JAKARTA, Bisnistoday – PT Central Sudirman Development yang merupakan kolaborasi tiga pengembang properti, yakni PT Oasis Central Investment (selanjutnya disebut “OCI”), yang dimiliki oleh PT Mitsubishi Estate Co., Ltd., PT Benhil Property (“BP”) dan PT Taspen Properti Indonesia (“Taspen”), anak perusahaan real estate PT Taspen (Persero), telah mengembangkan mega proyek “Oasis Central Sudirman”, sebuah proyek mixed-used development di wilayah Jakarta Pusat.
Mega proyek ini untuk pertama kalinya meluncurkan brandnya “Two Sudirman Jakarta” dan juga menandatangani kerjasama dengan afiliasi Hyatt Hotels Corporation sebagai perusahaan terpilih untuk melaksanakan operasional pengelolaan hotel dan apartemen bernama “Andaz Jakarta Sudirman”.
Peluncuran Two Sudirman Jakarta dan proyek hotel Andaz Jakarta dihadiri langsung oleh Presiden Direktur Mitsubishi Estate Indonesia Yasuaki Oda , Plt. Direktur Utama TASPEN Rony Hanityo Aprianto, dan President Hyatt, Greater China and Growth in Asia Pacific Stephen Ho yang berlangsung di Royal Glasshouse di Park Hyatt Jakarta, Jakarta Pusat, Kamis (1/8/2024).
Presiden Direktur Mitsubishi Estate Indonesia Yasuaki Oda mengungkapkan bahwa lokasi Tow Sudirman Jakarta sangat premium, jadi proyek ini dapat memimpin perbaikan di pasar kondominium.
“Kami sangat positif pasar kondominium akan membaik di area pusat bisnis Jakarta,” ujarnya di Park Hyatt Jakarta, Kamis (1/8/2024).
Lebih jauh Oda menjelaskan bahwa perbaikan pasar kondominium di Jakarta saat ini masih tahap awal. Hal tersebut ditunjukkan oleh minat konsumen properti kondominium yang mulai menyerap kondominium eksisting.
Mengusung konsep central urban oasis, proyek Two Sudirman Jakarta menempati area seluas 3,3 hektar di Jalan Jenderal Sudirman Kavling 2, Jakarta Pusat, dirancang sebagai bangunan ikonik dengan fungsi multi-guna yang terintegrasi.
Dengan konsep ini, Two Sudirman Jakarta akan menciptakan lingkungan yang ramah dan sehat di tengah kota Jakarta. Pembangunan gedung supertall dengan konsep bangunan hijau diharapkan akan menjadi tolok ukur baru dalam peningkatan efisiensi, baik dalam hal pemeliharaan maupun pengurangan biaya operasional.
Two Sudirman Jakarta terdiri dari dua menara yang dihubungkan dengan ruang ritel, salah satu menara direncanakan memiliki ketinggian kurang lebih 330 meter dan terdiri dari 74 lantai. Menara pertama Two Sudirman akan difungsikan sebagai perkantoran sewa, ritel gaya hidup, skydeck serta hotel dan serviced apartments. Sementara tower kedua akan dibangun setinggi kurang lebih 270 meter dan terdiri dari 65 lantai yang diperuntukkan bagi strata-title condominiums, dinamakan Two Sudirman Private Residences.
Sementara itu, Direktur Utama Taspen Properti Cecilia Kristywulan mengatakan unit kondominium Two Sudirman Jakarta tidak akan dijual dalam waktu dekat. Apalagi penjualan kondominium akan tergantung kondisi pasar, namun akan dijual sebelum proyek tersebut rampung pada 2028.
“Kami tidak bisa menentukan kapan kondominium tersebut akan dijual karena tergantung pasar. Jika harga permintaan kondominium telah lebih tinggi dari pasar properti, kami akan jual lebih cepat,” terangnya.
Cecilia mencatat harga per meter dalam area residensial Two Sudirman Jakarta mencapai Rp 60 juta pada akhir tahun lalu. “Kalau sekarang harganya sudah naik,” ungkapnya lagi.
Nilai total proyek Two Sudirman Jakarta mencapai Rp 10,6 triliun. Proses konstruksi gedung tertinggi di Asia Tenggara tersebut telah dimulai pada Juni 2021 dan diperkirakan rampung pada 2028.
Sedangkan terkait kerja sama dengan Hyatt untuk Hotel Andaz Jakarta akan menawarkan pengalaman tidak terlupakan bagi pengunjung dengan memadukan desain mewah dan modern dengan budaya lokal. Nantinya, ini akan menjadi hotel Andaz pertama di Jakarta.
Two Sudirman Jakarta memiliki lokasi strategis, dekat dengan pusat bisnis, perdagangan, dan pusat perbelanjaan. Proyek besar ini terletak di kawasan Transit Oriented Development (TOD), yang menawarkan konektivitas unggul dengan berbagai moda transportasi massal seperti MRT Jakarta, LRT Jabodebek, Sky Train Bandara yang menghubungkan Jakarta dengan Bandara Internasional Soekarno-Hatta.

