JAKARTA, Bisnistoday – Wakil Menteri Pekerjaan Umum (Wamen PU), Diana Kusumastuti mengajak para kontraktor yang tergabung dalam Gabungan Perusahaan Konstruksi Nasional Indonesia (Gapeksindo) sebagai mitra strategis dalam mendukung pembangunan infrastruktur. Dukungan kontraktor yang berkualitas serta solid sangat dibutuhkan dalam mewujudkan program Nawacita Presiden Prabowo.
Hal tersebut diungkapkan oleh Diana Kusumastuti saat pembukaan Musyawarah Nasional VI, Gabungan Perusahaan Konstruksi Nasional Indonesia (Gapeksindo) dengan tema “Migitasi Badan Usaha Jasa Konstruksi Tengah Efisiensi” yang diselenggarakan di Hotel Maryline Park Jakarta, di Jakarta Pusat, Kamis (12/6).
Sesuai visi misi Kementerian PU, bahwa terwujudnya Indonesia Maju dalam Mendukung Fondasi Indonesia Emas 2045 melalui Penyelenggaraan Infrastruktur Pekerjaan Umum yang Andal dan Berkelanjutan. “Nah untuk mencapai itu, dibutuhkan sasaran yang optimal yakni terangkum dalam 608,” urainya.
Diana mengutarkaan, bahwa angka 6 merupakan target ICOR dengan mengupayakan efektifitas investasi infrastruktur di Indonesia. Sedangkan angka 0 adalah target menuju angka kemiskinan nol persen, sedangkan untuk 8 adalah infrastruktur yang mendorong terwujudnya target pertumbuhan ekonomi nasional yakni 8% dalam lima tahun mendatang.
Sementara, Ketua Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi (LPJK), Taufik Widjoyono mengatakan, bahwa penurunan jumlah anggota Gapeksindo merupakan hal wajar ditengah badai ekonomi global. Hanya saja, Ia mengharapkan kontraktor yang masih mampu hidup, merupakan kontraktor yang teruji.
“Gapeksindo anggota 15 ribu, namun sekarang tinggal 6 ribu perusahaan. Tidak apa-apa asalkan, angka tersebut merupakan kontraktor yang teruji. Jadi Gapeksindo bukan hanya tempat kumpul saja tetapi bagaimana asosiasi dapat memberikan layanan yang maksimal kepada anggotanya.”
Ridwan Jabir Kabid Monitoring dan Keanggotaan Gapeksindo mengharapkan bahwa Presiden Prabowo memberi perhatian terhadap kelangsungan usaha jasa kontruksi nasional. Bagitupun, tahun ini merupakan awal yang baik, dimana sebelunya jasa konstruksi ini tergoncang akibat wabah Covid.19.
“Dengan kondisi yang lebih membaik ini, diharapkan para pengusaha konstruksi optimis dan mulai bangkit kembali,” tuturnya.
Ia juga mengakui, bahwa kebijakan efisiensi yang diterapkan pemerintah akan berdampak terhadap usaha jasa konstruksi. Begitupun penerapan IT didalam industri konstruksi sehingga menjadi optimal. “Untuk efisiensi ini, memang berpengaruh terutama pada kosntraktor skala kecil, dan ditambah keberadaan IT yang maju, akan memudahkan dalam pekerjaan konstruksi.”/




