www.bisnistoday.co.id
Sabtu , 11 Juli 2026
Home OPINI Gagasan Importir Barang Bekas Legal dan Ilegal Melenggang, Rakyat Kecil Jadi Korban
GagasanOPINI

Importir Barang Bekas Legal dan Ilegal Melenggang, Rakyat Kecil Jadi Korban

Importir Barang Bekas Legal dan Ilegal Melenggang, Rakyat Kecil Jadi Korban
Social Media

MASALAH pelarangan impor barang bekas sebagaimana diatur dalam  Permendag tahun 2015 yang dilarang adalah pakaiaan bekas dan karung bekas. Dalam peraturan yang terbaru tahun 2022 semua barang bekas impor dilarang dengan pengecualian barang impor untuk barang bekas dari perpindahan seseorang.

Suroto

Maka dari itu, volume maupun nilai impor barang bekas dan terutama pakaian di kepabeanan menjadi sangat kecil jika dibandingkan dengan fakta lapangan atas barang barang bekas import yang diperdagangkan.

Kenapa angka impor barang bekas yang dikecualikan meningkat tajam tahun 2019 itu karena pengaruh perpindahan orang karena isu Pandemi Covid. Namun turun drastis pada tahun 2020 hingga 2022 karena mobilisasi orang sudah sedikit karena kebijakan larangan mobilisasi orang dari tiap tiap negara.

Ancaman produk dalam negeri terutama industri tekstil dan pruduk kita itu emang tidak hanya import barang bekas, tapi juga import legal dan terutama dari China yang sudah kuasai  80 persen pangsa pasar tekstil kita.

Jadi ditambah larangan impor barang bekas yang mendadak dan penuh drama yang dilakukan presiden itu yang diuntungkan adalah importir barang legal yang bisa jadi pemainnya juga importir barang ilegal.

Pemerintah dan para importir baik legal maupun ilegal itu mereka sangat paham jika penetrasi barang import ilegal benar benar dominan akan menjadi masalah isu hukum dan politik serius. Pemerintah tentu tidak mau disalahkan.

Kenapa dilakukan menjelang lebaran?. Ini agar mendapat perhatian publik secara luas. Selain para importir barang legal itu dapat menangguk untung lebih besar dalam jangka pendek. Selain agar penetrasi mereka tetap kuat karena industri dalam negeri kita dalam posisi belum siap tempur dan bahkan sudah sekarat karena miskin insentif kebijakan pemerintah.

Satu hal lagi, importir barang terutama tekstil ilegal itu belum ada satupun yang tertangkap. Hanya rakyat kecil pengecernya dan bahkan yang ditangkap itu kelasnya kuli panggul barang di pasar yang dikorbankan.

Berangkat dari analisa lapangan, importir barang legal maupun ilegal itu kenapa sulit ditangkap walaupun semua dengan mudah dapat dilacak,  sebab para importir ilegal itu bisa mudah beralih profesi sebagai importir legal.

Jadi, drama yang mendadak dilakukan pelarangan barang import ini sekali lagi yang dikorbankan adalah orang kecil. Bukan mafianya. Para mafianya tetap melenggang semua./ Oleh Suroto, Ketua Asosiasi Kader Sosio-Ekonomi Strategis (AKSES)

Arsip

Beritasatu Network

BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

Kemiskinan
Gagasan

Pengakuan Seorang Anak Tentang Kehidupan Keluarga Miskin Kota

SEJAK tahun 2021, ayah saya bekerja sebagai buruh harian lepas di Yogyakarta....

Orasi Ilmiah
Gagasan

“Dramaturgi” Dibalik Skandal Riset “Bodong”

DUNIA akademik Indonesia baru saja dihantam badai yang memalukan di panggung internasional....

Kopdes Merah Putih
Gagasan

Jangan Dipersempit, Koperasi Desa Merah Putih Mesti Dipandang Lebih Holistik

RASANYA, perlu diselaraskan dalam pemikiran koperasia atas hadirnya program Koperasi Desa /Kelurahan...

Dream Job
Gagasan

Secercah Harapan Muncul, Semoga Badai Ekonomi Segera Berlalu

BELUM LAMA INI, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengingatkan perlunya disiplin fiskal. ...