www.bisnistoday.co.id
Minggu , 26 April 2026
Home HEADLINE NEWS Harga Pertambangan Mengalami Tren Kenaikan
HEADLINE NEWSSektor Riil

Harga Pertambangan Mengalami Tren Kenaikan

Material tambang
DUMP Turck tengah mengangkut material tambang untuk diolah di pabrik produksi, baru-baru ini./
Social Media

JAKARTA, Bisnistoday – Seluruh produk pertambangan yang dikenakan bea keluar (BK) periode Desember 2023 mengalami kenaikan harga bila dibandingkan dengan periode November 2023. Kenaikan harga komoditas ini diakibatkan oleh meningkatnya permintaan produk pertambangan tersebut di pasar dunia. Hal ini turut memengaruhi penetapan Harga Patokan Ekspor (HPE) produk pertambangan yang dikenakan BK periode Desember 2023.

HPE periode Desember 2023 tersebut ditetapkan melalui Keputusan Menteri Perdagangan Nomor 1930 Tahun 2023 tanggal 27 November 2023 tentang Harga Patokan Ekspor Atas Produk Pertambangan yang Dikenakan Bea Keluar.

“Seluruh komoditas produk pertambangan yang dikenakan bea keluar periode Desember 2023 mengalami kenaikan harga setelah pada periode lalu mengalami fluktuasi harga. Komoditas tersebut yakni konsentrat tembaga, konsentrat besi laterit, konsentrat timbal, dan konsentrat seng,” ungkap Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan Budi Santoso.

Produk pertambangan yang mengalami kenaikan harga rata-rata pada periode Desember 2023 ini yaitu konsentrat tembaga (Cu ≥ 15%) dengan harga rata-rata USD 3.207,01/WE atau naik sebesar 2,22%; konsentrat besi laterit (gutit, hematit, magnetit) (Fe ≥ 50% dan Al2O2 + SiO2 ≥ 10%) dengan harga rata- rata USD 55,35/WE atau naik sebesar 4,32%; konsentrat timbal (Pb ≥ 56%) dengan harga rata-rata USD 891,57/WE atau naik sebesar 0,22%; dan konsentrat seng (Zn ≥ 51%) dengan harga rata-rata USD 654,05/WE atau naik sebesar 1,10%.

Koordinasi Kementerian ESDM

Budi Santoso mengatakan, penetapan HPE produk pertambangan periode Desember 2023 dilakukan dengan meminta masukan dan usulan tertulis terlebih dahulu kepada Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) selaku instansi teknis terkait. Kementerian ESDM memberikan usulan setelah melakukan perhitungan data dengan didasarkan pada perkembangan harga yang diperoleh dari Asian Metal, London Bullion Market Association (LBMA), dan London Metal Exchange (LME).

Selanjutnya, penetapan HPE dilakukan setelah rapat koordinasi antarinstansi terkait yakni Kemendag, Kementerian ESDM, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Kementerian Keuangan, dan Kementerian Perindustrian./

Arsip

Beritasatu Network

BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

PERTAMINA IS THE ENERGY

Related Articles

Presiden AS
GLOBALHEADLINE NEWSKawasan Global

Trump Mengaku Sebagai Sasaran Insiden Penembakan di Acara Makan Malam

JAKARTA, Bisnistoday – Insiden penembakan terjadi di dekat sebuah hotel di Washington...

Gedung BEI
BursaHEADLINE NEWS

Mirae Asset Sekuritas: Reformasi Pasar Modal Jadi Penentu di Tengah Tekanan MSCI

JAKARTA, Bisnistoday - Pasar modal Indonesia kembali menghadapi tekanan setelah Morgan Stanley...

Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP)
HEADLINE NEWSNasional

Dua Dirjen Kementerian PKP Pamit Mundur, Ada Apa?

JAKARTA, BisnisToday – Dua Dirjen Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) pamit...

Logo Kemenkop
Ekonomi & BisnisHEADLINE NEWS

Ketua AKSES : Berdirinya Korporasi Tidak Menyejahterakan Rakyat

JAKARTA, Bisnistoday – Kemiskinan terlihat makin sulit dikendalikan dan berjalan massif di...