www.bisnistoday.co.id
Rabu , 17 Juni 2026
Home EKONOMI Enam Kabupaten di Jatim Terima ‘Participating Interest’ WK Migas
EKONOMIEnergi

Enam Kabupaten di Jatim Terima ‘Participating Interest’ WK Migas

Produksi Migas
PRODUKSI MIGAS : PT Pertamina melalui PHI mampu tingkatkan produksi gas, belum lama ini.
Social Media

SURABAYA, Bisnistoday – Sebanyak Enam Kabupaten di Provinsi Jawa Timur bakal terima Participating Interest (PI) WK Migas Tuban dan Brantas. Tiga kabupaten di antaranya masuk dalam WK Tuban, yaitu Kabupaten Tuban, Bojonegoro dan Gresik. Tiga kabupaten lainnya tergabung dalam WK Brantas, yaitu Kabupaten Sidoarjo, Mojokerto dan Pasuruan.

Hal ini diungkapkan oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dalam keteranganya di Surabaya, Kamis (5/1).Ia memastikan enam kabupaten di wilayah provinsi setempat mengawali proses keikutsertaan mengelola minyak dan gas (migas) melalui kesepakatan bersama pengelolaan participating interest (PI) 10 persen.

“Enam kabupaten terbagi dalam dua wilayah kerja atau WK, setelah masing-masing kepala daerahnya menandatangani kesepakatan bersama PI 10 persen di Gedung Negara Grahadi Surabaya pada 3 Januari 2023,” kata Khofifah.

Lebih  lanjut, Gubernur Khofifah menjelaskan, keikutsertaan enam kabupaten dalam pengelolaan migas di daerahnya diatur dalam Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 37 Tahun 2016 tentang Ketentuan Penawaran PI 10 Persen pada Wilayah Kerja Minyak dan Gas Bumi.

“Peruntukan migas ini nantinya harus dikelola bersama oleh daerah penghasil migas, provinsi dan kabupaten melalui Badan Usaha Milik Daerah atau BUMD yang disepakati. Kami masih harus melakukan berbagai proses untuk memenuhi persyaratan,” ujar dia.

Topang Ekonomi Wilayah

Ketika seluruh persyaratan terpenuhi, Gubernur Khofifah berpesan agar pengelolaan hasil migas atau sumber daya alam mampu mengungkit ekonomi di daerah pengelola PI 10 persen.

Mantan Menteri Sosial itu optimis, lewat pengelolaan yang baik akan berpotensi meneteskan kesejahteraan lebih luas bagi masyarakat, serta meningkatkan pembangunan di daerah masing-masing.

Untuk itu, Gubernur Khofifah meminta Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) bersama daerah pengelola PI 10 persen untuk segera berkoordinasi dengan baik.”Sebab ini merupakan hal baru yang diharapkan manfaatnya bisa dirasakan masyarakat. Sinergitas, kolaborasi dan komitmen menjadi hal yang penting untuk bisa dimaksimalkan,” tuturnya./Ant

Arsip

Beritasatu Network

BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

EKONOMIEkonomi & Bisnis

Agrinas Palma Nusantara Jajaki Kerja Sama Pengembangan Energi Hijau dengan Konsorsium Korea

JAKARTA, Bisnistoday - PT Agrinas Palma Nusantara (Persero) menjajaki peluang kerja sama...

Nama Lionel Messi masih menjadi daya tarik, termasuk untuk produk asesoris Piala Dunia 2026. (Unsplash/Dwlly)
EKONOMISport & Health

Meraup Cuan di Piala Dunia Melalui Penjualan Boneka Messi

JAKARTA, Bisnistoday – Timnas Tiongkok memang gagal lolos ke Piala Dunia 2026,...

Mata uang AS, Dolar. (Unsplash/Niconor Brown)
EKONOMIEkonomi & Bisnis

Dolar AS tetap Perkasa di Tengah Meningkatnya Konflik Timur Tengah

JAKARTA, Bisnistoday - Dolar AS tetap stabil terhadap mata uang utama lainnya...

SPBU
Energi

Sulit Ditahan, Harga Pertamax Ron 92 Naik Menjadi Rp16.250 per Liter

JAKARTA, Bisnistoday – Masyarakat kembali terkaget-kaget tiba-tiba harga Pertamax Ron 92 mengalami...