www.bisnistoday.co.id
Rabu , 9 September 2026
Home EKONOMI Enam Kabupaten di Jatim Terima ‘Participating Interest’ WK Migas
EKONOMIEnergi

Enam Kabupaten di Jatim Terima ‘Participating Interest’ WK Migas

Produksi Migas
PRODUKSI MIGAS : PT Pertamina melalui PHI mampu tingkatkan produksi gas, belum lama ini.
Social Media

SURABAYA, Bisnistoday – Sebanyak Enam Kabupaten di Provinsi Jawa Timur bakal terima Participating Interest (PI) WK Migas Tuban dan Brantas. Tiga kabupaten di antaranya masuk dalam WK Tuban, yaitu Kabupaten Tuban, Bojonegoro dan Gresik. Tiga kabupaten lainnya tergabung dalam WK Brantas, yaitu Kabupaten Sidoarjo, Mojokerto dan Pasuruan.

Hal ini diungkapkan oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dalam keteranganya di Surabaya, Kamis (5/1).Ia memastikan enam kabupaten di wilayah provinsi setempat mengawali proses keikutsertaan mengelola minyak dan gas (migas) melalui kesepakatan bersama pengelolaan participating interest (PI) 10 persen.

“Enam kabupaten terbagi dalam dua wilayah kerja atau WK, setelah masing-masing kepala daerahnya menandatangani kesepakatan bersama PI 10 persen di Gedung Negara Grahadi Surabaya pada 3 Januari 2023,” kata Khofifah.

Lebih  lanjut, Gubernur Khofifah menjelaskan, keikutsertaan enam kabupaten dalam pengelolaan migas di daerahnya diatur dalam Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 37 Tahun 2016 tentang Ketentuan Penawaran PI 10 Persen pada Wilayah Kerja Minyak dan Gas Bumi.

“Peruntukan migas ini nantinya harus dikelola bersama oleh daerah penghasil migas, provinsi dan kabupaten melalui Badan Usaha Milik Daerah atau BUMD yang disepakati. Kami masih harus melakukan berbagai proses untuk memenuhi persyaratan,” ujar dia.

Topang Ekonomi Wilayah

Ketika seluruh persyaratan terpenuhi, Gubernur Khofifah berpesan agar pengelolaan hasil migas atau sumber daya alam mampu mengungkit ekonomi di daerah pengelola PI 10 persen.

Mantan Menteri Sosial itu optimis, lewat pengelolaan yang baik akan berpotensi meneteskan kesejahteraan lebih luas bagi masyarakat, serta meningkatkan pembangunan di daerah masing-masing.

Untuk itu, Gubernur Khofifah meminta Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) bersama daerah pengelola PI 10 persen untuk segera berkoordinasi dengan baik.”Sebab ini merupakan hal baru yang diharapkan manfaatnya bisa dirasakan masyarakat. Sinergitas, kolaborasi dan komitmen menjadi hal yang penting untuk bisa dimaksimalkan,” tuturnya./Ant

Arsip

Beritasatu Network

BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

EKONOMIEkonomi & Bisnis

Kementerian UMKM Alokasikan Rp350,21 Miliar untuk Pemulihan UMKM Pascabencana di Aceh

BANDA ACEH, Bisnistoday – Kementerian UMKM alokasikan anggaran sebesar Rp350,21 miliar pada...

EKONOMIEkonomi & Bisnis

Indonesia Usung Isu Pembiayaan Inklusif di Forum APEC

GUANGZHOU, Bisnistoday - Menteri UMKM Maman Abdurrahman menyampaikan rangkaian kebijakan pemerintah memperluas...

EKONOMIEkonomi & Bisnis

Tiga Tantangan Koperasi Tembus Pasar Global

JAKARTA, Bisnistoday — Kementerian Koperasi (Kemenkop)  mengindentifikasi tiga tantangan yang menyebabkan koperasi masih...

EKONOMIEkonomi & Bisnis

Kemenkop Siapkan Mesin Pascaproduksi bagi KDKMP Pada 2027

LAMPUNG, Bisnistoday – Kementerian Koperasi (Kemenkop) akan menyiapkan alat-alat mesin-mesin pascaproduksi untuk...