JAKARTA, Bisnistoday – Perombakan kabinet terbaru yang dilakukan Presiden Prabowo menimbulkan sorotan besar dari publik maupun pasar keuangan. Langkah ini disebut sebagai respons atas meningkatnya ketegangan politik pada akhir Agustus, sekaligus evaluasi berkala terhadap kinerja para menteri.
Analis Senior PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Rully Arya Wisnubroto, menilai perubahan ini menjadi sinyal penting arah kebijakan ekonomi ke depan.
“Pasar tengah mencermati kebijakan fiskal setelah pergantian Menteri Keuangan. Sosok Sri Mulyani Indrawati (SMI) dikenal membangun reputasi kuat dalam kehati-hatian dan transparansi pengelolaan APBN,” jelas Rully di Jakarta, Selasa (9/9).
Sri Mulyani yang telah menjabat sejak 2016 dianggap sukses menjaga keberlanjutan fiskal di tengah dinamika global. Namun, kini tongkat estafet berpindah ke Purbaya Yudhi Sadewa, sosok berpengalaman di dunia ekonomi.
Purbaya sebelumnya menjabat sebagai Kepala Ekonom di Danareksa Research Institute (2005–2013) dan Direktur PT Danareksa (Persero) (2013–2015). Presiden memberi mandat besar kepadanya untuk mempercepat pencapaian pertumbuhan ekonomi hingga 8%.
“Kebijakan fiskal mendatang kemungkinan lebih agresif, dengan mengoptimalkan peran sektor swasta dan pemerintah. Pasar menunggu kepastian komitmen terhadap disiplin fiskal, transparansi anggaran, serta pembiayaan program prioritas,” tambah Rully.
Meski optimisme pertumbuhan menjadi target utama, sejumlah analis menilai pasar saham masih berpotensi melemah dalam waktu dekat. Mirae Asset merekomendasikan investor untuk mengambil posisi beli saat harga saham melemah pada beberapa emiten, seperti TLKM, TOWR, MTEL, JPFA, KLBF, dan BRPT.
Perombakan kabinet ini menjadi titik balik penting dalam arah pembangunan ekonomi nasional. Publik kini menanti apakah strategi baru pemerintah mampu menjaga stabilitas sekaligus mendorong percepatan pertumbuhan ekonomi Indonesia./




