www.bisnistoday.co.id
Sabtu , 13 Juni 2026
Home BURSA & KORPORASI Bursa The Fed Diprediksi Masih Agresif Naikkan Suku Bunga, Kurs Rupiah Melemah
BursaBURSA & KORPORASI

The Fed Diprediksi Masih Agresif Naikkan Suku Bunga, Kurs Rupiah Melemah

Rupiah melemah
Kurs rupiah terhadap dolar AS pada perdagangan Rabu (24/07) ditutup melemah tipis
Social Media

JAKARTA, Bisnistoday- Pelaku pasar memprediksikan bank sentral Amerika Serikat (AS), The Fed masih akan agresif menaikkan suku bunganya. Kurs rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Selasa (25/10) melemah 37 poin ke posisi Rp15.623 per dolar AS dibandingkan posisi penutupan perdagangan hari sebelumnya yang berada di Rp15.586 per dolar AS.

Tim Riset Monex Investindo Futures dalam kajiannya di Jakarta, Selasa (25/10) menyebutkan, The Fed diekspektasikan masih akan menaikkan suku bunga pada pertemuan 3 November mendatang.

Masih tingginya inflasi, mendukung beberapa pendapat hawkish bahwa The Fed harus menaikkan tingkat suku bunga acuan sebesar 75 basis poin kembali pada pertemuan nanti, seperti yang sudah dilakukan pada tiga pertemuan sebelumnya.

Kendati demikian, beberapa pejabat The Fed lainnya, menyuarakan kekhawatiran langkah agresif yang sudah diambil The Fed dapat menyebabkan kelumpuhan ekonomi dan memperburuk kondisi ekonomi AS bila masih berlanjut.

Aktivitas bisnis AS mengalami kontraksi untuk bulan keempat pada Oktober, dengan perusahaan-perusahaan manufaktur dan jasa-jasa mengatakan dalam survei bulanan S&P Global terhadap manajer pembelian yang diterbitkan pada Senin (24/10) bahwa permintaan klien turun.

Pelemahan itu dapat mengindikasikan bahwa kenaikan suku bunga Fed untuk melawan inflasi telah berhasil dan mungkin membujuknya untuk memperlambat kebijakan kenaikan suku bunganya.

Pelaku pasar juga menantikan rilis data house price index dan CB consumer confidence AS pada Selasa malam nanti.

Rupiah pada pagi hari dibuka melemah ke posisi Rp15.590 per dolar AS. Sepanjang hari rupiah bergerak di kisaran Rp15.590 per dolar AS hingga Rp15.623 per dolar AS.

Sementara itu, kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia pada Senin melemah ke posisi Rp15.616 per dolar AS dibandingkan posisi hari sebelumnya Rp15.590 per dolar AS./

Arsip

Beritasatu Network

BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

IHSG ditutup menguat
Bursa

Aksi Selektif Saham Murah, IHSG Kembali Menguat Signifikan

JAKARTA, Bisnistoday – Relatif rendahnya saham yang berfundamental meyakinkan, dengan harga yang...

Saham AS
BursaHEADLINE NEWS

Pasar Saham Masih Dibayangi Risiko Tinggi Walau Ada Upaya Dongkrak Carry Rupiah

JAKARTA, Bisnistoday – Pelaku pasar memperhatikan serius tawaran pemerintah dalam hal ini...

GEDUNG BEI
BursaHEADLINE NEWS

Tekanan Jual Asing Masih Kuat di Pasar Saham

JAKARTA, Bisnistoday – Tekanan jual (net sell) investor asing di pasar saham...

BURSA & KORPORASIKorporasi

BRI Life Perkuat Sinergi dengan Mitra Strategis

JAKARTA, Bisnistoday - PT Asuransi BRI Life (BRI Life) memberikan apresiasi kepada...