www.bisnistoday.co.id
Sabtu , 13 Juni 2026
Home HEADLINE NEWS Waskita Garap Proyek Jaringan Irigasi Senilai Rp612 Miliar
HEADLINE NEWSSektor Riil

Waskita Garap Proyek Jaringan Irigasi Senilai Rp612 Miliar

PT WASKITA KARYA Tbk Raih Dua Proyek Pemerintah./
Social Media

JAKARTA, Bisnistoday – PT Waskita Karya (Persero) Tbk, seiring pertambahan jumlah penduduk di Indonesia, pemerintah mendorong terus untuk mendukung ketahanan pangan. Untuk itu, Waskita mendukung pemerintah dalam membangun pekerjaan infrastruktur yang dapat membantu masyarakat dengan mudah mendapatkan kebutuhan pangan yang layak.

Hal tersebut ditandai dengan dilakukannya penandatanganan kontrak kerja Pembangunan Bangunan Pengarah Bendungan Rukoh Kabupaten Pidie (MYC) Lanjutan senilai Rp221 miliar. Penandatanganan ini dilakukan antara Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Bendungan II SNVT Pembangunan Bendungan BWS Sumatera I, Arifiansyah dengan dengan SVP Infrastructure I Division, Mochamad Waskito Adi. Seremoni penandatanganan kontrak kerja ini juga disaksikan oleh Kepala Balai Wilayah Sungai Sumatera I, Heru Setiawan dan Kepala SNVT Pembangunan Bendungan BWS Sumatera I, Fardhianti.

SVP Corporate Secretary Perseroan Ermy Puspa Yunita menjelaskan, melalui pembangunan Bangunan Pengarah Bendungan Rukoh Kabupaten Pidie (MYC) Lanjutan harapannya dapat menjadi saluran suplesi sebesar 12,00-16,00 m3/detik ke tampungan Bendungan Rukoh.

Baca Juga : Waskita Dipercaya Kerjakan Berbagai Proyek Strategis Nasional

”Sebelumnya Waskita juga mengerjakan proyek Bendungan Rukoh yang ditargetkan selesai pada pertengahan tahun 2024. Proyek Bangunan Pengarah Bendungan Rukoh ini harapannya dapat menjadi pendukung sebagai saluran irigasi untuk Bendungan Rukoh yang nantinya bermanfaat sebagai sumber pengairan lahan irigasi pertanian dan pengendalian banjir,” jelasnya.

Proyek Bangunan Pengarah Bendungan Rukoh Kabupaten Pidie (MYC) Lanjutan ini letaknya di Desa Blang Rikui dan Desa Panton Bunot, Kecamatan Tiro Truseb, Kabupaten Pidie, Provinsi Aceh. Lingkup utama pekerjaan Waskita yaitu meliputi pekerjaan Saluran Suplesi yang mengarah ke genangan Bendungan Rukoh yaitu memiliki panjang saluran 3350 m dengan lebar 5 m serta kedalaman 2,27 m.

Selain itu, Waskita juga mengerjakan Bangunan Talang dan Jalan Akses menuju Saluran Suplesi. Dalam kontrak pembangunan yang menggunakan dana APBN tahun 2023-2024 ini membutukan waktu 450 hari pengerjaan dan akan selesai pada bulan Maret 2025.

Jaringan Irigasi Belitang

Masih dari Sumber Daya Air, sebelumnya Perseroan juga telah memenangkan tender untuk mengerjakan Jaringan Irigasi Belitang Lempuing Paket 2, Sumatera Selatan senilai Rp391 miliar. “Proyek ini juga diharapkan dapat meningkatkan produksi pertanian khususnya di wilayah kabupaten Ogan Komering Ulu Timur dan Ogan Komering Ilir dengan peningkatan fasilitas irigasi dan drainase yang memadai,” lanjut Ermy.

Tandatangan kontrak kerja dilakukan antara PPK Irigasi dan Rawa III, Iskandar Pani dengan SVP Infrastructure I Division, Mochamad Waskito Adi. Seremoni penandatanganan kontrak kerja ini disaksikan oleh Direktur Irigasi dan Rawa, Ismail Widadi, Kepala Bidang Pelaksana Jaringan Pemanfaatan Air (PJPA), Lukman Hakim serta Direktur Pengembangan Bisnis Waskita Karya, Rudi Purnomo.

Saluran irigasi Belitang dan Lempuing akan dikerjakan secara joint operation oleh Waskita bersama PT Basuki Rahmanta Putra (BRP) dengan porsi 60% Waskita dan 40% BRP. Proyek ini dikerjakan selama 1.095 hari dan akan selesai pada akhir tahun 2026.

Proyek irigasi Belitang Lempuing Peket 2 memiliki saluran seluas 8500 Ha. Dalam pembangunan rencananya tim proyek melakukan inovasi digitalisasi melalui penerapan Building Information Modeling (BIM) sampai dengan 7D.

Perseroan juga selalu mendorong pengembangan green construction di setiap proyek-proyek yang dikerjakan. Penerapan green construction ini merupakan salah satu upaya Perseroan dalam meningkatkan dan melindungi keragaman ekosistem, memperbaiki kualitas udara, mereduksi limbah serta konservasi sumber daya alam. Hal ini menjadi salah satu bentuk komitmen Perseroan terhadap sustainanable construction untuk keberlangsungan, penghijauan dan penyelamatan lingkungan serta ekosistem alam.

“Alhamdulillah sampai saat ini Perseroan masih dipercaya oleh Pemerintah untuk mengerjakan dua proyek SDA ini. Tentunya Waskita akan menjaga kepercayaan ini dengan menunjukkan kapabilitas serta mengerahkan segala potensi agar proyek selesai dengan tepat waktu dan tepat mutu,” tutur Ermy./

Arsip

Beritasatu Network

BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

Kemenperin
HEADLINE NEWS

Indonesia Jajaki Industri Xiamen Untuk Dukung Transformasi Manufaktur

JAKARTA, Bisnistoday - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menjajaki peluang kolaborasi yang lebih erat...

Mendag Busan
Ekonomi & BisnisHEADLINE NEWS

Mendag Busan Dorong CEO Perusahaan Manufaktur Optimalkan Ajang Bisnis Trade Expo Indonesia

JAKARTA, Bisnistoday - Menteri Perdagangan Budi Santoso mengajak perusahaan manufaktur nasional untuk...

Menperin
Ekonomi & BisnisHEADLINE NEWS

Realisasikan Program Prioritas, Kemenperin Minta Tambah Anggaran Rp1,59 Triliun

JAKARTA, Bisistoday - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mengusulkan tambahan anggaran sebesar Rp1,59 triliun...

Aktifitas Bongkar Muat di Pelabuhan Belawan.
Ekonomi & BisnisHEADLINE NEWS

Kemendag Terbitkan Tiga Aturan Tata Kelola Ekspor SDA Strategis

JAKARTA, Bisnistoday-  Kementerian Perdagangan menerbitkan tiga Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) yang masing-masing...