JAKARTA, Bisnistoday – Menteri Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), Maman Abdurrahman menegaskan, pemerintah melalui Kementerian UMKM akan terus memacu agar rasio kewirausahaan nasional bisa mencapai 3,2 persen tahun 2025 ini. Saat ini rasio kewirausahaan Indonesia kurang lebih sekarang di 3,1 persen.
Selain rasio kewirausahaan secara umum, pemerintah juga menargetkan rasio pengusaha yang memiliki karyawan tetap dapat meningkat dari 18,99 persen pada 2024 menjadi 19,40 persen pada 2025, dan melonjak hingga 23 persen pada 2029.
“Untuk mencapai target tersebut, Kementerian UMKM gencar menjalankan beragam program akselerasi, mencakup pelatihan peningkatan kapasitas, pengembangan manajemen, dan perluasan akses pasar,” tegas Menteri Maman dalam acara peringatan Hari Kewirausahaan Nasional di Gedung SMESCO Indonesia, Jakarta, Selasa (10/6).
Selain itu, lanjut Maman Kementerian UMKM juga memiliki proyek-proyek prioritas, di antaranya inkubasi dan pendampingan wirausaha inklusif dan berkelanjutan, penataan kartu usaha, serta peningkatan kapasitas dan daya saing UMKM.
Kementerian UMKM juga bekerjasama dengan Kementerian Ketenagakerjaan untuk mengembangkan kewirausahaan di Indonesia. Kerja sama ini mencakup berbagai program pelatihan dan pengembangan kapasitas wirausaha sebagai salah satu upaya mencapai target rasio kewirausahaan 3,60 persen pada 2029.
Kedua kementerian tersebut sepakat untuk mengoptimalkan fasilitas balai-balai latihan kerja sebagai wadah pengembangan kewirausahaan.
Dalam acara tersebut, Maman juga menegaskan komitmennya untuk selalu mendampingi dan mendukung para pengusaha yang tergabung dalam Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi).
Menteri Maman juga mengatakan bahwa peringatan Hari Kewirausahaan Nasional yang jatuh pada tanggal 10 Juni ini sebagai simbol kesetaraan dan penghormatan terhadap kontribusi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta pengusaha muda dalam mendorong roda perekonomian nasional.
“Pemerintah hadir untuk memberikan perlindungan, dukungan, dan pengakuan terhadap sektor ini. Ini bentuk kasih sayang dari negara,” tegas Maman.
Dalam kesempatan itu, Maman kembali menegaskan bahwa keberadaan kementerian UMKM menjadi wujud konkret kehadiran negara yang aktif membina, mendampingi, dan memperjuangkan kepentingan pengusaha mikro hingga menengah.
Dalam acara yang digagas oleh HIPMI tersebut, Menteri Maman juga menyebut pengusaha muda kini memiliki “bapak” yang akan terus membersamai dalam perjuangan ekonomi. “Kementerian UMKM akan selalu hadir bersama teman-teman HIPMI dan seluruh pelaku UMKM di Indonesia. Ini bukan hanya seremoni, tapi bentuk konsolidasi kekuatan ekonomi nasional,” tegasnya.
Baca juga:Tahun Ini KemenkopUKM Targetkan Cetak 100 Koperasi Modern
Menteri Maman kembali mengaskan bahwa UMKM adalah tulang punggung ekonomi nasional yang terbukti tangguh, termasuk saat pandemi. “Oleh karena itu, peringatan Hari Kewirausahaan Nasional ini diharapkan dapat terus berlanjut sebagai ajang penguatan solidaritas dan pertumbuhan ekonomi berbasis rakyat,” pungkasnya.
Kelola Tambang
Dalam kesempatan sama, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia mengatakan bahwa pemerintah akan memprioritaskan UMKM yang layak dan profesional dalam pengelolaan bisnis pertambangan. Karena itu, Bahlil meminta Menteri UMKM Maman Abdurrahman untuk segera menginventarisasi UMKM yang memiliki kapabilitas dan keprofesionalan pada bidang ini.
“Saya menawarkan kepada Pak Menteri UMKM, segera inventarisasi, mana UMKM-UMKM yang paten. Sebentar lagi peraturan pemerintah (PP) mengenai tambang sudah mau selesai,” ujar Bahlil.
Bahlil menekankan bahwa kebijakan tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk mewujudkan keadilan dalam retribusi aset negara. Namun, ia juga memberikan batasan bahwa kesempatan ini hanya diberikan kepada pelaku usaha kecil dan menengah yang sudah profesional, bukan untuk usaha mikro yang masih membutuhkan kredit untuk modal awal pengelolaan tambang./



