (Persero) dan PT Pertamina. Tahap awal sudah tersedia pembangkit listrik kapasitas 10 MW dan akan ditingkatkan menjadi 50 MW.
”Penyediaan PLTS ini juga melalui BUMN dengan kerjasama investor asing dari Singapura. Sedangkan Hotel Nusantara juga bekerjasama degan Accord Group, jadi sudah ada invetasi asing di IKN.”/









































