www.bisnistoday.co.id
Senin , 8 Juni 2026
Home NASIONAL & POLITIK Humaniora Waspada Modus Baru, Penipuan Mengatasnamakan Kemendikdasmen Sasar Program Digitalisasi Sekolah
Humaniora

Waspada Modus Baru, Penipuan Mengatasnamakan Kemendikdasmen Sasar Program Digitalisasi Sekolah

Gedung Kemendikbudristek
GEDUNG Kemendikbudristek di Jakarta.
Social Media

JAKARTA, Bisnistoday –  Masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap maraknya penipuan yang mengatasnamakan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen). Modus ini dilakukan dengan menyebarkan dokumen palsu terkait pengadaan barang dan jasa, khususnya yang mencatut program strategis pendidikan nasional.

Dokumen yang beredar luas di masyarakat tersebut menyebutkan adanya pengadaan sarana Digitalisasi Pembelajaran berupa Interactive Flat Panel (IFP), program Revitalisasi Satuan Pendidikan, hingga sejumlah program pengadaan lainnya. Namun, Kemendikdasmen menegaskan seluruh dokumen tersebut bukan bagian dari kebijakan, keputusan, maupun mekanisme resmi kementerian.

Inspektur Jenderal Kemendikdasmen, Faisal Syahrul, menegaskan bahwa praktik ini berpotensi merugikan satuan pendidikan, pemerintah daerah, hingga pihak swasta yang menjadi sasaran penipuan.

“Kami mengimbau masyarakat untuk lebih waspada terhadap segala bentuk penipuan yang mengatasnamakan Kemendikdasmen,” ujar Faisal di Jakarta, Minggu (11/1).

Menurut Faisal, seluruh proses pengadaan barang dan jasa di lingkungan Kemendikdasmen dilaksanakan secara transparan, akuntabel, dan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan. Informasi resmi hanya disampaikan melalui kanal pemerintah yang sah, bukan melalui pesan pribadi, surat tidak jelas, atau perantara tidak resmi.

Kemendikdasmen juga menekankan bahwa tidak ada penunjukan langsung atau kerja sama pengadaan yang dilakukan di luar mekanisme resmi. Oleh karena itu, satuan pendidikan dan pemerintah daerah diminta tidak mudah tergiur oleh janji bantuan atau pengadaan cepat yang disertai permintaan imbalan tertentu.

Sebagai langkah pencegahan, kementerian mengimbau masyarakat untuk selalu melakukan verifikasi apabila menerima informasi yang mencurigakan. Jika menemukan indikasi penipuan, masyarakat diminta segera melaporkannya melalui Unit Layanan Terpadu (ULT) Kemendikdasmen.

Layanan pengaduan dapat diakses melalui pusat panggilan 177, WhatsApp 0812-1804-0427, atau laman resmi ult.kemendikdasmen.go.id.

Kemendikdasmen berharap peran aktif masyarakat dapat membantu memutus mata rantai penipuan yang mencoreng program pembangunan pendidikan nasional serta melindungi dunia pendidikan dari praktik-praktik tidak bertanggung jawab.//

Arsip

Beritasatu Network

BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

Salah satu univeritas di Guangdong, Tiongkok. (Unsplasg/Lan Lin)
Humaniora

Hari ini, Jutaan Siswa di Tiongkok Ikuti Tes Masuk Perguruan Tinggi

JAKARTA, Bisnistoday - Ratusan siswa di Tiongkok berbondong-bondong memasuki tempat ujian di...

Univ. Paramadina
HEADLINE NEWSHumaniora

LLDIKTI Wilayah III Usulkan Tata Ulang Waktu Penerimaan Mahasiswa

JAKARTA, Bisnistoday- Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah III terhadap Memperhatikan keberlangsungan...

mendikdasmen
Humaniora

Hak Pendidikan Anak, Kemendikdasmen Tingkatkan Penanganan Anak Putus Sekolah

JAKARTA, Bisnistoday – Kemendikdasmen memastikan akses pendidikan bagi seluruh anak Indonesia memperoleh...

Mercu buana
Humaniora

Bukan Sekadar Pajangan Dinding, Terungkap Alasan Kampus China Melirik Karya Visual Mahasiswa Universitas Mercu Buana

JAKARTA, Bisnistoday,- Suasana koridor dan dinding galeri Universitas Mercu Buana tiba-tiba bertransformasi...