www.bisnistoday.co.id
Sabtu , 20 Juni 2026
Home LIFESTYLE Komal Bung Iful: Upaya Penggulingan Erick Thohir Ternyata Nyata
LIFESTYLESport & Health

Komal Bung Iful: Upaya Penggulingan Erick Thohir Ternyata Nyata

Komal Bung Iful Upaya Penggulingan Erick Thohir Ternyata Nyata
Ketua Umum PSSI Erick Thohir dan pencapaian pelatih baru John Herdman.
Social Media

JAKARTA, BisnisToday – Kabut tebal tengah menyelimuti kursi tertinggi federasi sepak bola Indonesia, PSSI.Sebuah gelombang serangan yang dinilai terstruktur, sistematis, dan masif kini mengarah tepat ke jantung kepemimpinan Erick Thohir (ET).

Mulai dari isu aliran dana fantastis dari Arab Saudi sebesar Rp 18 triliun hingga orkestrasi narasi di media sosial.Semuanya bermuara pada satu titik: desakan agar sang Ketua Umum menanggalkan jabatannya.

Dalam diskusi hangat yang berkembang di ruang publik virtual “Komal TikTok Bung Iful”, sejumlah narasumber membongkar upaya pembunuhan karakter terhadap Erick Thohir pasca-kegagalan Timnas melaju ke Piala Dunia 2026.

Hoaks Rp 18 Triliun dan Akuntabilitas IKN

Trabas, salah satu nara sumber dalam Komal tersebut mengungkapkan dengan tegas menepis isu miring mengenai dana bantuan Arab Saudi sebesar Rp 18 triliun yang disebut-sebut masuk ke kantong pribadi ET.

Ia menantang pihak penyebar isu untuk membuktikan mekanisme transfer dan aliran dana tersebut.“Itu adalah isu yang sengaja dilontarkan pihak tidak bertanggung jawab. Sangat absurd,” ujar Trabas, Senin (5/1/2026).

Ia menekankan bahwa dana bantuan FIFA yang masuk ke Indonesia dikelola secara transparan dan terimplementasi nyata pada pembangunan training ground di Ibu Kota Nusantara (IKN).“Akuntabilitasnya jelas, diaudit oleh pihak ketiga. Gila bola itu harus berani keluar duit, bukan sebaliknya,” tambahnya.

Syahwat STY dan Narasi Satu Gerbong:

Benang merah dari kegaduhan ini diduga kuat berkaitan dengan masa depan Shin Tae-yong (STY).Pasca-pintu tertutup bagi pelatih asal Korea Selatan tersebut, muncul serangan sporadis yang mencoba menekan Erick Thohir agar kembali memanggil sang pelatih idola.

Awan, narasumber lainnya, menyoroti fenomena “podcast satu gerbong” yang dinilai tidak sehat bagi demokrasi sepak bola. Ia menduga adanya kepentingan komersial dan agensi di balik masifnya konten-konten yang menyudutkan PSSI “Diskusi hanya satu gerbong, tidak ada pro dan kontra seperti di televisi,” jelasnya.

Narasinya lemah, bahkan ada kecurigaan bahwa mereka yang hadir di podcast tertentu dibayar.“Ini simbiosis mutualisme demi cuan, bukan karena peduli sepak bola,” ungkap Awan dengan nada getir.

Senada dengan Awan, Faitan menyebut ada keterlibatan agensi yang memanfaatkan popularitas artis Korea demi menyuarakan kepentingan STY. Namun, hal itu dinilai kontraproduktif mengingat reputasi STY yang sempat mengalami pemecatan di tempat lain.

Sementara itu, salah satu akun yang mengatasnamakan Milisi Kecoa menegaskan bahwa peluang STY di klub luar negeri pun kian tertutup, termasuk kabar keterkaitannya dengan Selangor FC yang ternyata sudah memiliki pelatih lain.

Duri Dalam Daging di Tubuh PSSI

Analisis yang lebih mengejutkan datang dari Ady dan Bonzi. Mereka mencium adanya dinamika internal di tubuh PSSI yang goyang.Ady mensinyalir adanya oknum di dalam federasi yang tidak sejalan dengan kepemimpinan ET. “Ada upaya menggulingkan ET, bahkan sebelum masa jabatannya berakhir,” kata dia.“Selama RI 1 masih mempercayai ET, serangan ini akan terus menjadi ngeri-ngeri sedap.”

“Tapi ingat, jika pelatih baru nanti bisa membawa juara AFF atau lolos Piala Asia, semua suara sumbang ini akan terdiam dengan sendirinya,” tegas Ady.

Sementara MasTayub, yang merasa geli dengan hiruk-pikuk ini, mengibaratkan para pengkritik tak berdasar tersebut sebagai orang yang hanyut di sungai. “Mereka meraih apa pun agar tidak tenggelam, meski itu hanya sebuah hoaks,” kata dia.

Ia mengingatkan bahwa reputasi internasional Erick Thohir, mulai dari kepemilikan Oxford United hingga sejarahnya di Inter Milan, sangat dihormati oleh legenda sepak bola dunia seperti Massimo Moratti. “Erick mengurusi media saja sudah untung banyak, mengurus PSSI ini justru dia lebih banyak ruginya demi cinta olahraga,” jelasnya.

Menanti Pembuktian di Lapangan

Diskusi ditutup dengan sebuah refleksi bahwa PSSI saat ini tengah melewati masa kritis. Sosok John Herdman yang mulai digoreng dengan narasi skandal oleh akun-akun bola tertentu menjadi bukti bahwa setiap langkah ET akan selalu dihadang tembok skeptisisme.

Namun, bagi publik yang jernih melihat situasi, pergantian pelatih atau dinamika organisasi adalah hal lumrah.PSSI di bawah Erick Thohir kini berdiri di persimpangan, tetap tegak dengan transformasi yang dibawa, atau goyah oleh kebisingan (noise) yang sengaja dipelihara oleh mereka yang sakit hati.“Biarkan waktu yang menjawab. Nanti mereka akan diam sendiri,” tutup Ady.

Arsip

Beritasatu Network

BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

Medical and Scientific Affairs Director Sarihusada, Ray Wagiu Basrowi
Sport & Health

Waspada! Alergi Susu Sapi Pada Anak Dapat Menyebabkan Stunting

Jakarta, Bisnistoday – Alergi protein susu sapi (APSS) merupakan salah satu kondisi...

Lionel Messi dan kedua orang tuanya. (dok: Instagram)
Sport & Health

Keluarga Jelaskan Kondisi Kesehatan Ayah Lionel Messi

JAKARTA, Bisnistoday - Di tengah meningkatnya spekulasi dalam beberapa hari terakhir mengenai...

Luiz Diaz (doksportsnet.ca/AP)
Sport & Health

Luiz Diaz Tampil Gemilang, Kolombia Bungkam Uzbekistan

JAKARTA, Bisnistoday:  Pemain sayap Kolombia, Luis Diaz, tampil memukau di Stadion Azteca...

Kapten Timnas Inggris Harry Kane (dok:x.com/Fabrio Romano)
Sport & Health

Inggris Tekuk Kroasia, Harry Kane Samai Rekor Gary Lineker

JAKARTA, Bisnistoday - Harry Kane mencetak dua gol saat Inggris mengalahkan Krosia...