JAKARTA, Bisnistoday- Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditrasaksikan antarbank di Jakarta pada awal pekan, Senin (21/3) menguat tipis sebesar 3 poin ke posisi Rp14.3337 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelunya yang berada di Rp14.340 per dolar AS.
Pergerakan rupiah dipengeruhi keputusan The Fed yang menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basispoin menjadi 0,5 persen, dan Bank Indonesia yang tetap mempertahankan BI 7DRRR di level 3,5 persen. Selain itu, pelaku pasar juga menanti perkembangan konflik antara Rusia dan Ukraina.
“Rupiah kelihatannya bergerak dalam mode konsolidasi hari ini. Pergerakannya cukup tipis,” kata pengamat pasar uang, Ariston Tjendra seperti dilansir Antara,
Menurut Ariston, pelaku pasar mungkin menunggu sentimen atau perkembangan baru untuk menggerakkan harga. “Mungkin menunggu perkembangan baru dari perundingan Rusia-Ukraina,” ujarnya.
Sementara itu, sejumlah sentimen positif dalam negeri mendukung pergerakan rupiah menguat dan relatif stabil terhadap dolar. “Surplus neraca perdagangan RI, aktivitas ekonomi yang diperlonggar, penularan Covid-19 yang mereda, optimisme BI terhadap pertumbuhan ekonomi RI, mampu menjaga penguatan rupiah terhadap dolar AS,” kata Ariston.
Rupiah pada pagi hari dibuka menguat ke posisi Rp14.338 per dolar AS. Sepanjang hari rupiah bergerak di kisaran Rp14.328 per dolar AS hingga Rp14.353 per dolar AS.
Sementara itu, kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada Senin melemah ke posisi Rp14.341 per dolar AS dibandingkan posisi hari sebelumnya Rp14.340 per dolar AS./









































