www.bisnistoday.co.id
Rabu , 21 Oktober 2026
Home HEADLINE NEWS IHSG Melonjak ke Level 8.122, Buyback Emiten Jadi Penyangga di Tengah Derasnya Jual Asing
HEADLINE NEWS

IHSG Melonjak ke Level 8.122, Buyback Emiten Jadi Penyangga di Tengah Derasnya Jual Asing

GEDUNG BEI
Papan Pemantau Digital Pasar Saham di Gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, belum lama ini.
Social Media

JAKARTA, Bisnistoday – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatatkan penguatan tajam pada perdagangan Selasa (3/2), dengan lonjakan 2,5% ke level 8.122,6. Namun, reli agresif ini menyimpan paradoks: penguatan terjadi justru di tengah arus keluar dana asing (net sell) sekitar Rp760 miliar, yang terfokus pada saham-saham perbankan berkapitalisasi besar.

Menurut Rully Arya Wisnubroto, analis PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia, aksi jual investor asing terkonsentrasi pada saham big banks seperti BBCA, BMRI, dan BBRI, sehingga meskipun indeks menguat signifikan, volatilitas pasar ke depan masih berpotensi tinggi

Penguatan IHSG kali ini tidak lepas dari gelombang program buyback saham yang digencarkan sejumlah emiten papan atas. BBCA menjadi yang terbesar dengan rencana buyback senilai Rp5 triliun, disusul ASII dan UNTR masing-masing Rp2 triliun, serta BBNI sebesar Rp1,5 triliun. Selain itu, beberapa saham menengah (mid-cap) juga mengumumkan buyback dengan nilai hingga Rp500 miliar.

Langkah ini dinilai sebagai sinyal kepercayaan manajemen emiten terhadap fundamental perusahaan, sekaligus menjadi bantalan penting bagi pasar domestik. Meski demikian, buyback belum sepenuhnya mampu menetralkan tekanan jual asing, terutama pada saham-saham berkapitalisasi besar yang menjadi acuan indeks

Fondasi Makro Kuat, Sentimen Global Masih Membayangi

Dari sisi fundamental, lanjut Rully, kondisi makroekonomi Indonesia masih menunjukkan ketahanan. Surplus neraca perdagangan yang solid serta inflasi yang lebih rendah dari perkiraan memberikan ruang bagi Bank Indonesia untuk mempertahankan kebijakan moneter yang relatif akomodatif. Faktor ini menjadi jangkar stabilitas pasar di tengah ketidakpastian global yang masih tinggi.

Namun demikian, sentimen pasar saham jangka pendek kembali bergejolak setelah MSCI memutuskan untuk membekukan sementara perubahan indeks saham Indonesia, alih-alih melakukan rebalancing seperti biasanya. Keputusan ini memicu kekhawatiran mengenai tingkat kelayakan investasian (investability) Indonesia dalam indeks global dan berpotensi mendorong arus keluar dana asing lanjutan

Investor Diminta Waspada, Fokus Fundamental

Menurutnya, dengan kombinasi antara buyback agresif emiten dan tekanan eksternal dari investor global, IHSG diperkirakan akan bergerak fluktuatif dalam waktu dekat. Pelaku pasar disarankan untuk tetap selektif, mencermati saham dengan fundamental kuat, arus kas solid, serta valuasi yang relatif menarik.

Reli tajam IHSG kali ini menjadi pengingat bahwa kekuatan pasar domestik masih signifikan, namun arah jangka menengah tetap sangat bergantung pada kejelasan kebijakan global, sikap investor asing, serta tindak lanjut regulator terkait isu indeksasi internasional./

Arsip

Beritasatu Network




BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

GEDUNG BEI
HEADLINE NEWS

Pasar Masih Volatile, Mirae Asset Sekuritas Soroti Fundamental dan Reformasi Pasar Modal

JAKARTA, Bisnistoday.co.id – PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia menekankan pentingnya strategi investasi...

Menperin
HEADLINE NEWS

Pertumbuhan Industri Galangan Mulai Memperlihatkan Geliat Perbaikan

JAKARTA, Bisnistoday.co.id - Kinerja pembangunan kapal baru nasional mulai memperlihatkan perkembangan yang...

Forex
HEADLINE NEWS

Forex Hulu Migas 2026 Kembali Digelar, Dorong Peningkatan Produksi Minyak dan Ketahanan Energi

JAKARTA, Bisnistoday.co.id – Upaya meningkatkan produksi minyak nasional di tengah tingginya kebutuhan...

KADIN
HEADLINE NEWS

Dorong Industri Jadi Lokomotif Pertumbuhan Ekonomi, Kadin Ungkap Berbagai Hambatan Dunia Usaha

JAKARTA, Bisnistoday.co.id - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia mengidentifikasi 107 isu...