JAKARTA, Bisnistoday- Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nadiem Anwar Makarim berdialog dengan Presiden Republik Indonesia (RI) Joko Widodo dalam siniar (podcast) Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2021.Dalam siniar dengan Presiden RI, Menteri Nadiem menanyakan kemajuan dunia pendidikan yang menjadi visi Presiden RI.
“Pendidikan yang berkualitas dan kompetitif untuk semua. Inklusif sampai ke pinggiran, ke pelosok desa, ke pelosok Tanah Air,” jawab Presiden RI dalam keterangan persnya di Jakarta, Minggu (2/4).
Kepala Negara menanyakan apa saja yang telah dilakukan Menteri Nadiem untuk mencapai pendidikan yang berkualitas. “Banyak terobosan penting Merdeka Belajar yang diluncurkan di masa pandemi,” tanggap Nadiem.
Nadiem menjelaskan soal Merdeka Belajar episode pertama, dimana salah satu dari empat pokok kebijkan yang diubah adalah digantinya Ujian Nasional (UN) menjadi Asesmen Nasional (AN).
“Untuk pertama kalinya dalam sejarah Indonesia, kita akan mengadakan survei karakter, dimana nilai-nilai Pancasila dapat kita ukur dan kuantifikasi per sekolah. Isu-isu seperti intoleransi, kekerasan seksual, dan perundungan dapat kita ukur dan menjadi salah satu program big data pertama Indonesia,” jelasnya.
Baca juga : Hardiknas 2021: Maju Serentak, Wujudkan Merdeka Belajar
Nadiem juga bercerita tentang Merdeka Belajar episode kedua: Kampus Merdeka, Merdeka Belajar episode ketiga, dimana skema dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) kini semakin terasa manfaatnya, Merdeka Belajar episode kelima: Guru Penggerak, dan Merdeka Belajar episode keenam: Transformasi dana pemerintah untuk pendidikan tinggi.
Presiden RI menekankan bahwa Indonesia adalah negara besar sehingga kebutuhannya pasti beragam. Menanggapi hal tersebut, Menteri Nadiem mengingat apa yang pernah disampaikan Kepala Negara kepada dirinya dulu, “keseragaman belum tentu keadilan”.
Arahan Presiden RI itulah yang mendorong Menteri Nadiem mengeluarkan sejumlah kebijakan yang lebih afirmatif dan berkeadilan sosial seperti Merdeka Belajar episode Kesembilan Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah Merdeka dan dana BOS majemuk.
Kepala Negara mengakui bahwa kebijakan-kebijakan Merdeka Belajar sangat baik. “Bagus sekali. Inilah perubahan. Inilah lompatan yang sudah lama ingin kita lakukan,” tandas Presiden RI.
Berani Berbuat
Kepada Menteri Nadiem, Presiden RI banyak bercerita tentang karakternya sebagai pelajar dulu yang manfaatnya dirasa hingga sekarang. “Saya selalu belajar dari kesalahan, tidak pernah putus asa, dan saya senang berkompetisi,” sebutnya.
Presiden RI menyampaikan bahwa sifat-sifat itu lah yang membuatnya berani memulai berwirausaha sebelum akhirnya menjadi pejabat publik. “Kalau kita tidak berani berbuat sesuatu yang kita tahu akan baik untuk perkembangan diri, bahkan baik untuk sesama, kita tidak akan pernah maju,” terang Presiden RI.
Kepala Negara juga bercerita tentang aktivitasnya sebagai anggota pencinta alam. “Belajar bisa di mana saja. Di alam pun kita bisa belajar. Pendidikan yang kita peroleh di luar ruang kelas, sama pentingnya dengan yang kita peroleh di dalam ruang kelas,” ujarnya.
Menutup siniar dengan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nadiem Anwar Makarim, Presiden RI Joko Widodo menyampaikan pesan penyemangatnya kepada seluruh insan pendidikan. “Jangan berhenti belajar walau sedang pandemi. Jadilah pembelajar sejati. Ilmu dari sekolah atau kampus bisa menjadi suatu yang usang. Tapi kalau selalu belajar sepanjang hayat, ilmu akan terus bisa relevan,” tutup Presiden RI./



