JAKARTA, Bisnistoday – Presiden Prabowo Subianto menegaskan optimisme pemerintah terhadap arah perekonomian nasional saat menyampaikan Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal RAPBN 2027 dalam Sidang Paripurna DPR RI, Rabu (20/5). Pemerintah menilai berbagai program strategis mulai menunjukkan hasil nyata, mulai dari ketahanan pangan, investasi, hingga penciptaan lapangan kerja baru.
Dalam pidatonya, Presiden menyoroti capaian cadangan beras nasional yang disebut mencapai level tertinggi sepanjang sejarah Indonesia. Pemerintah mencatat stok cadangan beras kini menembus 5,3 juta ton, meningkat tajam dibandingkan akhir 2025 sebesar 3,25 juta ton.
“Produksi kita tertinggi selama sejarah Republik Indonesia. Cadangan beras yang kita kuasai sekarang sudah lebih dari 5,3 juta ton,” ujar Prabowo di hadapan anggota DPR RI.
Pemerintah juga mengklaim berhasil memperkuat distribusi pupuk subsidi dengan menurunkan harga pupuk hingga 20 persen. Kebijakan tersebut dinilai menjadi langkah penting menjaga produktivitas sektor pertanian di tengah tekanan harga pangan global.
Selain sektor pangan, Presiden menyoroti pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang kini disebut telah menjangkau 62,4 juta penerima setiap hari. Program tersebut mencakup balita, ibu hamil, hingga ibu menyusui sebagai bagian dari strategi peningkatan kualitas sumber daya manusia nasional.
Di bidang investasi, pemerintah menempatkan Danantara sebagai instrumen baru pembiayaan pembangunan dan industrialisasi nasional. Dana kedaulatan tersebut diharapkan mampu mempercepat pembangunan sektor strategis dan pengelolaan aset negara yang lebih produktif.
“Kita harus bikin mobil kita sendiri, motor kita sendiri, televisi, komputer, handphone kita sendiri. Kita tidak boleh hanya jadi pasar untuk bangsa lain,” tegas Presiden.
Kebijakan Semakin Fokus
Pernyataan tersebut menegaskan arah kebijakan pemerintah yang semakin fokus pada hilirisasi industri dan penguatan manufaktur domestik. Pemerintah menilai ketergantungan terhadap impor harus dikurangi agar Indonesia memiliki daya saing industri yang lebih kuat.
Presiden juga menyampaikan bahwa realisasi investasi sepanjang 2025 telah menciptakan sekitar 2,7 juta lapangan kerja baru. Pemerintah optimistis program koperasi desa dan investasi nasional akan menjadi motor baru pertumbuhan ekonomi berbasis kerakyatan.
Ekonom menilai pidato Presiden menunjukkan upaya pemerintah menjaga optimisme publik di tengah tantangan global yang masih dibayangi perlambatan ekonomi dunia, gejolak geopolitik, serta tekanan fiskal berbagai negara berkembang. Namun tantangan terbesar tetap berada pada konsistensi implementasi kebijakan agar target industrialisasi dan pemerataan ekonomi benar-benar dapat dirasakan masyarakat luas./


