JAKARTA, Bisnistoday – Para pelajar Amal Khair Yasmin dan Daarul Rahman di Jakarta, melalui Yayasan Muda Giat Peduli Indonesia menerima bantuan perangkat 100 tablet edukasi berbasis AI. Dukungan untuk mewujudkan pendidikan inklusif ini, diinisiasi Higher Committee of Human Fraternity (HCHF), bekerja sama dengan Yayasan Muda Giat Peduli Indonesia (YMGPI), Dompet Aman Indonesia, serta Bursa Efek Indonesia (BEI).
“Donasi tablet bertenaga AI oleh Komite Tinggi Persaudaraan Manusia bersama Dompet Aman Indonesia dan Yayasan Muda Giat Peduli mencerminkan keyakinan bahwa dengan alat dan bimbingan yang tepat, generasi muda dapat belajar, memahami keuangan sejak dini, dan membentuk masa depan cerah,” ungkap Direktur Pengembangan BEI Jeffrey Hendrik dalam keteranganya di Jakarta, Jumat (1/8).
Sementara, Tania Nordina, Chief Marketing Officer Dompet Aman Indonesia & Ketua Yayasan Muda Giat Peduli Indonesia menambahkan, proyek ini sebagai bagian dari pemberdayaan generasi muda dan menjembatani kesenjangan digital. “Ketika berinvestasi dalam pendidikan, kita sedang berinvestasi dalam koeksistensi dan masa depan bersama,” ujar Tania.
Keterbatasan finansial maupun infrastruktur, lanjut Tania, tidak menjadi penghalang bagi hak anak untuk tetap belajar. Apalagi ditambah dengan dukungan sektor swasta dalam menjembatani kesenjangan digital seperti keterlibatan Dompet Aman.
Kunjungan HCHF ke Yayasan Muda Giat Peduli Indonesia bersama Dompet Aman untuk mendorong pendidikan transformatif dan inklusif, serta memajukan kemajuan manusia bersama melalui teknologi lebih modern.
Diketahui, bahwa penggunaan teknologi yang etis dalam dunia pendidikan dan mencerminkan nilai-nilai yang terkandung dalam Dokumen Abu Dhabi tentang Persaudaraan Kemanusiaan. Upaya kolaboratif ini secara langsung mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan ke-4 Perserikatan Bangsa-Bangsa (SDG 4): Menjamin pendidikan berkualitas yang inklusif dan merata serta mendukung kesempatan belajar sepanjang hayat bagi semua.//




