TANGERANG, Bisnistoday – Lakon Store sukses memukau penonton di hari terakhir JF3 Fashion Festival 2025 dengan koleksi bertajuk ‘P.S I Love You’ di Summarecon Mall Serpong, Tangerang. Koleksi ini mengeksplorasi koneksi emosional manusia melalui fesyen, menggabungkan kerinduan, kebangkitan diri, hingga cinta yang penuh rahasia.
“Kami ingin menunjukkan bahwa cinta bukan sekadar emosi, tapi gerakan, ingatan, dan harapan yang terjahit dalam setiap detail busana,” ungkap Arsya Prasetiawan, Merchandiser Lakon Store, saat konferensi pers, akhir pekan kemarin.
Lima subtema—Saudade, Rebirth, Eternal Flame, Shadowed Love, dan Savage Love—diterjemahkan lewat warna, motif, dan siluet yang dinamis. Kelima tema ini diterjemahkan ke dalam palet warna yang sarat makna, motif simbolik, tekstur yang kaya, dan siluet yang dinamis—menggabungkan kelembutan dan ketegasan dalam satu kesatuan visual yang intens dan emosional.
Arsya menambahkan, cinta bukanlah satu emosi tunggal, melainkan gerakan, ingatan, ketegangan, kehangatan, dan harapan. Semuanya terjahit dalam setiap detail, menjadikan setiap koleksi sebagai jendela untuk merasakan ragam bentuk cinta yang membentuk diri kita sebagai manusia.
Sementara itu, Brian Sutedja, Founder Oxford Society, meluncurkan koleksi perdana ‘Unowned Love’, terinspirasi busana kantor klasik dengan sentuhan modern. “Kami ingin menampilkan keanggunan yang tenang namun intim,” jelas Brian tentang kolaborasi editorial pertamanya dengan Lakon Store.
Lakon Store dan By Dree menyajikan koleksi denim dalam subtema Saudade, simbol kekuatan dan kesederhanaan. “Perempuan harus percaya diri, bukan sekadar bergaya,” tegas Faustina, Founder By Dree, tentang pesan koleksi ini.
Penampilan lain, Saroengan menghadirkan koleksi “Bayang”, mengeksplorasi sarung sebagai identitas budaya yang hidup. “Tradisi bukan artefak mati, tapi sesuatu yang dipilih dan dihidupkan kembali,” kata Yaafi, Founder Saroengan.
Kemudian, Senja Sore tampil dengan koleksi ‘Bara’ dominan merah-hitam, simbol cinta membara dan kedalaman emosi. “Warna adalah bahasa perasaan,” ujar Philant, Founder Senja Sore, tentang penggunaan kain tradisional Lasem hingga Yogyakarta.
Seluruh koleksi menggunakan kain hasil tangan pengrajin lokal dari Lasem, Bali, Tuban, hingga Pekalongan. Lakon Store berkomitmen memadukan estetika modern dengan warisan budaya Nusantara yang kaya.


