www.bisnistoday.co.id
Tuesday , 23 June 2026
Home HEADLINE NEWS Wapres Ma’ruf Amin : Ekonomi dan Keuangan Syariah Mesin Pertumbuhan Inklusif
HEADLINE NEWS

Wapres Ma’ruf Amin : Ekonomi dan Keuangan Syariah Mesin Pertumbuhan Inklusif

Ekonomi Syariah
WAPRES Ma'ruf Amin di Jakarta./
Social Media

JAKARTA, Bisnistoday – Perputaran ekonomi dan keuangan Syariah Indonesia mengalami pertumbuhan pesat. Dalam lima tahun terakhir peringkat ekonomi dan keuangan syariah Indonesia di tingkat global terus meningkat dari posisi ke 10 naik ke posisi ke 3. Ekonomi Syariah merupakan tumpuan pertumbuhan ekonomi inklusif Indonesia.

“Ekonomi dan keuangan syariah menjadi arus baru ekonomi nasional dan mesin pertumbuhan ekonomi yang inklusif karena prinsip-prinsipnya yang mengedepankan keadilan dan pemerataan, kesejahteraan dan dapat diterima oleh kalangan manapun,” ungkap Wapres RI, KH Ma’ruf Amin, saat membuka seminar bertajuk ‘’Sharia Economy and Finance: Policies for the Prabowo Government”di Jakarta, Selasa (3/9).

Wapres mengatakan, ekonomi keuangan syariah di Indonesia dimulai dari berdirinya lembaga perbankan syariah pada awal 1990an. Dalam 5 tahun terakhir peringkat ekonomi dan keuangan syariah Indonesia di tingkat global terus meningkat. Indonesia juga berhasil mempertahankan posisi kedua dari sektor makanan halal, dan posisi ketiga dari sektor design muslim.“Bahkan pada 2024 Indonesia berhasil meraih peringkat 1 pada global muslim travel index,” tuturnya.

Ma’ruf Amin mengutarakan, perkembangan ekonomi syariah yang pesat terlihat dari semangkin bervariasinya produk-produk keuangan berbasis syariah yang dapat dinikmati masyarakat seperti asuransi, obligasi syariah bahkan pembiayaan usaha ber basis Syariah.

Pemerintah, lanjut Wapres, terus memacu perkembangan ekonomi syariah melalui penguatan infrastruktur dan ekosistem. Program ekonomi syariah tidak hanya bergulir di tingkat pusat namun juga di daerah melalui kelembagaan komite daerah ekonomi keuangan syariah (KDEKS).

Pada 2020 Indonesia mulai membangun komite nasional ekonomi dan keuangan syariah (KMEKS) yang diketuai oleh presiden, wakil ketua dan ketua harian Wakil presiden, sekretaris menteri keuangan dan menko-menko dan menteri terkait.

Ia menambahkan, sejak tahun 2020 fokus pengembangan ekonomi syariah yang semula hanya pada sektor keuangan, dikembangkan menjadi 4 fokus yakni, industri keuangan, industri halal dan dana sosial syariah, infak zakat shadaqoh dan wakaf dan pengembangan bisnis dan pengembangan para pengusaha Syariah.

Didukung Sektor Unggulan

Sekarang ini, menurut Wapres M’ruf Amin, kinerja ekonomi keuangan syariah yang didorong oleh pertumbuhan sektor unggulan rantai nilai halal sebesar 3,93 persen. Bahkan sektor ini mampu menyumbang hampir 23% ekonomi nasional.

“Perkembangan ekonomi keuangan syariah juga ditandai dengan meningkatnya asset dan sertifikasi lembaga keuangan syariah, asset pasar modal syariahpun mencapai hampir 20% dari total asset pasar modal nasional.”

Wapres menuturkan, masa depan ekonomi dan keuangan syariah dalam memperbesar kapasitas ekonomi nasional sangat menjanjikan. Pada 2030 kontribusi ekonomi syariah terhadap PDB Nasional diperkirakan mencapai 10 miliar USD atau setara dengan 1,5% PDB nasional.

Selain itu ekonomi syariah di masa depan akan semakin kencang seiring perkembangan digitalisasi dan selaras dengan konsep ekonoi hijau yang mengutamakan keberlanjutan dan kelestarian lingkungan.

Begitupun, lanjut Wapres Ma’ruf, Indonesia masih menghadapi belum memadainya kerangka regulasi, minimnya insentif bagi pelaku industri halal dan kewirausahaan syariah dengan masih belum optimalnya integrasi dan sinergi industri halal, keuangan syariah dan dana sosial masyarakat.

“Padahal potensi dana sosial syariah sungguh besar, zakat saja mencapai Rp270 triliun per tahun, wakaf Rp 180-an triliun.”

Kegiatan disela seminar, yakni peresmian center for syaria economy INDEF, yang akan menjadi wadah bagi ekonom-ekonom handal dalam menyajikan kajian dan rekomendasi terhadap masa depan ekonomi syariah di tanah air.

Aset Perbankan Ekonomi Syariah

Didik J Rachbini, Rektor Univ.Paramadina mengatakan, aset perbankan ekonomi syariah mencapai Rp840 triliun, dalam waktu dekat bisa mencapai Rp1.000 triliun. Kedua, sebanyak Rp1000 triliun masih bisa berkembang dan cukup besar untuk bisa berbuat sesuatu Instrumen-instrumen yang paling penting dalam ekonomi syariah adalah perbankan, produk halal, tourisme dan seterusnya.

“Selain itu, yakni ketiga, adalah jika hotel halal ramah syariah, maka jika ada bapak-bapak menginap di hotel syariah maka para istri di rumah akan tenang. Tetapi, yang juga penting bukan hanya instrument technical bisnis manajemen, tapi instrument kebijakan politik ekonomi,” ujar Didik.

Didik menambahkan, keempat, di Indonesia diketahui tingkat kesenjangan luar biasa dari kepemilikan tanah dan asset. Pemilik tanah dan yang mengakumulasi tanah sangat besar. Maka mengapa tidak ekonomi syariah itu bisa membantu menyelesaikan masalah-masalah tersebut.//

Archives

Beritasatu Network

BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

Pelaku Usaha
HEADLINE NEWS

“Business Networking” Jembatani Pelaku Usaha dengan Negara Mitra

JAKARTA, Bisnistoday – Kementerian Perdagangan menggelar jejaring bisnis (business networking) yang mempertemukan...

Menaker
Ekonomi & BisnisHEADLINE NEWS

Menaker Yassierli : Pekerja Mesti Menyikapi Tantangan Dunia Kerja Baru

BANDUNG, Bisnistoday - Perkembangan teknologi, kecerdasan buatan (AI), otomatisasi, transformasi digital, ekonomi...

Penumpang KA
Ekonomi & BisnisHEADLINE NEWS

Diskon Tarif Transportasi Diterapkan Selama Periode Libur Sekolah 2026

JAKARTA,Bisnistoday - Sesuai arahan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto, untuk menjaga daya...

HEADLINE NEWS

Explore The Jungle Sulap Mal Ciputra Jakarta Jadi Hutan Edukatif Selama Libur Sekolah

JAKARTA, Bisnistoday — Destinasi edukatif baru bertajuk Explore The Jungle hadir di...