Keindahan alam pantai Motadikin tetap memantik keinginan para wisatawan datang ke sana walaupun fasilitas pendukung belum sempurna layaknya objek wisata pantai di daerah lainnya.
Memang pantai Motadikin telah berubah bentuk. Badai Seroja yang disertai banjir bandang Sungai Benenain di Kabupaten Malaka pada tanggal 4 April 2021 masih berbekas hingga saat ini.
Sulit untuk membayangkan bahwa banjir setinggi dada orang dewasa itu, merusak rumah warga, termasuk menghanyutkan harta benda,ternak serta merusak lahan pertanian di sekitarnya.
Namun di balik bencana alam yang dasyat ini, ada fenomena alam yang tak pernah disangka-sangka. Kawasan Pantai Motadikin di Desa Fahiluka, Kecamatan Malaka Tengah, Kabupaten Malaka itu “kedatangan tamu istimewa”. Yakni munculnya muara baru .
Sebelum bencana datang, kawasan Pantai Motadikin yang terletak di selatan Timor atau sekitar 15 Kilometer dari Betun, Ibu kota Malaka, itu hanyalah hamparan tanah rata yang ditumbuhi pohon cemara dan rumput hijau.
Selain itu terdapat lopo-lopo yang dibangun pemerintah Malaka untuk tempat bernaung para wisatawan. Ada pula kawasan “Taman Langit” yang disediakan oleh pemiliknya dengan asesoris pernak pernik hiasan untuk pengunjung berselfie ria.
Muara baru itu terletak di bagian Timur dan Barat Pantai Motadikin.
Akibat badai Seroja tembok penahan gelombang laut sebagian roboh sehingga terjadi muara yang menjorok ke daratan sepanjang sekitar 200 meter. Muncul danau-danau kecil. Muara baru ini membentuk alur bercabang-cabang. Saat gelombang laut pasang, arus menerobos semua alur yang hadir secara alamiah itu. Itulah pemandangan baru di pantai ini pasca bencana Seroja.
Pantai Motadikin memiliki hamparan pasir putih yang indah
Sepanjang bibir pantai dihuni sekitar 220 keluarga. Mereka adalah petani-nelayan lokal dan warga dari luar. Wisawatan bisa melihat secara langsung bagaimana nelayan nelayan tradisional itu menangkap ikan dan melakukan transaksi tangkapan ikan segar dengan para pembeli secara langsung di pantai ini.
Pantai yang berlokasi di desa Fahiluka itu tetap menjadi tempat berlibur warga sekitarnya dan masih tetap digemari.
Jarak tempuh pantai Motadikin juga tak jauh dari kota Betun hanya sekitar 9,7 km. Pasir halus berwarna kecoklatan nan bersih air biru murni tetap membuatnya menjadi tujuan populer di kalangan wisatawan.
Publik berharap pemerintah Kabupaten Malaka, khususnya Dinas Pariwisata segera merenovasi kembali pantai ini.
Sampai sekarang dari semua bangunan lopo lopo itu belum diperbaiki oleh Pemda.
Yang lebih memprihatinkan lagi adalah sampah bekas minuman plastik bertumpukan dan bersebaran di mana mana sehingga membuat kurang nyaman pengunjung.
Dinas terkait harus kembali segera menata tempat yang telah di bangun di pantai Motadikin sehingga saat wisatawan yang datang merasa nyaman dengan fasilitas yang ada. Ini juga bagian dari cara menarik simpati para wisatawan.

