JAKARTA, Bisnistoday – PT Air Bersih Jakarta menandatangani Perjanjian Fasilitas Sindikasi Kredit dengan sejumlah perbankan senilai Rp 8,874 Triliun. Pembangunan penyediaan air bersih ini didukung oleh Bank BCA, OCBC Bank, OCBC NISP, Bank BTN, Bank BTPN, PT SMI serta KB Bukopin.
“Sesuai rencana akan dibangun 2.500 saluran perpipaan dan untuk tahun pertama ditargetkan 350 ribu sambungan, ” ujar Mohamad Selim, CEO Moya Indonesia Holding saat acara Perjanjian Fasilitas Sindikasi Kredit di Jakarta, Senin (20/2).
Mohamad Selim mengatakan, apabila pembangunan berjalan lancar maka pada April 2023 ini mulai pelaksanaan pekerjaan. ” April sudah mulainpekerjaan.”
Moya Indonesia, lanjut Mohmad Selim, memiliki komitmen besar dalam penuntasan proyek penyediaan air bersih. Untuk itu, perusahaan mengharapkan adanya partisipasi semua pihak dalam mendukung proyek ini.
“Partisipasi semua pihak, kami harapkan agar proyek berjalan tepat sasaran.”
Sementara, Direktur PT Bank BCA, Antonius Widodo Mulyono. mengatakan, perusahaan Bank BCA bersama OCBC sebagai lead dalam sindikasi kredit proyek air bersih. Sedangkan, untuk Bank DKI sebagai Escrow Account atau rekening penampungan.
“Proyek ini sangat strategis, karena merupakan pemenuhan kebutuhan dasar penduduk DKI Jakarta untuk mendapatkan air bersih yang berkualitas.”
Hal ini juga, lanjut Widodo, sejalan dengan upaya Pemprov DKi untuk mengurangi penurunan tinggi mula air tanah. Seperti diketahui, penurunan muka air tanah terjadi sebesar 18 cm per tahun.
“Kalau lancar dan pelaksanaan eksekuai dengan baik oleh PT Air Bersih Jakarta, tentunya masyarakat segera menerima manfaatnya air berkualitas. PT Air Bersih Jakarta sebagai garda tersepan, sedangkan kami mendukung pembiayaannya.”
Upaya Pelestarian Lingkungan
Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono mengutarakan, tujuan penyediaan air bersih ini untuk melayani masyarakat Jakarta. Demikian juga pentingnya untuk sebagai pelestarian lingkungan. ” Di Kota Jakarta sudah over extraction dan ini tak bisa dilarang. kecuali kalau supali air bersih mencukupi,” tuturnya.
Ia mengatakan, untuk itu pemerintah juga mengupayakan peningkatan pasokan air seperti dari SPAM Jatiluhur, dan Juanda serta pasokan dari Waduk Karian.
“Kalau semua dapat terselesaikan, maka tahun 2030 nanti dapat diatur ketat pengambilan air tanah. Hanya ini, yang bisa kita lakukan semoga kondisi air bersih seperti di Tokyo dan Bangkok,” tambahnya./

