www.bisnistoday.co.id
Selasa , 19 Mei 2026
Home EKONOMI Sektor Publik dan Swasta Masih Sulit Adopsi Keuangan Berkelanjutan
EKONOMI

Sektor Publik dan Swasta Masih Sulit Adopsi Keuangan Berkelanjutan

NILAI TUKAR RUPIAH: Gubernur BI, Perry Warjiyo memprediksikan, kurs rupiah akan bergerak menguat sesuai dengan fundamentalnya ketika ketegangan dan gejolak global mereda
Social Media

JAKARTA, Bisnistoday- Sektor publik dan swasta masih sulit mengadopsi dan mengakses instrumen keuangan berkelanjutan. Hal ini menjadi tantangan tersendiri bagi Bank Indonesia (BI).

Padahal, perkembangan instrumen keuangan berkelanjutan sejak 2007 menunjukkan tren yang menggembirakan, tak hanya secara volumen, tetapi dalam berbagai jenis instrumen.

” Kami memiliki instrumen keuangan pasar modal, seperti obligasi hijau, berkelanjutan, terkait berkelanjutan, sosial, serta pinjaman, serta pasar pinjaman instrumen seperti pinjaman hijau dan pinjaman berkelanjutan,” kata Gubernur BI, Perry Warjiyo dalam Side Event Presidensi G20 Indonesia, di Jakarta, Jumat (18/2).

Perry menyadari beberapa lembaga keuangan global mulai memanfaatkan instrumen pasar uang hijau, seperti repo hijau atau berkelanjutan, surat komersial hijau atau berkelanjutan, dan derivatif hijau atau terkait environmental, social & governance (ESG).

Maka dari itu, dalam mengatasi hambatan tersebut dibentuk lah alur kerja kedua Kelompok Kerja Keuangan Berkelanjutan G20 (SFWG), yakni meningkatkan instrumen keuangan berkelanjutan dengan fokus pada peningkatan aksesibilitas dan keterjangkauan.

Negara-negara G20 harus berkoordinasi dan bekerja sama dalam mengatasi masalah bersama, seperti standar, alat penyelarasan pasar termasuk untuk pelaporan dan persyaratan pengungkapan, metrik data ESG, dan layanan verifikasi.

“Tidak hanya berbagai instrumen, ini relevan untuk pemerintah, otoritas sektor keuangan, dan sektor swasta untuk bersama-sama menciptakan ekosistem keuangan berkelanjutan yang akan mendukung peningkatan aspirasi,” tegas Perry.

Dirinya berpendapat hal tersebut penting karena instrumen tidak dapat berfungsi dengan baik secara sendirian.

Pasar instrumen keuangan berkelanjutan domestik yang kredibel dan efisien tak dapat diciptakan tanpa ketersediaan entitas lokal yang memberikan verifikasi, sertifikasi, pelabelan, dan jasa konsultasi.

Dengan demikian, sebuah ekosistem mengatur proses penting yang mendukung stabilitas sistem dan menjaga keseimbangan di antara para pemain kuncinya./

Arsip

Beritasatu Network

BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

EKONOMIEkonomi & Bisnis

Kementerian UMKM Siapkan Kemudahan dan Insentif Biaya Layanan di Platform Belanja Online

JAKARTA, Bisnistoday — Menteri UMKM Maman Adurrahman mengatakan pemerintah menyiapkan sejumlah aturan...

Sebuah pusat jajan di Tiongkok (dok: Unsplash/Alex)
EKONOMISektor Riil

Penjualan Ritel dan Sektor Jasa di Tiongkok terus Tumbuh

JAKARTA, Bisnistoday - Penjualan ritel barang konsumsi Tiongkok, indikator utama kekuatan konsumsi...

David Beckham dan istrinya Victoria (dok: Instagram)
EKONOMISport & Health

David Beckham Jadi Atlet Miliarder Pertama Inggris

JAKARTA, Bisnistoday - Mantan bintang sepak bola Manchester United dan Timnas  Inggris,...

EKONOMIEkonomi & Bisnis

Presiden Sebut KDKMP Dorong Kemandirian Ekonomi Desa

NGANJUK, Bisnistoday - Presiden Prabowo meresmikan operasionalisasi 1061 Koperasi Desa/Merah Putih (KDKMP)...