www.bisnistoday.co.id
Jumat , 17 April 2026
Home GLOBAL Amerika Serikat dan Iran gagal Mencapai Kesepakatan
GLOBAL

Amerika Serikat dan Iran gagal Mencapai Kesepakatan

Vance mengatakan salah satu poin perbedaan paling signifikan antara kedua belah pihak adalah seputar pengembangan senjata nuklir.

Perundingan AS-Iran Gagal Mencapai Kesepakatan (Foto: Ilustrasi/Unsplash.com)
AS dan Iran dikabarkan akan melakkukan gencatan senjata sementara. (Foto: Ilust
Social Media

JAKARTA, Bisnistoday – Setelah berunding kurang lebih selama 21 jam, di Islamabad, Pakistan, sejak Jumat lalu, delegasi Amerika Serikat akhirnya gagal mencapai kesepakatan dengan Iran. Kedua pihak keukeuh dengan tuntutan masing-masing.

Wakil Presiden AS JD Vance yang memimpin delegasi tersebut mengatakan Iran tidak menerima persyaratan Amerika, termasuk untuk tidak mengembangkan senjata nuklir.

“Kabar buruknya adalah kita belum mencapai kesepakatan, dan saya pikir itu kabar buruk bagi Iran jauh lebih besar daripada kabar buruk bagi Amerika Serikat,” kata Vance, seperti diwartakan Guardian, Minggu (12/4/2026).

“Jadi kita kembali ke Amerika Serikat tanpa mencapai kesepakatan. Kita telah menjelaskan dengan sangat jelas apa garis merah kita,” ujarnya.

Vance mengatakan salah satu poin perbedaan paling signifikan antara kedua belah pihak adalah seputar pengembangan senjata nuklir.

“Kita perlu melihat komitmen tegas bahwa [Iran] tidak akan membuat senjata nuklir,” katanya, “Itulah tujuan utama presiden Amerika Serikat, dan itulah yang telah kami coba capai melalui negosiasi ini.”

Kantor berita semi-resmi Iran, Tasnim, mengatakan bahwa tuntutan AS yang “berlebihan” telah menghambat tercapainya kesepakatan dan bahwa negosiasi telah berakhir.

Sebelum Vance berbicara, pemerintah Iran telah mengatakan dalam sebuah unggahan di X bahwa negosiasi akan berlanjut dan para ahli teknis dari kedua belah pihak akan bertukar dokumen.

Pembicaraan di Islamabad adalah pertemuan langsung AS-Iran pertama dalam lebih dari satu dekade dan diskusi tingkat tertinggi sejak Revolusi Islam Iran 1979.

Hasilnya dapat menentukan nasib gencatan senjata kedua pihak yang selama ini bertikai. Selain itu, perundingan ini juga penting untuk membuka kembali Selat Hormuz, jalur penting bagi sekitar 20% pasokan energi global yang telah diblokir Iran sejak perang dimulai.

Jalannya perundingan

 Menurut sumber dari Pakistan sebagai mediator, Vance, utusan khusus Steve Witkoff, dan menantu Trump, Jared Kushner, bertemu dengan ketua parlemen Iran Mohammad Baqer Qalibaf dan menteri luar negeri Abbas Araqchi selama dua jam sebelum beristirahat.

Delegasi Iran tiba pada hari Jumat dengan mengenakan pakaian hitam sebagai tanda berkabung atas almarhum pemimpin tertinggi Ayatollah Ali Khamenei dan korban lainnya yang tewas dalam perang.

Mereka juga membawa sepatu dan tas beberapa siswa yang tewas selama pemboman AS terhadap sebuah sekolah di sebelah kompleks militer, kata pemerintah Iran.

Pentagon mengatakan serangan itu sedang diselidiki, tetapi Reuters melaporkan bahwa penyelidik militer percaya AS kemungkinan bertanggung jawab atas serangan tersebut.

“Ada perubahan suasana hati dari kedua belah pihak dan suhu naik turun selama pertemuan,” kata sumber Pakistan lainnya merujuk pada putaran pertama pembicaraan.

Saat pembicaraan dimulai, militer AS mengatakan bahwa mereka mengupayakan untuk mulai membuka Selat Hormuz, sebab jalur strategis ini sangat penting bagi pembicaraan gencatan senjata.

Militer AS mengatakan dua kapal perangnya telah melewati selat tersebut dan kondisi sedang ditetapkan untuk membersihkan ranjau, sementara media pemerintah Iran membantah bahwa ada kapal AS yang telah melintasinya.

Sebelum pembicaraan dimulai, sebuah sumber senior Iran mengatakan kepada Reuters bahwa AS telah setuju untuk melepaskan aset yang dibekukan di Qatar dan bank asing lainnya. Akan Akan tetapi, seorang pejabat AS membantah setuju untuk melepaskan aset tersebut.

Selain pelepasan aset di luar negeri, Teheran menuntut kendali atas Selat Hormuz, pembayaran ganti rugi perang, dan gencatan senjata di seluruh wilayah termasuk di Lebanon, menurut TV dan pejabat pemerintah Iran.//

Arsip

BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

PERTAMINA IS THE ENERGY

TRADE EXPO INDONESIA 2025

SOROTAN BISNISTODAY

Beritasatu Network

Related Articles

Perang Iran Israel
GLOBALKawasan Global

Pakistan Terus Upayakan Perdamaian di Timur Tengah

JAKARTA, Bisnistoday – Amerika Serikat dan Iran masih membahas rencana perundingan kedua...

Bendera Libanon (dok:Unsplash/charbel-karam)
GLOBALKawasan Global

Gencatan Senjata Israel-Libanon Ditanggapi Pesimis

JAKARTA, Bisnistoday – Pasukan Israel sepakat melakukan gencatan senjata dengan Hizbullah, milisi...

Presiden AS Donald J Trump.
GLOBALKawasan Global

Parlemen AS Kembali Gagal Hentikan Ambisi Donald Trump

JAKARTA, Bisnistoday – Kongres (Parlemen) Amerika Serikat kembali gagal mengeluarkan resolusi untuk...

Presiden AS
GLOBALKawasan Global

AS dan Iran Dikabarkan bakal Kembali ke Meja Perundingan

JAKARTA, Bisnistoday – Upaya untuk mewujudkan perdamaian di Timur Tengah belum sepenuhnya...