www.bisnistoday.co.id
Sabtu , 13 Juni 2026
Home EKONOMI Ekonomi Rakyat KemenKopUKM Apresiasi Program Pertamina UMK Academy
Ekonomi Rakyat

KemenKopUKM Apresiasi Program Pertamina UMK Academy

Social Media

JAKARTA, Bisnistoday – Menteri Koperasi dan UKM (MenKopUKM), Teten Masduki mengapresiasi ajang Pertamina UMK Academy 2024 karena dinilai sejalan dengan program pemerintah untuk mendorong pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) agar berdaya saing tinggi dan terus berkembang.

Menteri Teten menyatakan Program Pertamina UMK Academy 2024 terbukti efektif mendorong kemajuan sektor usaha mikro kecil (UMK) di Indonesia dimana selama program berjalan telah terlibat lebih dari 8.200 pelaku usaha. Dari program ini juga telah lahir banyak UMK yang meningkat usahanya dan mampu bersaing di pasar yang lebih luas.

“Saya memberikan apresiasi yang sebesar-besarnya kepada Pertamina yang telah lama membina lebih dari 66 ribu mitra binaan sejak tahun 1993. Ini menunjukkan dedikasi luar biasa untuk meningkatkan ekonomi rakyat,” kata Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki dalam sambutannya secara virtual pada acara Kick Off Program Pertamina UMK Academy 2024, Kamis (29/08).

Di Indonesia, sampai saat ini struktur ekonomi didominasi oleh pelaku usaha mikro dengan karakteristik informal yang skala ekonominya hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan harian semata. Akibatnya sulit bagi sektor usaha mikro ini untuk bisa naik kelas dan bersaing di pasar lokal apalagi global.

“Hari ini kita sudah 30 tahun menjadi negara berkembang dan banyak negara yang gagal memperbaiki struktur ekonomi dengan lebih berkualitas karena karakteristik UMKM mayoritas informal dan tidak terhubung dengan market atau industri,” kata Menteri Teten.

Permasalahan lain, ujar Menteri Teten, UMKM di Indonesia masih kesulitan mengakses pembiayaan terutama dari lembaga keuangan formal atau perbankan. Hal ini karena skema pembiayaan dari perbankan masih konvensional yang mengutamakan adanya jaminan. Padahal pelaku UMKM khususnya sektor mikro mayoritas tidak memiliki aset yang bisa digunakan sebagai agunan atau kolateral.

“Ini bedanya dengan UMKM di Korea Selatan dan Jepang. UMKM kita sulit mendapat pembiayaan karena berisiko NPL (non performing loan/ kredit macet) yang sangat tinggi. Ini tantangan terbesarnya karena itu hampir separuh dari UMKM kita belum terhubung ke perbankan,” kata Menteri Teten.

Untuk itu KemenKopUKM sedang berupaya mendorong skema pembiayaan bagi UMKM dengan skema credit scoring sehingga memungkinkan pelaku usaha khususnya sektor mikro untuk mendapat kemudahan akses pembiayaan. Dengan skema ini, lembaga perbankan tidak harus meminta jaminan tetapi hanya perlu membaca data rekam jejak kinerja usahanya.

“Kami menggunakan metode ini dan sudah kami uji cobakan. Ternyata banyak UMKM atau sekitar 70 persen layak menerima kredit, selama ini mereka tidak terjangkau karena sebagian besar perbankan hanya menggunakan data history kredit,” kata Menteri Teten.

KemenKopUKM sedang menjalin kolaborasi dengan venture capital, aggregator, hingga securities crowd funding (SCF) untuk memudahkan akses pembiayaan dan pendampingan bagi UMKM. Dengan strategi ini diharapkan semakin memperbesar peluang UMKM untuk bisa naik kelas dan berkembang. UMKM bisa mendapatkan akses pembiayaan hingga mencapai Rp10 miliar melalui skema ini.

Baca juga:Genjot Daya Saing Brand Lokal Lewat Program Pengembangan Brand Indonesia

“Kami juga bekerja sama dengan BEI (Bursa Efek Indonesia) untuk mempercepat UMKM yang sudah memiliki aset 50 miliar untuk go public atau mendapatkan pembiayaan yang lebih murah dari bursa,” ucap Menteri Teten.

Program SDGs

Sementara itu Corporate Secretary Pertamina, Brahmantya Satyamurti Poerwadi, mengatakan program Pertamina UMK Academy 2024 ini digelar sebagai wujud penerapan program SDGs poin 8 yang berisikan tentang upaya penciptaan lapangan kerja yang berkualitas dalam rangka mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

Tujuan dari program ini, kata dia, adalah membina mitra UMKM Pertamina yang terpilih untuk bisa semakin cepat naik kelas. Selain itu juga untuk memastikan para mitra binaan mendapat kesempatan yang lebih luas dalam memasarkan produknya serta untuk meningkatkan SDM agar lebih unggul.

“Melalui kegiatan ini usaha dari UMKM bisa semakin sukses, jumlah lapangan kerja meningkat, kapasitas usaha atau omzet terus bertambah, serta mampu memperluas pemasaran hingga ke luar daerah bahkan ekspor,” kata Brahmantya.

Pertamina sebagai BUMN Energi nasional akan terus melanjutkan program pembinaan dan pendampingan terhadap UMKM sebagai bagian dari pelaksanaan Tanggung Jawab Sosial Lingkungan (TJSL) yang dimandatkan pemerintah. Program ini menjadi agenda kelima yang dijalankan perseroan untuk mendukung akselerasi pertumbuhan UMKM yang berdaya saing tinggi di pasar domestik maupun internasional.

“Babak lanjutan dari program ini adalah Pertaprenuer aggregator yang merupakan upaya meningkatkan pola pikir para entrepreneur dengan karakteristik work integrator sebagai upaya menciptakan pertumbuhan UMKM berdaya saing tinggi,” kata Brahmantya./

 

Arsip

Beritasatu Network

BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

Ekonomi Rakyat

BRILink Urban: Menjawab Kebutuhan Transaksi Cepat di Kota Bandung

BANDUNG, Bisnistoday - Kebutuhan layanan keuangan masyarakat kini tidak selalu harus dipenuhi...

Peninjauan lokasi lahan PTPN I Regional 7, yang akan ditanami sorgum di Kebun Rejosari, Natar, Lampung Selatan.(dok:PTPN)
Ekonomi Rakyat

PTPN I Dukung Penuh Percepatan Ketahanan Energi Nasional

JAKARTA, Bisnistoday – Ketahanan pangan dan energi merupakan salah satu program pemerintah....

Wamendag
Ekonomi Rakyat

Wamendag Roro Dukung Digitalisasi UMKM Merebut Pasar Global

BALI, Bisnistoday  – Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti Widya Putri mendukung...

Upacara Peringatan Hari Pancasila di lingkungan PTPN (dok: PTPN)
Ekonomi Rakyat

PTPN Terapkan Nilai-Nilai Pancasila Sebagai Etos Kerja Perusahaan

JAKARTA, Bisnistoday – PT Perkebunan Nusantara I (Persero) berkomitmen mengaktualisasikan nilai-nilai Pancasila...