www.bisnistoday.co.id
Sabtu , 7 Maret 2026
Home EKONOMI Pembangunan Jembatan Gantung Mbah Buto di Jawa Timur Rampung
EKONOMI

Pembangunan Jembatan Gantung Mbah Buto di Jawa Timur Rampung

Jembatan Gantung Mbah Buto di Jombang, sepanjang 60 meter yang menghubungkan Desa Ngrimbi dengan Desa Penggaron, Kecamatan Mojowarno., baru-baru ini.
Social Media

JAKARTA, Bisnistoday – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) terus melanjutkan program pembangunan jembatan gantung sebagai akses konektivitas antar desa. Pembangunan jembatan gantung merupakan salah satu infrastruktur kerakyatan yang manfaatnya langsung dirasakan masyarakat selain infrastruktur berskala besar, salah satunya di Provinsi Jawa Timur telah diselesaikan Jembatan Gantung Mbah Buto di Jombang, sepanjang 60 meter yang menghubungkan Desa Ngrimbi dengan Desa Penggaron, Kecamatan Mojowarno.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan, hadirnya jembatan gantung akan mempermudah dan memperpendek akses warga masyarakat perdesaan. “Terutama dalam beraktivitas menuju sekolah, pasar, tempat kerja, mengurus administrasi ke kantor kelurahan atau kecamatan dan akses silaturahmi antar warga,” ujarnya.  

Baca juga : Jembatan Duplikasi Cisokan di Kab.Cianjur Selesai November 2021

Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jawa Timur – Bali Achmad Subki menyatakan, Jembatan Gantung Mbah Buto merupakan bagian dari paket pekerjaan Pembangunan Jembatan Gantung Kaliregoyo Cs yang dilaksanakan oleh BBPJN Jawa Timur – Bali, Ditjen Bina Marga Kementerian PUPR.

“Selain Jembatan Gantung Mbah Buto, terdapat dua jembatan gantung lainnya masih dalam proses konstruksi yakni Jembatan Gantung Kaliregoyo di Kabupaten Lumajang dan Jembatan Gantung Ngares di Kabupaten Trenggalek,” kata Subki. 

Dikatakan Subki, bahwa sesuai peruntukannya, jembatan gantung pejalan kaki ini hanya boleh dilintasi oleh warga yang berjalan kaki ataupun menggunakan kendaraan bermotor roda dua. “Jembatan ini tidak boleh dilewati oleh kendaraan roda 4, kecuali keadaan urgent yaitu yang boleh melewati adalah ambulans. Jembatan Gantung Mbah Buto ini konstruksinya adalah jembatan gantung baja, dimana kekuatannya mengandalkan sling hanger sebagai perkuatan di lantainya,” ujarnya.

Baca juga : Padat Karya Bidang Jalan dan Jembatan Serap Ratusan Ribu Pekerja

Setyowati, salah satu warga Desa Penggaron mengatakan, dengan adanya Jembatan Gantung Mbah Buto membantu aksesibilitas dan mobilitas warga di Kecamatan Mojowarno. Kini, mereka mengaku tak perlu menempuh jarak yang cukup jauh untuk menuju ke fasilitas pendidikan dan pusat perekonomian. 

“Dengan adanya Jembatan Gantung Mbah Buto, yang biasanya perjalanan 1 jam ke sekolah atau pasar, sekarang 15 menit sudah bisa sampai”, ujar Setyowati.

Selain memperpendek jarak dan waktu tempuh, keberadaan jembatan gantung ini disambut gembira karena membuka potensi lain untuk meningkatkan ekonomi warga sekitar. “Ini potensi yang mau dikembangkan karena mau dibuat wisata karena menjadi daya tarik pengunjung untuk datang ke sekitar Dam Mbah Buto”, ujar Mahmud Nasution, Kepala Dusun Brang Wetan, Desa Penggaron./ADV

Arsip

BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

PERTAMINA IS THE ENERGY

TRADE EXPO INDONESIA 2025

SOROTAN BISNISTODAY

Beritasatu Network

Related Articles

Serangan Iran
EKONOMI

Berapa Lama Israel dapat Bertahan Perang Melawan Iran?

JAKARTA-Bisnistoday: Para pengamat memprediksi perang AS-Israel melawan Iran bakal berkepanjangan. Menurut Presiden...

Kapal Tanker
EKONOMIEnergi

Perang Timur Tengah, Pertamina Lakukan Mitigasi Operasional dan Perlindungan Keselamatan Pekerja

JAKARTA, Bisnistoday - Di tengah dinamika geopolitik yang berkembang di kawasan Timur...

EKONOMIEkonomi & Bisnis

Temui Menkop, APKLI Adukan Dampak Ekspansi Ritel Modern

JAKARTA, Bisnistoday – Asosiasi Pedagang Kaki Lima Indonesia (APKLI) Ali Mahsun  menemui...

EKONOMIEkonomi & Bisnis

Wamenkop Minta Gen Z Tidak Ragu Berkarya Lewat Koperasi

SERANG, Bisnistoday - Wakil Menteri Koperasi (Wamenkop) Farida Farichah mengajak Gen Z...