www.bisnistoday.co.id
Tuesday , 23 June 2026
Home BURSA & KORPORASI Perpanjangan Larangan Mudik Buat Investor Tak Bergairah, Indeks LQ-45 Menurun
BURSA & KORPORASI

Perpanjangan Larangan Mudik Buat Investor Tak Bergairah, Indeks LQ-45 Menurun

IHSG melemah
IHSG pada perdagangan Senin (04/03) ditutup melemah
Social Media

JAKARTA, Bisnistoday- Kebijakan perpajangan larangan mudik ternyata juga membuat investor di pasar modal kurang bergairah. Indeks Harga Saham Bubungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada perdagangan Kamis (22/4) nyaris tak bergerak.

IHSG hanya menguat tipis 0,94 poin ke posisi 5.994,18, sementara Indeks LQ-45 turun 1,17 poin ke posisi 893,96.

“Penutupan IHSG ternyata tidak mengalami apresiasi yang sangat positif mengingat adanya faktor penerapan perpanjangan kebijakan larangan mudik oleh pemerintah,” kata analis Bina Artha Sekuritas Nafan Aji di Jakarta, Kamis.

Di sisi lain, lanjut Nafan, sentimen lain yang memengaruhi pergerakan IHSG antara lain kenaikan kasus Covid-19 secara global, ketegangan antara AS dengan Rusia, dan revisi perkiraan pertumbuhan ekonomi Indonesia oleh Bank Indonesia menjadi kisaran 4,1 persen – 5,1 persen dari sebelumnya 4,3 persen – 5,3 persen.

Dibuka menguat, IHSG sebenarnya bertahan di zona hijau pada dua jam pertama perdagangan namun setelah itu IHSG berfluktuasi dan akhirnya ditutup naik tipis.

Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, delapan sektor terkoreksi dimana sektor transportasi & logistik turun paling dalam yaitu minus 0,5 persen, diikuti sektor barang baku dan sektor teknologi masing-masing minus 0,42 persen dan minus 0,31 persen.

Sedangkan tiga sektor meningkat dimana sektor perindustrian naik paling tinggi yaitu 1,12 persen, diikuti sektor infrastruktur dan sektor keuangan masing-masing 0,45 persen dan 0,02 persen.

Penutupan IHSG sendiri diiringi aksi jual saham oleh investor asing yang ditunjukkan dengan jumlah jual bersih asing atau “net foreign sell” sebesar Rp145,16 miliar.

Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 916.039 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 15,86 miliar lembar saham senilai Rp8,69 triliun. Sebanyak 194 saham naik, 297 saham menurun, dan 157 saham tidak bergerak nilainya.

Rupiah Menguat

Sementara itu, nilai tukar (kurs) rupiah terhadap dolar AS yang ditransaksikan antarbank di Jakarta, ditutup menguat 10 poin atau 0,07 persen ke posisi Rp14.520 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Rp14.530 per dolar AS. Penguatan ini seiring turunnya imbal hasil (yield) surat utang atau obligasi Amerika Serikat.

“Gejolak infeksi virus corona, terutama di India, memperburuk prospek pemulihan global yang cepat, tetapi sentimen tetap lemah dengan imbal hasil treasury jatuh,” kata Direktur PT TRFX Garuda Berjangka, Ibrahim Assuaibi.

Imbal hasil obligasi AS terakhir terlihat di sekitar 1,56 persen, tidak jauh dari level terendah sejak pertengahan Maret, karena terus berkonsolidasi setelah mencapai level tertinggi selama 14 bulan terakhir di 1,78 persen yang dicapai pada akhir bulan lalu.

Pelaku pasar tampaknya telah berubah pikiran tentang pengetatan awal kebijakan moneter bank sentral AS The Fed.

Perhatian investor akan tertuju ke pertemuan pengaturan kebijakan Bank Sentral Eropa (ECB) Kamis malam nanti, menjelang The Federal Reserve dan Bank Sentral Jepang (BoJ) minggu depan./

Archives

Beritasatu Network

BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

BURSA & KORPORASIKorporasi

BRI Life Perkuat Sinergi dengan Mitra Strategis

JAKARTA, Bisnistoday - PT Asuransi BRI Life (BRI Life) memberikan apresiasi kepada...

GEDUNG BEI
BursaBURSA & KORPORASI

Investor Masih Selektif, Tren “Bearish” Masih Menyelimuti IHSG

JAKARTA, Bisnistoday – Tekanan pasar saham diperkirakan masih berlanjut pasca rebalancing MSCI...

eBay (dok: usplash/appshunter-io)
BURSA & KORPORASIEkonomi & BisnisKorporasiOtomotif & Tekno

GameStop Akuisisi eBay Senilai Rp975 Triliun

JAKARTA, Bisnistoday -GameStop, salah satu perusahaan ritel pengecer video game asal Amerika...

BursaBURSA & KORPORASIHEADLINE NEWS

Astra Tebar Deviden Fantastis Rp15,6 Triliun, Pemegang Saham Perseoran Raup Rp292 Per Saham

JAKARTA, Bisnistoday - PT Astra International Tbk  (Astra) berhasil mencetak laba bersih...