JAKARTA, Bisnistoday – PT Hutama Karya (Persero) telah melepas kepemilikan untuk dua ruas tol yang diminati investor. Dua ruas tol yang memperlihatkan kemajuan usaha seperti Ruas Bakahueni-Tebanggi Besar dan Medan -Binjai telah diamblih alih investor (recycling) melalui dukungan financial asing.
Menurut Pelaksana Tugas (Plt) Executive Vice President Sekretaris Perusahaan PT Hutama Karya (Persero), Hamdani, perusahaan sudah masuk 10 besar perusahaan dalam kategori BUMN karya dengan ekuitas Rp138 triliun serta aset mencapai Rp196 triliun.
Hamdani mengutarakan, sumbangan terbesar masih dari pendapatan perusahaan masiah dari jalan tol. Walau secara keseluruhan dalam perkembangan usaha jalan tol ini belum kembali sepenuhnya, namun dari perkembangan trafik per harinya ada beberapa ruas tol sudah berada diatas target.
“Dengan begitu, diharapkan dari sisi target waktu keseluruhan yang tertuang dalam business plan optimis tercapai.”
Ke depan, kata Hamdani, bahwa Hutama Karya tidak mudah melepas ruas tol lainnya, apalagi dengan trafik sudah mulai terlihat mengalami peningkatan. “Apalagi dari sisi PMN yang sudah disertakan ke perusahaan sekarang masuk dalam kelolaan Danantara, sehingga dari sisi perusahaan HK makin tampil sehat.”
Diketahui, bahwa dua ruas tol Medan-Binjai dan Bahahueni -Tebanggi Besar diakuisisi Indonesia Investment Authority (INA) melalui anak perusahaannya, PT Swarna Investasi Indonesia dan PT Abhinaya Investasi Indonesia. Prosesnya tersebut memakan waktu dua tahun dengan transaksi yang didukung konsultan keuangan asing dari Amerika Serikat, Rothschild.
“Seperti ruas Medan -Binjai, bahwa di sekitar kawasan Binjai mulai tumbuh property perumahan dan selanjutnya, masyarakat tidak harus berjubel di Medan, tetapi bisa ditempuh melalui jalan tol dengan tetap tinggal di Binjai.”
Menjadi Holding Dua BUMN
Kedepan, kata Hamdani, Hutama Karya juga akan menjadi holding dari dua BUMN karya lainnya. Kini, kedua BUMN yang akan bergabung ini, melalui penyehatan (restructuring) terlabih dahulu. Apabila kedua perusahaan ini sudah relative membaik kemudian masuk proses penyatuan.
“Proses restructuring financial diharapkan tuntas pertengahan tahun ini. Dan diharapkan akhir tahun dapat tuntas. Mudah-mudahan holding ini terwujud pada akhir tahun,” tuturnya.
Hutama Karya secara umum mengelola sepanjang 1.205 km jalan tol di wilayah Sumatera. Secara keseluruhan Hutama Karya ditugasi membangun Jalan Tol Trans Sumatera sepanjang 2.868 km yang terbagi menajdi 4 tahap. Penugasan meliputi, pendanaan, perencanaan, teknis, pelaksanaan kontruksi, Pengoperasian, dan Pemelihraaan.
Hal ini sesuai aturan yang tertuang dalam Perpres No.100 tahun 2014 tentang percepatan pembangunan jalan tol. Serta dilengkapi Perpres No. 42 tahun 2024 tentang Peraturan penugasan JTTS. /

